Gubernur Khofifah Berikan Kebijakan Pro-Buruh di Hari Buruh 2026

Berita10 Dilihat

DermayuMagz.com – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day tahun 2026, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi meluncurkan serangkaian paket kebijakan yang dirancang khusus untuk meningkatkan kesejahteraan para pekerja di wilayahnya.

Langkah strategis ini merupakan respons langsung terhadap berbagai aspirasi yang telah disampaikan oleh kaum buruh, sekaligus menunjukkan komitmen nyata Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam upaya peningkatan kualitas hidup para pekerja.

Peluncuran paket kebijakan ini dilaksanakan dalam sebuah acara yang penuh kehangatan dan keakraban, bertempat di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan Surabaya, pada Jumat, 1 Mei 2026. Acara ini dihadiri oleh ribuan pekerja dari berbagai aliansi serikat buruh.

Gubernur Khofifah, didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jawa Timur, menggelar syukuran bersama para pekerja. Momen ini juga dimanfaatkan untuk menyerahkan “kado” berupa sejumlah program afirmatif yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi para buruh.

Paket kebijakan tersebut mencakup beberapa poin penting. Pertama, insentif pemotongan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Kedua, perluasan akses pendidikan melalui kuota afirmasi khusus bagi anak-anak buruh.

Ketiga, penguatan transportasi publik dengan pengembangan koridor baru Bus Trans Jatim di kawasan Pasuruan Raya. Keempat, percepatan regulasi yang bertujuan untuk perlindungan pekerja.

Gubernur Khofifah menjelaskan secara rinci mengenai insentif pajak kendaraan bermotor. Program ini akan memberikan keringanan berupa pengurangan sekitar 20 persen, yang ditujukan khususnya bagi buruh dalam kategori desil 1 hingga 4. Skema ini bahkan membuka kemungkinan pembebasan pajak pokok dan pungutan tambahan, tergantung pada kriteria yang akan ditetapkan.

Beliau menekankan bahwa detail skema akan disusun sedemikian rupa agar pengurangan pajak tersebut benar-benar dapat meringankan beban finansial para buruh.

Selain insentif pajak, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menunjukkan komitmennya dalam bidang pendidikan. Kebijakan kuota afirmasi pendidikan bagi anak-anak buruh merupakan upaya untuk memastikan mereka mendapatkan akses terhadap layanan pendidikan yang berkualitas. Gubernur Khofifah mengakui bahwa kebijakan ini telah diinisiasi sejak enam tahun lalu, namun implementasinya masih perlu diperkuat.

Hingga saat ini, capaian kuota afirmasi baru mencapai sekitar 1,33 persen dari target 5 persen yang dicanangkan pada tahun 2025. Hal ini menjadi catatan penting bagi Pemprov Jatim untuk terus mendorong agar putra-putri buruh di Jawa Timur dapat memperoleh layanan pendidikan sebaik mungkin.

Di sektor transportasi, aspirasi para buruh terkait kebutuhan mobilitas juga mendapatkan perhatian serius. Pemprov Jawa Timur merencanakan pembukaan koridor baru Bus Trans Jatim di kawasan Pasuruan Raya. Koridor ini diharapkan dapat mendukung mobilitas para pekerja yang beraktivitas di sekitar kawasan industri PIER (Pasuruan Industrial Estate Rembang).

Baca juga di sini: Lagu "Tak Diberi Tulang Lagi" Viral, Benarkah Sindiran Slank dari Kuburan Band?

Gubernur Khofifah berharap agar koridor baru ini dapat segera dibuka pada tahun berikutnya, sehingga memberikan kemudahan akses transportasi bagi para buruh.

Lebih lanjut, dalam upaya memberikan perlindungan yang lebih komprehensif bagi tenaga kerja, Pemprov Jawa Timur sedang mendorong pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sistem Jaminan Pesangon. Pembahasan ini dilakukan bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur.

Sebagai “kado” istimewa lainnya, Gubernur Khofifah juga mengungkapkan bahwa Pemprov Jawa Timur sedang menjajaki format penyediaan hunian yang layak bagi para buruh. Upaya ini akan melibatkan program dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, Maruar Sirait.

Dalam rangkaian acara peringatan May Day 2026 ini, Gubernur Khofifah juga menyerahkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis. Santunan ini mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, serta beasiswa bagi para ahli waris pekerja yang membutuhkan.

Dua ahli waris menerima santunan secara simbolis. Almarhum Moch. Samsul Munif menerima santunan sebesar Rp437.080.450, sementara almarhum Aji Candra Wibowo menerima santunan sebesar Rp555.882.450.

Menanggapi berbagai kebijakan yang diluncurkan, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Timur, Ahmad Fauzi, menyampaikan apresiasinya. Beliau menilai bahwa kebijakan-kebijakan tersebut sangat berpihak pada kepentingan pekerja.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan keberpihakan Ibu Gubernur kepada buruh. Kebijakan seperti kuota afirmasi pendidikan, insentif pajak, hingga rencana penguatan transportasi sangat dirasakan manfaatnya,” ujar Fauzi.

Fauzi juga menyoroti kebijakan afirmasi pendidikan bagi anak buruh sebagai langkah progresif yang belum banyak diterapkan di daerah lain, menunjukkan keunikan dan kepedulian Pemprov Jawa Timur.

Rangkaian kegiatan peringatan May Day 2026 di Jawa Timur ditutup dengan pemotongan tumpeng, sebagai simbol rasa syukur atas berbagai pencapaian dan harapan ke depan. Acara ini juga dimeriahkan dengan penyerahan kue ulang tahun kepada perwakilan serikat pekerja.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari serikat pekerja, antara lain:

  • Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jatim, Jazuli.
  • Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jatim, Apin.
  • Ketua Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi), Imam Muchlas.
  • Ketua SPN Jatim, Nuryanto.
  • Ketua Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Jatim, Akhmad Soim.
  • Ketua Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) Jatim, Purnomo.
  • Ketua SP LEM SPSI, Soleh.
  • Ketua KSBSI, Edi Kuncoro.
  • Ketua SPSI KEP, Dendy.
  • Ketua Par SPSI Jatim, Mulyono.
  • Ketua SP LEM SPSI, Muaji Santoso.
  • Ketua KSPPSI Jatim, Imam Syaifudin.
  • Ketua DPD SP Kep KSPI Jatim, Siswanto.
  • Ketua PPMI Jatim, Darmaji.