Britney Spears Jual Hak Katalog Musik, Mengikuti Langkah Justin Bieber

Gaya Hidup4 Dilihat

DermayuMagz.com – Bintang pop legendaris, Britney Spears, dilaporkan telah menjual hak katalog musiknya, sebuah langkah yang mengikuti jejak sejumlah musisi besar lainnya di industri hiburan global.

Kesepakatan ini dikabarkan telah selesai pada tanggal 30 Desember lalu, dengan perusahaan Primary Wave sebagai pihak pembeli. Berita ini pertama kali diungkap oleh situs berita hiburan ternama, TMZ, dan kemudian menyebar luas ke berbagai media.

Meskipun detail finansial dari transaksi ini tidak diungkapkan secara publik, laporan menyebutkan bahwa kesepakatan tersebut merupakan sebuah “kesepakatan bersejarah” dalam karier sang ratu pop.

Katalog musik yang kini berpindah tangan mencakup sejumlah lagu ikonik yang mendefinisikan era kejayaan Britney Spears. Di antaranya adalah hits abadi seperti “…Baby One More Time”, “Toxic”, “Oops!… I Did It Again”, “Womanizer”, dan “I’m a Slave 4 U”.

Menurut laporan dari Variety, kemungkinan besar yang dijual adalah hak atas royalti artisnya. Hal ini mengingat hak rekaman musik Britney Spears sendiri masih berada di bawah kendali Sony Music.

Primary Wave sendiri bukanlah nama baru dalam pengelolaan hak cipta musik. Perusahaan ini memiliki rekam jejak yang kuat dalam bekerja sama dengan katalog musik dari para legenda industri, termasuk warisan musisi seperti Prince, Whitney Houston, Bob Marley, dan Ric Ocasek dari band The Cars.

Baca juga di sini: Cara Mengatasi Kemalasan Berolahraga

Langkah Britney Spears ini sejalan dengan tren yang sedang berkembang di kalangan musisi papan atas. Banyak dari mereka memilih untuk memonetisasi karya mereka melalui penjualan hak katalog musik.

Contoh terbaru yang paling disorot adalah Justin Bieber. Pada tahun 2023, Bieber menjual hak katalog musiknya kepada Hipgnosis Songs Capital dalam sebuah kesepakatan yang diperkirakan bernilai sekitar 200 juta dolar AS.

Britney Spears memiliki kredit penulisan lagu untuk hampir 40 lagu dalam katalognya. Beberapa di antaranya adalah balada emosional seperti “Everytime”, serta lagu-lagu yang sangat disukai penggemar seperti “Me Against the Music” dan “Work Bitch!”.

Album studio terakhir Britney Spears, “Glory”, dirilis pada tahun 2016. Sejak itu, ia belum kembali ke panggung secara penuh. Tur terakhirnya, “Piece of Me”, ditutup pada tahun 2018. Ia juga sempat menunda residensi pertunjukannya yang bertajuk “Domination” di Las Vegas.

Keputusan Spears untuk menjual hak katalog musiknya ini semakin memperkuat tren di mana para musisi global memilih untuk memonetisasi karya-karya mereka melalui kesepakatan besar dengan perusahaan investasi musik yang fokus pada hak kekayaan intelektual.