DermayuMagz.com – Tahun 2026 menjanjikan gelombang baru film Indonesia yang patut dinanti, mengukuhkan posisi industri perfilman Tanah Air di kancah internasional.
Banyak film anak bangsa yang berhasil meraih apresiasi di berbagai festival bergengsi dunia, serta sukses menembus pasar luar negeri.
Para pecinta film telah ramai membicarakan proyek-proyek terbaru yang paling mereka antisipasi di media sosial. Berikut adalah rangkuman film-film yang paling dinanti di tahun 2026.
Esok Tanpa Ibu
Mengawali tahun 2026, film “Esok Tanpa Ibu” garapan Dian Sastrowardoyo siap menyentuh hati penonton.
Dengan judul yang bernuansa emosional, film keluarga ini mengisahkan perjuangan seorang anak laki-laki remaja yang menghadapi masa sulit ketika ibunya jatuh sakit.
Cerita semakin menarik dengan kehadiran teknologi I-BU, sebuah inovasi yang dirancang untuk menggantikan sosok ibu. Film ini dijadwalkan tayang perdana pada 22 Januari 2026.
Para Perasuk
Bagi penggemar karya Wregas Bhanuteja, “Para Perasuk” menjadi salah satu film yang paling dinanti.
Film ini berhasil menarik perhatian berkat jajaran aktor yang menjanjikan dan arahan sutradara muda yang telah terbukti kualitasnya.
“Para Perasuk” akan membawa penonton menyelami kisah Bayu, seorang pemuda yang memiliki ambisi untuk menjadi perasuk dalam sebuah ritual kerasukan di desanya.
Film ini dijadwalkan rilis pada 24 Januari 2026.
Empat Musim Pertiwi
Putri Marino kembali menyapa layar lebar melalui film “Empat Musim Pertiwi”, beradu akting dengan Arya Saloka.
Film ini mengisahkan perjalanan Pertiwi, seorang perempuan yang kembali ke kampung halamannya setelah menjalani hukuman penjara selama lebih dari satu dekade.
Pertiwi dipenjara karena tindakannya membunuh pemerkosanya.
Disutradarai oleh Kamila Andini, film ini mengusung genre drama thriller suspense yang menegangkan.
Sebelum tayang di Indonesia, “Empat Musim Pertiwi” telah menorehkan prestasi gemilang di ajang Tokyo Gap-Financing Market (TGFM) 2025, yang merupakan bagian dari Tokyo International Film Festival (TIFF).
Film ini berhasil membawa pulang dua penghargaan bergengsi: Tokyo Project Award dan Kongchak Studio Award, yang memberikan dukungan untuk post-production suara.
Penghargaan ini menjadi bukti potensi global film Indonesia yang mampu mengangkat keindahan budaya lokal Jawa, melanjutkan kesuksesan film-film seperti “Marlina: Si Pembunuh dalam Empat Babak” dan “Yuni” di kancah internasional.
Oleh karena itu, “Empat Musim Pertiwi” menjadi salah satu film yang tidak boleh dilewatkan di tahun 2026.
Na Willa
Disutradarai oleh Ryan Andriandhy, “Na Willa” merupakan adaptasi dari seri buku anak-anak karya penulis dan musisi Reda Gaudiamo.
Buku aslinya terdiri dari tiga seri: “Na Willa”, “Na Willa dan Rumah dalam Gang”, serta “Na Willa dan Hari-Hari Ramai”.
Film ini mengambil latar tahun 1960-an dan berfokus pada kisah Na Willa, seorang gadis kecil keturunan Indonesia dan Tionghoa.
“Na Willa” dijadwalkan akan tayang pada momen Lebaran 2026.
Ghost in The Cell
Joko Anwar kembali hadir dengan genre horor melalui film “Ghost in The Cell”, yang diprediksi akan kembali memukau penonton.
Berbeda dari karya horor sebelumnya, film ini akan memadukan unsur horor dengan sentuhan komedi yang segar.
“Ghost in The Cell” bercerita tentang dua narapidana dari geng yang saling bermusuhan yang terpaksa bekerja sama menghadapi teror hantu di dalam penjara.
Film ini didukung oleh jajaran aktor ternama seperti Abimana Aryasatya, Morgan Oey, Aming, Rio Dewanto, Danang Suryonegoro, Lukman Sardi, dan Endy Arfian.
Aktor internasional Bront Palarae dan Ho Yuhang dari Malaysia juga turut memeriahkan film ini, bersama Almanzo Konoralma dan Haydar Salishz.
Laut Bercerita
Adaptasi novel populer karya Leila S. Chudori, “Laut Bercerita”, akan segera hadir dalam format film panjang pada tahun 2026.
Film ini disutradarai oleh Yosep Anggi Noen dan dibintangi oleh Reza Rahadian, Dian Sastrowardoyo, serta Eva Celia.
“Laut Bercerita” mengangkat kisah drama politik di era Orde Baru tentang aktivis mahasiswa yang menghilang.
Film ini merupakan kelanjutan dari adaptasi film pendek yang sebelumnya digarap oleh Pritagita Arianegara pada tahun 2017.
Novel “Laut Bercerita” disajikan dari dua sudut pandang (POV): pertama dari Biru Laut, seorang aktivis yang ditangkap, dan kedua dari keluarga Biru Laut, khususnya sang adik, Asa Karang.
Film “Laut Bercerita” dijadwalkan tayang pada tahun 2026.
Dilan ITB 1997
Penggemar musik dan akting Ariel NOAH akan dimanjakan dengan penampilan sang vokalis sebagai pemeran utama dalam “Dilan ITB 1997”.
Film ini melanjutkan kisah Dilan setelah hubungannya dengan Milea berakhir, dengan latar belakang Dilan sebagai mahasiswa ITB pada tahun 1997 di tengah gejolak Reformasi.
Dalam film ini, fokus utama akan tertuju pada karakter Ancika, namun Milea juga akan kembali hadir dalam kehidupan Dilan.
Baca juga di sini: Nottingham Forest Raih Kemenangan Mengejutkan atas Manchester United di Old Trafford
Selain kisah cinta remaja, film ini juga akan mengupas sejarah nasional, termasuk peristiwa pelengseran Soeharto dan awal era reformasi.






