DermayuMagz.com – Harapan masyarakat di wilayah timur Kabupaten Lombok Utara (KLU) untuk memiliki fasilitas kesehatan yang memadai akan segera terwujud.
Pemerintah daerah KLU telah memastikan bahwa pembangunan Rumah Sakit (RS) Bayan akan segera dilaksanakan. Proyek ambisius ini diperkirakan menelan anggaran total mencapai Rp 120 miliar.
Hingga kini, tahapan awal pembangunan rumah sakit baru tersebut telah menunjukkan progres yang signifikan dan positif.
Kepala Dinas Kesehatan KLU, dr. H. Lalu Bahrudin, mengonfirmasi bahwa pembebasan lahan seluas 2,8 hektar, termasuk area untuk akses jalan menuju lokasi rumah sakit, telah berhasil diselesaikan.
“Pemerintah daerah telah merampungkan pembebasan lahan seluas 2,8 hektar, termasuk untuk akses jalan menuju lokasi rumah sakit,” ungkap dr. H. Lalu Bahrudin kepada TIMES Indonesia, Rabu (6/4/2026).
Saat ini, pemerintah daerah sedang berupaya keras melakukan advokasi ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) guna memperoleh rekomendasi resmi untuk pembangunan fisik.
Desain pembangunan RS Bayan yang sudah rampung, tinggal realisasi pembangunan fisiknya. (Foto: Dikes KLU for TIMES Indonesia)
Langkah ini krusial agar pembangunan fisik rumah sakit dapat segera dimulai. Pihaknya menargetkan rekomendasi tersebut dapat terbit pada tahun ini.
Baca juga: Pemkot Mojokerto Bagikan Bibit Cabai Gratis Dukung Program Cabenisasi
“Sekarang lagi proses advokasi ke Menteri Kesehatan untuk mengeluarkan rekomendasi pembangunan fisik rumah sakit baru. Kami targetkan rekomendasi keluar tahun ini, sehingga pembangunan fisik bisa segera terlaksana, baik melalui anggaran perubahan 2026 maupun anggaran murni 2027,” jelasnya.
Skema pembangunan RS Bayan direncanakan melibatkan kolaborasi antar kementerian. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) diharapkan dapat membiayai pembangunan fisik gedung senilai Rp 105 miliar.
Sementara itu, sisa anggaran yang dialokasikan untuk pengadaan alat kesehatan (alkes) akan diupayakan dari Kementerian Kesehatan.
Mengingat skala proyek yang besar, pembangunan fisik gedung rumah sakit dipastikan akan dilakukan secara bertahap. Hal ini disesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang akan diterima.
“Dengan anggaran yang besar, kita harapkan dari pemerintah pusat. Kita di daerah menyiapkan lahannya,” ujar Bahrudin.
Dalam pembagian tugas, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab penuh dalam menyiapkan lokasi, mengurus perizinan, hingga mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan.
“Dari sisi ketenagakerjaan, kami sudah memiliki kesiapan yang matang,” tegasnya.
Saat ini, terdapat sekitar 150 tenaga kesehatan di setiap Puskesmas di Lombok Utara. Jumlah ini bahkan sudah melebihi target kebutuhan minimal yang ditetapkan, termasuk para dokter yang siap untuk ditugaskan.
Meskipun demikian, perekrutan dokter spesialis dan penataan manajemen SDM akan tetap dilakukan secara bertahap seiring dengan kebutuhan di RS Bayan nantinya.
Bupati KLU Najmul Akhyar memimpin pemenuhan kelengkapan dokumen pembangunan RS Bayan. (Foto: Hery Mahardika/TIMES Indonesia)
Selain fokus pada pembangunan RS Bayan, pemerintah daerah juga memberikan perhatian pada peningkatan mutu pelayanan di RSUD Tanjung dan delapan unit Puskesmas yang ada. Hal ini dilakukan sembari menunggu realisasi RS Bayan.
Salah satu catatan penting yang perlu segera diatasi adalah keluhan masyarakat terkait lemahnya komunikasi antara petugas kesehatan dan pasien di RSUD Tanjung.
“Intervensi mutu pelayanan terus dilakukan. Masalah yang sering diprotes adalah miskomunikasi. Manajemen harus mampu mengatasi kelemahan komunikasi ini. Dari sisi alkes dan SDM, kita sudah setara dengan tipe B, tinggal bagaimana menunjukkan pelayanan sesuai motto : Melayani Sepenuh Hati,” tegas Bahrudin.
Dengan perbaikan pelayanan di RSUD Tanjung dan setiap Puskesmas, pihak pemerintah optimis pembangunan RS Bayan akan berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Komunikasi yang intens dengan pemerintah pusat menjadi kunci utama kelancaran proses ini.
Kehadiran RS Bayan diharapkan dapat meringankan beban pelayanan kesehatan yang selama ini terpusat di RSUD Tanjung. Pemerintah berupaya mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah timur KLU.
“Dan juga kehadiran RS di Bayan akan meningkatkan kesadaran masyarakat mengecek kesehatan. Karena selama ini resiko kematian ibu dan anak paling tinggi di wilayah Timur (Bayan), termasuk juga angka stuntingnya,” tutupnya.






