Senja di AWT Banyuwangi Tarik Ribuan Pengunjung, Ekonomi Lokal Menguat

Berita7 Dilihat

DermayuMagz.com – Event “Senja di AWT” yang diselenggarakan di Agrowisata Taman Suruh (AWT) Banyuwangi sukses menarik perhatian ribuan wisatawan, sekaligus memutar roda ekonomi daerah hingga mencapai angka Rp1 miliar dalam tiga hari pelaksanaannya.

Acara yang baru pertama kali digelar ini berhasil mendatangkan total 8.251 pengunjung selama periode akhir pekan. Lokasi wisata yang berada di lereng Gunung Ijen ini menawarkan pengalaman unik dengan memadukan keindahan alam, kekayaan kuliner, serta suguhan seni budaya lokal.

Pengunjung dimanjakan dengan udara pegunungan yang sejuk di ketinggian sekitar 450 meter di atas permukaan laut. Pemandangan menakjubkan Gunung Ijen dan Selat Bali menjadi latar belakang yang sempurna sembari menikmati berbagai hidangan, mulai dari cita rasa tradisional Banyuwangi hingga menu kekinian.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan bahwa “Senja di AWT” dirancang sebagai alternatif destinasi wisata sore yang terjangkau. Selain itu, event ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelaku usaha lokal.

“Kami ingin memberikan ruang bagi wisatawan untuk menikmati alam, mencicipi kuliner khas Banyuwangi, dan menyaksikan pertunjukan seni budaya. Ini adalah kesempatan bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk berkembang bersama,” ujar Ipuk pada Senin (4/5/2026).

Beragam pilihan kuliner tersaji, mulai dari rujak soto, kesrut, gado-gado, hingga kue cucur gula merah. Makanan tradisional ini hadir berdampingan dengan hidangan modern, menawarkan variasi bagi setiap selera pengunjung.

“Melalui program ini, kami berupaya menciptakan tempat berkumpul yang nyaman bagi keluarga. Sekaligus, kami ingin mendukung para pelaku seni dan UMKM agar terus tumbuh. Kami memberikan kesempatan lebih bagi UMKM untuk berjualan di sini,” tambahnya.

Keberhasilan event ini juga terlihat dari perputaran ekonomi yang signifikan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Hartono, S.Sos., M.Si., melaporkan bahwa perputaran uang dalam tiga hari mencapai Rp1 miliar.

“Jumlah pengunjung mencapai 8.251 orang dengan tren peningkatan yang terus naik setiap harinya. Pada 1 Mei tercatat 1.611 pengunjung, naik menjadi 2.443 pada 2 Mei, dan puncaknya mencapai 4.197 pengunjung pada 3 Mei,” ungkap Hartono.

Berdasarkan data dari Disbudpar Banyuwangi, perputaran ekonomi tersebut mencakup berbagai sektor. Mulai dari transaksi di lapak UMKM, penjualan tiket masuk, operasional wahana permainan, pendapatan dari vendor, hingga kontribusi dari jasa parkir yang dikelola oleh masyarakat setempat.

Event “Senja di AWT” ini melibatkan lebih dari 50 lapak kuliner dan pelaku ekonomi kreatif lainnya. Kolaborasi antara pedagang dan seniman lokal berhasil menciptakan pengalaman wisata yang kaya dan beragam. Pengunjung dapat menikmati pameran seni rupa, sesi live sketch, bahkan berinteraksi langsung dengan para seniman.

Suasana acara semakin meriah dengan kehadiran berbagai hiburan. Mulai dari alunan musik akustik, pertunjukan seni tradisional yang memukau, hingga atraksi bela diri. Bagi pengunjung yang ingin bersantai, tersedia pula layanan terapi pijat untuk menikmati suasana senja yang syahdu.

Antusiasme pengunjung terlihat sejak hari pertama acara. Nova, seorang wisatawan asal Bali, mengungkapkan kekagumannya terhadap konsep unik yang ditawarkan.

“Sangat menyenangkan. Kami bisa berburu kuliner lezat sambil menikmati pemandangan Selat Bali dari ketinggian. Udaranya juga sangat segar, cocok untuk melepaskan penat,” tuturnya.

Ke depan, “Senja di AWT” direncanakan akan menjadi agenda rutin pariwisata Banyuwangi. Event ini akan digelar setiap awal bulan, tepatnya pada akhir pekan, mulai dari Jumat hingga Minggu, pukul 15.00 hingga 21.00 WIB.

Baca juga: Innalillahi, Aktor Suara Ika Zidane, Pengisi Suara Ninja Hattori dan Doraemon, Berpulang

Event berikutnya dijadwalkan akan berlangsung pada 5–7 Juni 2026. Pihak penyelenggara terus berupaya mengembangkan konsep acara agar semakin menarik minat wisatawan dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Banyuwangi.