Teror Baru dari Semesta ‘Sewu Dino’ dalam Film ‘Janur Ireng

Hiburan5 Dilihat

DermayuMagz.com – Dunia perfilman Indonesia kembali dihebohkan dengan kehadiran film horor terbaru yang siap menguji nyali penonton.

Film berjudul ‘Janur Ireng’ ini merupakan sebuah prekuel yang menggali lebih dalam semesta horor yang telah diperkenalkan melalui film sukses ‘Sewu Dino’. Sutradara Kimo Stamboel kembali dipercaya untuk menggarap proyek ini, menjanjikan nuansa yang lebih kelam, emosional, dan kaya akan kearifan budaya Jawa.

Rencananya, film ini akan mulai menghantui layar bioskop pada tanggal 24 Desember 2025, bertepatan dengan malam perayaan Natal.

‘Janur Ireng’ diadaptasi langsung dari novel horor karya SimpleMan. Film ini akan mengungkap asal-usul dari tragedi besar yang kemudian menjadi inti cerita dalam ‘Sewu Dino’.

Di balik balutan ritual sakral dan keharmonisan keluarga Jawa, tersembunyi benih-benih konflik yang perlahan akan meledak menjadi kengerian yang sulit dibayangkan. Ini adalah kisah yang terjadi sebelum kutukan itu dikenal, saat segala sesuatu tampak baik-baik saja, namun sebenarnya retakan telah lama terbentuk.

Dua aktor utama yang telah berhasil memukau penonton di ‘Sewu Dino’, yaitu Marthino Lio dan Rio Dewanto, akan kembali hadir. Mereka akan memerankan kembali karakter mereka dengan kedalaman emosional yang lebih intens.

Kehadiran mereka diharapkan dapat menjadi jembatan penting bagi penonton untuk memahami bagaimana tragedi besar tersebut berawal.

Baca juga di sini: Kepada X, Drama Korea Populer dengan Semua Karakter Antagonis

Dalam sesi perkenalan film yang diadakan di JAFF Market 2025, bertempat di Jogja Expo Center pada hari Minggu, 30 November 2025, Kimo Stamboel menegaskan bahwa ‘Janur Ireng’ bukan sekadar tontonan yang menegangkan.

Lebih dari itu, film ini adalah sebuah perjalanan untuk membuka akar konflik sosial dan keluarga yang selama ini tersembunyi.

Pada bagian inti cerita, sosok Dela Atmojo akan kembali diperankan oleh Gisellma Firmansyah. Dela menjadi pusat dari lingkaran konflik keluarga yang menjadi pondasi teror dalam film ini.

Melalui adegan kilas balik, penonton akan diperlihatkan sisi Dela yang lebih murni, jauh sebelum ia terperosok ke dalam tragedi gelap ‘Sewu Dino’.

“Di film ini kita melihat Dela versi awal, sebelum segala sesuatu berubah,” ujar Gisellma, memberikan sedikit gambaran tentang karakternya.

Proses produksi ‘Janur Ireng’ telah dimulai sejak tahun 2023. Film ini mengandalkan kombinasi atmosfer visual yang kental dengan desain suara yang digarap oleh Julio Radi.

Bagi Kimo Stamboel, kekuatan horor sebuah film tidak hanya berasal dari apa yang terlihat oleh mata.

Namun, juga dari kolaborasi antara bayangan, suara, dan ketegangan yang dibangun secara perlahan untuk merayap ke dalam benak penonton.

“Setiap bisikan, setiap langkah samar, dan setiap bayang yang bergerak di pinggir frame diciptakan untuk mencengkeram rasa takut sedalam mungkin,” ungkap Kimo, menjelaskan pendekatannya dalam menciptakan atmosfer horor.

Meskipun berstatus sebagai prekuel, ‘Janur Ireng’ dirancang agar dapat dinikmati oleh penonton yang belum menyaksikan ‘Sewu Dino’ sebelumnya.

Penonton baru dapat langsung mengikuti alur cerita film ini tanpa merasa kehilangan konteks.

Sementara itu, bagi para penggemar lama, film ini akan menyajikan potongan-potongan jawaban yang telah lama mereka tunggu.

Dengan klasifikasi usia penonton 17+, film ini diposisikan sebagai karya horor dewasa yang tetap memiliki potensi untuk menjangkau audiens yang luas.

Ketika ditanya mengenai proses panjang di balik penggarapan film ini, Kimo Stamboel menyatakan bahwa banyak misteri dari ‘Sewu Dino’ yang akan terkuak dalam ‘Janur Ireng’.

“Perjalanannya panjang, tapi hasilnya akan sangat memuaskan,” tegasnya, memberikan jaminan kualitas bagi para penikmat film.