Dirut Bulog Jamin Kualitas Stok Beras Nasional Lewat SOP Ketat

Berita5 Dilihat

DermayuMagz.com – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memberikan jaminan penuh terkait kualitas 5,2 juta ton stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersebar di seluruh Indonesia. Jaminan ini didasari oleh penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat dalam pengelolaan gudang, demi menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan bagi masyarakat.

Menurut Rizal, setiap kepala gudang Bulog diwajibkan mengikuti SOP yang telah ditetapkan. SOP ini mencakup pemeliharaan harian, mingguan, bulanan, hingga triwulanan untuk setiap gudang.

“Jadi kepala gudang kita itu punya namanya SOP, standar operasional prosedur. SOP-nya itu ada yang namanya SOP pemeliharaan harian gudang, mingguan, bulanan bahkan sampai dengan pemeliharaan triwulan,” ungkap Rizal dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Penegasan ini disampaikan langsung oleh Rizal saat melakukan peninjauan kondisi stok beras di Gudang Bulog Sunter, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kunjungan ini juga dihadiri oleh perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa petugas gudang secara rutin melakukan pembersihan dan pengecekan kondisi fisik beras. Tindakan pencegahan seperti penyemprotan juga menjadi bagian dari rutinitas untuk meminimalkan ancaman hama dan menjaga kebersihan lingkungan gudang.

“Nah itu sudah ada standardnya. Setiap hari contoh yang harian saja, setiap kepala gudang dengan anak buahnya itu pagi harus buka gudang sambil bersihkan, kemudian kalau perlu spraying-spraying. Kemudian nanti mengecek kira-kira ada nggak indikasi hama dan lain sebagainya,” jelas Rizal lebih detail.

Mitigasi Penurunan Mutu Beras

Untuk mengatasi masalah hama seperti kutu beras, Bulog rutin melakukan fumigasi setiap tiga bulan sekali. Prosedur ini dirancang khusus agar hama dapat diberantas tanpa merusak kualitas beras. Selain itu, sistem pengawasan yang berlapis juga diterapkan untuk mencegah masuknya tikus, sehingga keamanan komoditas pangan selama penyimpanan dapat terjamin.

Rizal juga menegaskan bahwa Bulog memiliki prosedur penanganan jika ditemukan adanya penurunan mutu beras setelah masa simpan mencapai enam hingga delapan bulan. Dalam kondisi seperti itu, akan dilakukan proses reprocessing, yang meliputi pemolesan kembali dan pembersihan guna mengembalikan kualitas beras menjadi prima.

Modernisasi Gudang Melalui Teknologi

Dalam upaya jangka panjang, Bulog menjalin kerja sama strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Institut Pertanian Bogor (IPB). Kolaborasi ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi penyimpanan beras yang lebih mutakhir. Inovasi ini diharapkan mampu memperpanjang daya tahan beras hingga lebih dari dua tahun tanpa mengalami penurunan kualitas.

“Nah ini teknologinya akan kita terapkan untuk di gudang-gudang baru yang ada nanti, ada di Morotai dan lain sebagainya seperti itu. Mudah-mudahan nanti gudangnya lebih modern dan lebih baik,” harap Rizal.

Baca juga: Menjelajahi Kekayaan Bawah Laut Gili Ketapang, Bupati Probolinggo Terkesan

Dalam kunjungan tersebut, Bulog juga menekankan bahwa seluruh stok beras yang tersimpan di gudang merupakan aset negara yang berfungsi sebagai cadangan pangan nasional. Stok ini tidak dimiliki oleh pihak swasta. Beras yang disimpan terdiri dari dua jenis, yaitu kelas premium dan medium, yang disiapkan untuk menjaga stabilitas harga di pasar serta untuk penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat.