Wamen Temukan Manfaat MBG untuk Kesehatan Siswa Makassar

Berita8 Dilihat

DermayuMagz.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menemukan adanya dampak positif dari program makan bergizi gratis (MBG) terhadap kesehatan siswa di Makassar. Program ini tidak hanya meningkatkan motivasi belajar, tetapi juga berkontribusi pada perbaikan kondisi kesehatan para pelajar.

Pernyataan tersebut disampaikan Fajar saat melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan program MBG. Ia juga berdialog dengan para siswa dan petugas puskesmas di SMA Wahdah Islamiyah, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Rabu (6/5/2026).

Selama kunjungan, Fajar menerima berbagai masukan berharga dari para siswa. Salah satu masukan utama adalah mengenai variasi menu makanan yang disajikan. Siswa berharap porsi sayur dan buah dapat ditingkatkan, serta menu yang ditawarkan lebih beragam.

“Para murid menyarankan agar sayur dan buah diperbanyak serta variasinya ditingkatkan. Masukan ini akan kami sampaikan kepada pihak terkait untuk peningkatan layanan MBG,” ujar Fajar, menunjukkan komitmen untuk menindaklanjuti aspirasi siswa.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan program MBG di sekolah tersebut berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Fajar menekankan bahwa tidak ada insiden keracunan makanan yang dilaporkan, dan para siswa merasa program ini sangat membantu mereka.

Selain memantau pelaksanaan MBG, Fajar juga secara langsung memeriksa kondisi Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Ia mengamati pelaksanaan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh petugas puskesmas. Fajar mengapresiasi kolaborasi yang terjalin baik antara pihak sekolah dan puskesmas dalam upaya penanganan kesehatan siswa.

Berdasarkan keterangan dari petugas puskesmas, program MBG disebut memiliki korelasi positif dengan penurunan gejala anemia ringan di kalangan siswa. Hal ini menjadi temuan penting yang menunjukkan manfaat gizi tambahan bagi para pelajar.

Baca juga: Halal Bihalal PGSI Indramayu Dihadiri Anggota DPRD Fraksi PKB Amroni

“Sebelum ada MBG, cukup banyak siswa yang mengalami gejala anemia ringan. Setelah program berjalan, ditemukan adanya korelasi dengan penurunan gejala tersebut,” ungkap Fajar, mengutip langsung pengakuan dari petugas kesehatan yang berada di lapangan.

Meskipun demikian, Fajar menegaskan bahwa temuan ini masih memerlukan kajian lebih mendalam. Tujuannya adalah untuk memastikan secara komprehensif adanya hubungan sebab-akibat yang kuat antara program MBG dan perbaikan kesehatan siswa.

Di sisi lain, Fajar juga memberikan perhatian khusus pada pemanfaatan papan interaktif digital (PID) dalam proses pembelajaran. Ia menilai bahwa kehadiran perangkat teknologi ini membuat metode pembelajaran menjadi lebih interaktif dan mampu meningkatkan minat belajar siswa secara signifikan.

“Dengan PID, pembelajaran menjadi lebih mudah dipahami dan menarik. Siswa juga berharap jumlahnya dapat ditambah,” katanya, mencatat antusiasme siswa terhadap teknologi pendidikan.

Fajar memastikan bahwa pemerintah memiliki komitmen kuat untuk menambah fasilitas PID. Prioritas penambahan ini akan diberikan kepada sekolah-sekolah yang memiliki jumlah siswa yang besar, guna menjangkau lebih banyak pelajar.

Sebelumnya, dalam rangkaian kunjungannya ke Sulawesi Selatan, Fajar Riza Ul Haq juga turut meresmikan revitalisasi Taman Kanak-kanak (TK) ‘Aisyiyah 1 di Kota Makassar. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan bahwa program-program prioritas di sektor pendidikan berjalan secara optimal di berbagai daerah.

“Kami ingin setiap kebijakan tidak hanya baik secara konsep, tetapi juga terimplementasi dengan baik dan terukur di lapangan,” tegas Fajar, menekankan pentingnya evaluasi dan pengukuran dampak nyata dari setiap program pemerintah.