dotHub Hadir di Bandung dengan Pameran Karya 69 Kreator

Gaya Hidup5 Dilihat

DermayuMagz.com – Bandung kini kedatangan sebuah destinasi baru yang menarik bagi para pegiat seni dan desain, yaitu dotHub Space. Ruang kolaborasi kreatif ini diresmikan dengan menggelar pameran bertajuk “Ngariung”, sebuah perayaan yang menampilkan karya dari 69 seniman dan desainer.

Pameran “Ngariung” ini bukan sekadar ajang pameran biasa, melainkan sebuah wujud nyata dari komitmen untuk memperkuat ekosistem kreatif yang ada di Bandung. Peluncuran dotHub Space sendiri bertepatan dengan momen penting perayaan 15 tahun Dia.Lo.Gue Artspace, menandai sebuah langkah maju dalam dunia seni dan desain.

“Ngariung”, yang dalam bahasa Sunda memiliki arti “berkumpul”, dipilih sebagai tema kuratorial yang mendalam. Pendekatan ini menekankan pada kejujuran dalam berekspresi dan menciptakan sebuah ruang yang nyaman untuk berbagai praktik, suara, serta disiplin seni untuk bertemu dan berinteraksi.

Kurator pameran, Mitha Budhyarto, menjelaskan visi di balik pemilihan tema ini. Ia ingin menciptakan sebuah arena perjumpaan yang tulus, di mana berbagai bentuk ekspresi seni dapat hidup berdampingan tanpa harus terikat pada sebuah keseragaman yang kaku.

Baca juga di sini: Dukungan Sumur Rakyat Diperlukan di Tengah Krisis Energi Global

dotHub Space sendiri merupakan hasil kolaborasi yang apik antara dua tokoh visioner. Hermawan Tanzil, yang dikenal sebagai pendiri LeBoYe Design dan Dia.Lo.Gue Artspace, berkolaborasi dengan Tan Tik Lam, pendiri Tan Tik Lam Architect. Keduanya memiliki visi yang sama untuk memajukan dunia kreatif.

Hermawan Tanzil mengungkapkan harapannya agar dotHub Space dapat menjadi katalisator dialog yang lebih luas. Ia melihat ruang ini sebagai jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan dunia seni, desain, dan budaya, membuatnya lebih mudah diakses dan diapresiasi oleh khalayak.

Keberadaan dotHub Space yang berlokasi di kawasan Bandung Timur diharapkan dapat memberikan dampak positif. Lokasi ini dipilih secara strategis untuk mendorong pertumbuhan jejaring kreatif yang lebih inklusif. Selama ini, denyut aktivitas seni dan desain cenderung lebih terpusat di wilayah Bandung Utara dan Tengah.

Selain fokus pada kolaborasi dan apresiasi seni, pameran ini juga menyoroti pentingnya keberlanjutan dalam industri kreatif. Adi Reza Nugroho dari MYCL menegaskan komitmen mereka untuk membuka pintu kolaborasi yang lebih lebar bagi para desainer dan seniman.

Kolaborasi ini akan mendorong eksperimentasi dalam penggunaan material yang ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran global akan pentingnya praktik yang berkelanjutan di berbagai sektor, termasuk seni dan desain.

Rahmat Indrani dari Smiljan menambahkan pandangannya mengenai pondasi yang kini semakin kuat. Ia menyatakan kesiapan untuk menghadirkan sebuah ruang yang tidak hanya inklusif, tetapi juga adaptif terhadap perubahan zaman dan progresif dalam mendorong kemajuan ekosistem kreatif.

Pameran “Ngariung” ini akan berlangsung selama beberapa bulan, memberikan kesempatan yang cukup bagi masyarakat untuk mengunjunginya. Pameran ini dibuka mulai tanggal 29 November 2025 dan akan berakhir pada 28 Februari 2026.

Tempat penyelenggaraan pameran adalah di dotHub Space, Bandung. Acara ini akan dimeriahkan oleh partisipasi dari 69 seniman dan desainer ternama. Mereka berasal dari berbagai kota di Indonesia, termasuk Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali, bahkan ada yang berasal dari Jepang.

Beberapa nama besar yang karyanya akan ditampilkan antara lain Andra Matin, F.X. Harsono, Goenawan Mohamad, Lala Bohang, dan unit kolektif seni Tromarama. Kehadiran para kreator terkemuka ini menambah nilai prestise pameran.

Peluncuran dotHub Space dan penyelenggaraan pameran “Ngariung” ini diharapkan dapat menjadi sebuah tonggak penting. Momen ini diharapkan dapat memperkuat posisi Bandung sebagai pusat kreativitas yang tidak hanya inklusif, tetapi juga mampu membawa perubahan transformatif dalam lanskap seni dan desain.