Empat Film Pendek Indonesia di Cannes 2026

Hiburan8 Dilihat

DermayuMagz.com – Prestasi perfilman Indonesia kembali mengukir cerita di kancah internasional. Empat film pendek karya sineas Tanah Air berhasil mendapatkan undangan untuk tayang dalam program bergengsi di Festival Film Cannes 2026.

Keempat film pendek ini akan diputar dalam program Next Step Studio yang merupakan bagian dari La Semaine de la Critique (The Critics’ Week) edisi ke-65. Ini menjadi bukti nyata kualitas dan daya tarik karya film pendek Indonesia di mata para kurator festival film paling prestisius di dunia.

Berikut adalah keempat film pendek Indonesia yang akan mengharumkan nama bangsa di Cannes 2026:

Holy Crowd

Film bergenre horor ini digarap oleh duo sutradara, Reza Fariyansyah dan Anath. “Holy Crowd” mengisahkan tentang Ratna, seorang tokoh yang bangkit dari kematiannya dan menjelma menjadi pocong.

Meskipun sekilas tampak seperti film horor konvensional, “Holy Crowd” berhasil menembus seleksi Cannes karena kedalaman narasi yang menyentuh isu relasi sosial dan potret kehidupan sehari-hari. Semua itu dikemas melalui karakter yang tidak biasa, memberikan sentuhan unik yang membedakannya dari film sejenis.

Film ini dibintangi oleh aktor dan aktris muda berbakat Indonesia, yaitu Prilly Latuconsina dan Yusuf Mahardika, yang turut memberikan warna pada cerita horor yang segar ini.

Original Wound

“Original Wound” merupakan hasil kolaborasi apik antara sutradara Indonesia, Shelby Kho, dengan Sein Lyan Tuan dari Myanmar. Film ini mengeksplorasi dinamika keluarga yang kompleks dan penuh ketegangan.

Ceritanya berfokus pada hubungan panas antara seorang ibu, kakak perempuan, dan seorang anak laki-laki. Mereka semua berjuang untuk menemukan jalan keluar dari rumah yang terasa seperti penjara, mencari kebebasan dan kedamaian.

Para aktor yang terlibat dalam film ini antara lain Agnes Naomi, Omara Esteghal, dan Vivian Idris, yang berhasil menghidupkan karakter-karakter dalam drama keluarga yang menyentuh ini.

Baca juga: Danramil Lelea Berdialog Langsung dengan Warga Tunggulpayung Mengenai Keamanan dan Ancaman Banjir

Annisa

Setelah sukses dengan film “Pangku”, aktor dan sutradara kenamaan Reza Rahadian kembali membuktikan kualitasnya di dunia sinematografi melalui film pendek “Annisa”. Film ini langsung menarik perhatian dan masuk dalam daftar tayangan film pendek di Cannes.

“Annisa” mengisahkan perjalanan seorang gadis cilik bernama Annisa, yang memiliki keterbatasan sebagai penyandang disabilitas netra. Meskipun menghadapi tantangan besar, Annisa memiliki impian yang kuat untuk menjadi seorang penyanyi.

Reza Rahadian mengungkapkan bahwa cerita “Annisa” diangkat dan terinspirasi dari kisah nyata. Hal ini memberikan bobot emosional yang mendalam pada film tersebut.

Film ini diperkuat oleh penampilan Choirunnisa Fernanda sebagai Annisa, serta Nazira C. Noer dan Shakeel Fauzi yang melengkapi jajaran pemainnya.

Mothers Are Mothering

Film pendek keempat yang akan tayang di Cannes adalah “Mothers Are Mothering”. Film ini secara khusus mengangkat tema perjuangan seorang ibu dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Disutradarai oleh Khozy Rizal dan Lam Li Shuen, film ini menampilkan akting memukau dari Happy Salma, Asmara Abigail, dan Yudi Ahmad Tajudin. Mereka berhasil menyampaikan narasi yang kuat tentang peran dan kekuatan seorang ibu.

Keempat film pendek Indonesia ini dijadwalkan akan diputar bersama dengan karya-karya film pendek dari berbagai negara lain di Festival Film Cannes 2026. Keikutsertaan mereka menandai sebuah pencapaian penting bagi industri film pendek Indonesia di panggung global.