DermayuMagz.com – Ghetto Favela Surabaya menggelar sebuah acara tribute yang meriah untuk mengenang mendiang basis dari band legendaris The Stone Roses. Acara ini, yang diselenggarakan pada Minggu malam, 11 Januari 2026, menjadi wadah bagi para pecinta musik Britpop dan subkultur Inggris di Surabaya dan sekitarnya.
Irfan KD, yang merupakan bagian dari tim kreatif Ghetto Favela, menjelaskan bahwa Block Party ini bertujuan untuk menyatukan para penggemar genre British Pop. Kepergian basis The Stone Roses menjadi pemicu utama digelarnya acara ini sebagai bentuk penghormatan.
“Beberapa waktu lalu, basis dari The Stone Roses meninggal dunia. Acara malam ini adalah bentuk dedikasi dari teman-teman di Surabaya, khususnya mereka yang menyukai musik Britpop. Kami menyediakan wadah agar mereka bisa berkumpul di sini,” ujar Irfan saat ditemui di lokasi acara.
Panggung Ghetto Favela malam itu diisi oleh lima penampil yang terdiri dari tiga band dan dua DJ. Band-band yang turut memeriahkan acara adalah Taxman, Kita Adalah Hewan, dan Sheaves. Sementara itu, dari sisi disk jockey, hadir DJ Rendra dan DJ DOB81 Song System.
Baca juga di sini: Film Indonesia Paling Dinanti: Awal Cerita Tanpa Ibu
Para penampil membawakan repertoar musik yang beragam, mencakup genre alternative rock hingga musik dengan nuansa khas Inggris. Suasana acara terasa semakin hidup dengan kehadiran pengunjung yang mengenakan pakaian yang mencerminkan gaya subkultur Inggris.
Penggunaan track top jacket, bucket hat, dan kaos bergambar musisi vintage menjadi pemandangan umum di antara para hadirin. Hingga tengah malam, diperkirakan sekitar 150 pengunjung memadati area Ghetto Favela.
Menariknya, para penikmat musik ini tidak hanya berasal dari Surabaya dan Sidoarjo, tetapi juga datang dari kota-kota lain seperti Malang dan Pasuruan. Hal ini menunjukkan jangkauan acara yang mampu menarik perhatian para penggemar musik dari berbagai daerah.
Selain pertunjukan musik, acara ini juga dimeriahkan oleh kehadiran tujuh unit pop-up market. Berbagai produk ekonomi kreatif turut dipasarkan, menambah semarak suasana. Beberapa di antaranya adalah Dokevi, sebuah merek sepatu lokal Surabaya, Good Choice yang menjual aksesori topi, serta Good Perfumery.
Tawaran menarik lainnya datang dari Bomb Track Tattoo and Piercing, Nocturnal Omen yang menyediakan layanan tarot reading, dan Gook Second yang menawarkan produk secondhand. Keberadaan pop-up market ini memberikan dimensi tambahan pada acara, menjadikannya lebih dari sekadar konser musik.
Irfan KD menegaskan komitmen Ghetto Favela untuk terus menjadi ruang publik yang aktif bagi komunitas musik di Surabaya. Pihaknya berencana untuk menyelenggarakan agenda yang berbeda setiap harinya, guna memenuhi beragam minat para penikmat musik.
Selain Block Party yang diadakan pada hari Minggu, Ghetto Favela juga memiliki program lain seperti Hustle pada hari Senin yang berfokus pada musik Hip-hop. Pada hari Selasa, ada Southie, sementara hari Kamis didedikasikan untuk Favela Rhythm yang mengeksplorasi musik Reggae dan Dub.
“Kami sangat terbuka bagi teman-teman komunitas yang ingin melakukan aktivasi atau membuat konsep musik di sini. Puncak keramaian biasanya terjadi pada hari Jumat dan Sabtu, namun tidak menutup kemungkinan pada hari kerja pun bisa sangat ramai tergantung komunitasnya,” ungkap Irfan.
Komitmen Ghetto Favela untuk menjadi ruang kreatif yang dinamis diharapkan dapat terus mendorong pertumbuhan skena musik dan subkultur di Surabaya, serta memberikan wadah bagi para musisi dan komunitas untuk berkreasi dan berinteraksi.






