DermayuMagz.com – Aktor Bryan Domani baru-baru ini membagikan pengalaman uniknya saat terlibat dalam penggarapan film terbaru berjudul “Para Perasuk”. Peran yang dimainkannya menuntutnya untuk menguasai alat musik tradisional, tamtam, yang ternyata menyimpan tantangan tersendiri.
Dalam sebuah sesi jumpa pers yang digelar di Jakarta, Bryan Domani mengungkapkan betapa rumitnya memainkan tamtam. Alat musik ini bukan sekadar dipukul sembarangan, melainkan membutuhkan tenaga yang terkontrol, ketepatan ritme, dan konsentrasi penuh. Tantangan ini semakin kompleks karena ia harus beradaptasi dengan alur musik yang sifatnya abstrak, sambil tetap mempertahankan nada dasar yang menjadi pondasi tempo keseluruhan.
Bryan mengaku bahwa latihan intensif ini sampai terbawa hingga alam mimpinya. Ia menggambarkan bahwa gerakan yang dibutuhkan untuk memainkan tamtam cukup besar, melibatkan empat buah tamtam di bagian depan dan dua buah simbal. Ia masih mengingat dengan jelas bagaimana ia harus memulai dari tempo 60 BPM (beats per minute) dan perlahan-lahan tempo tersebut terus meningkat seiring berjalannya adegan.
Lebih jauh, kebiasaan untuk menjaga tempo ini bahkan terbawa dalam kehidupan sehari-hari Bryan di luar syuting. Data latihan produksi film menunjukkan bahwa Bryan menjalani sesi pembelajaran tamtam yang sangat intensif. Fokus latihannya tidak hanya pada teknik memukul yang benar, tetapi juga bagaimana menyelaraskan permainan musiknya dengan dialog yang diucapkannya dan emosi yang harus ia tampilkan dalam setiap adegan.
Bryan menekankan bahwa adegan yang ia jalani bukan sekadar memainkan tamtam saja. Ia harus mampu bercerita dan menampilkan drama dalam adegan tersebut. Menjalani dialog yang panjang sambil tetap memainkan tamtam membutuhkan ketepatan waktu yang luar biasa. Ia harus memastikan bahwa saat simbal dibunyikan dengan keras, suaranya tidak malah tenggelam dan tidak terdengar oleh penonton. Hal ini benar-benar menuntutnya untuk bisa melakukannya secara otomatis, seolah sudah tertanam di luar kepala.
Proses pembelajaran yang cukup berat ini ternyata dapat dilalui Bryan dengan lebih lancar berkat bimbingan yang sabar dari Mas Baga, yang berperan sebagai pelatih musik dalam produksi film ini. Selain itu, dukungan penuh dari tim departemen musik dan jajaran penyutradaraan juga sangat membantu Bryan dalam menguasai perannya.
Film “Para Perasuk” sendiri mengangkat sebuah cerita unik yang berlatar di sebuah desa fiksi. Di desa ini, tradisi kerasukan roh dijadikan sebagai sebuah perayaan komunal. Film yang disutradarai oleh Wregas Bhanuteja ini diperkuat oleh jajaran aktor dan aktris ternama seperti Maudy Ayunda, Angga Yunanda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, dan Anggun C. Sasmi.
Baca juga di sini: Acha Septriasa Perluas Kontribusi di Film dengan Platform Kreatif Berbasis Riset
Rencananya, film “Para Perasuk” akan melakukan pemutaran perdananya di Sundance Film Festival pada tahun 2026. Setelah itu, film ini akan segera menyapa para penonton di seluruh jaringan bioskop Indonesia.






