Ratusan Buruh Probolinggo Gelar Tasyakuran di Hari Buruh

Berita8 Dilihat

DermayuMagz.com – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Probolinggo pada 1 Mei 2026 menampilkan potret yang berbeda dari biasanya.

Alih-alih menggelar aksi unjuk rasa dengan orasi keras dan spanduk tuntutan, ratusan buruh yang tergabung dalam DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kota Probolinggo memilih untuk merayakan momen ini dengan cara yang lebih damai dan dialogis.

Sebanyak 150 buruh berkumpul di kantor DPC KSPSI Kota Probolinggo yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Kanigaran. Acara yang digelar sederhana ini sarat makna, diawali dengan makan bersama dan doa bersama.

Yang menarik, acara ini juga dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk unsur pemerintah daerah, kepolisian, TNI, perwakilan pengusaha, serta BPJS Ketenagakerjaan. Kehadiran Wali Kota Probolinggo Aminuddin dan Kapolres Probolinggo Kota Rico Yumasri menunjukkan adanya sinergi dan keinginan untuk berdialog secara langsung.

Kapolres Rico Yumasri menyambut baik pendekatan ini, menyatakan bahwa Hari Buruh seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pekerja, pelaku usaha, dan pemerintah. Ia menekankan bahwa perjuangan para pekerja telah melalui proses panjang dan menjadi pelajaran berharga.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai ajang mempererat kebersamaan, meningkatkan kolaborasi, serta membangun komunikasi yang lebih baik demi kesejahteraan bersama,” ujar Rico dalam sambutannya di hadapan ratusan buruh.

Pendekatan dialogis ini dinilai membawa angin segar, menggantikan tradisi aksi demonstrasi di jalanan yang kerap diwarnai ketegangan. Semua pihak duduk bersama dalam satu ruangan untuk membicarakan nasib pekerja, bukan melalui teriakan dari balik pagar.

Ketua DPC KSPSI Kota Probolinggo, Donal Vinalio Boy, menegaskan bahwa pilihan untuk menggelar tasyakuran bukanlah tanda kelemahan serikat pekerja. Sebaliknya, ia melihatnya sebagai bentuk kematangan berdemokrasi.

Baca juga di sini: Avatar: Api dan Abu, Salah Satu Film Termahal dalam Sejarah

“Kami tetap berkomitmen menciptakan iklim ketenagakerjaan yang sehat dan situasi kondusif. Serikat pekerja harus menjadi jembatan komunikasi antara pekerja dan manajemen,” jelas Donal.

Ia menambahkan bahwa setiap aspirasi harus disampaikan melalui mekanisme yang ada, demi menghasilkan solusi yang adil dan berkelanjutan. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran kolektif untuk mencari jalan keluar yang konstruktif.

Wali Kota Aminuddin turut mengapresiasi sinergi yang terjalin. Menurutnya, kolaborasi seperti inilah yang menjadi kunci utama dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang mulai terasa dampaknya di sektor ketenagakerjaan.

Lebih lanjut, Wali Kota Aminuddin memberikan kabar baik terkait rencana investasi baru di Kota Probolinggo. Ia menyebutkan adanya lahan seluas 14 hektare di kawasan Jalan Kerinci yang akan didorong untuk investasi.

“Ini diharapkan membuka lapangan kerja baru dan menekan angka pengangguran,” kata Aminuddin, menunjukkan optimisme terhadap masa depan ketenagakerjaan di wilayahnya.

Suasana peringatan May Day di Kota Probolinggo tahun ini berlangsung aman, lancar, dan penuh senyum. Para buruh pulang dengan membawa bekal nasi kotak, bukan dengan luka atau pengalaman kriminalisasi.

Perubahan paradigma dalam merayakan Hari Buruh ini menjadi bukti bahwa dialog dan kolaborasi dapat menjadi alternatif yang efektif untuk memperjuangkan hak-hak pekerja sekaligus menjaga kondusivitas sosial. Kematangan berdemokrasi tercermin dari pemilihan cara penyampaian aspirasi yang lebih konstruktif.