Produk Susu Indonesia Berhasil Menembus Pasar Vietnam

Berita3 Dilihat

DermayuMagz.com – Ekspor produk olahan susu nasional ke Vietnam menandai sebuah pencapaian penting, menunjukkan bahwa peternak lokal Indonesia memiliki daya saing yang kuat di kancah internasional. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri dan memperluas jangkauan pasar ekspor.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Wirata, menyatakan bahwa momen ini adalah bukti nyata kompetitifnya produk susu Indonesia di pasar global. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan resmi di Jakarta pada Rabu, 6 Mei 2026.

Saat menghadiri acara pelepasan ekspor produk olahan susu dari PT Cisarua Mountain Dairy di Bogor, Ketut Wirata menekankan bahwa ekspansi ke pasar Vietnam akan memperkuat posisi peternak dan pelaku usaha di Indonesia. Aktivitas ekspor ini diharapkan dapat memberikan kepastian penyerapan susu segar domestik, sehingga harga di tingkat peternak menjadi lebih stabil.

Bagi para pelaku usaha, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa industri susu nasional mampu memenuhi standar global. Hal ini tercermin dari kinerja ekspor yang terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.

Kinerja Ekspor yang Konsisten

Data penerbitan sertifikat veteriner periode 2023 hingga 2026 menunjukkan bahwa akumulasi ekspor produk nasional telah mencapai lebih dari 11,9 juta kilogram. Nilai ekspor ini setara dengan 15,3 juta dolar Amerika Serikat (AS).

Dalam tiga tahun terakhir, tren peningkatan ekspor produk susu Indonesia diketahui menyasar berbagai negara di Asia. Beberapa pasar utama meliputi Hong Kong, Filipina, dan Thailand, dengan Filipina menjadi destinasi terbesar.

Capaian ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai eksportir produk olahan susu yang patut diperhitungkan di kawasan Asia. Hal ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam upaya memperluas akses pasar internasional bagi produk peternakan dalam negeri.

Ekspor perdana produk yoghurt ke Vietnam kali ini berhasil mencatatkan nilai sebesar 65 ribu dolar AS, yang setara dengan Rp1,13 miliar. Ketut Wirata menegaskan bahwa kunci keberhasilan ekspor ini terletak pada kemampuan industri dalam memenuhi standar keamanan pangan dan kesehatan hewan yang berlaku secara internasional.

Untuk mendukung pencapaian ini, Kementerian Pertanian terus memastikan sistem jaminan mutu berjalan optimal. Hal ini dilakukan melalui pengawasan veteriner yang ketat, proses sertifikasi yang terstandarisasi, serta harmonisasi standar produk dengan negara-negara tujuan ekspor.

“Kami akan terus memperkuat perlindungan bagi peternak dan pelaku usaha melalui pembukaan akses pasar, peningkatan kualitas produk, serta penguatan ekosistem industri secara keseluruhan,” tegas Ketut Wirata.

Sinergi Pemerintah dan Pelaku Usaha

Pemerintah berkomitmen bahwa kegiatan ekspor tidak hanya berorientasi pada peningkatan angka perdagangan semata. Lebih dari itu, ekspor ini diharapkan memberikan manfaat yang konkret bagi keberlangsungan usaha para peternak lokal.

“Langkah ini menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi dan daya saing produk peternakan Indonesia di pasar global yang semakin kompetitif,” tambah Ketut Wirata.

Dalam kesempatan yang sama, Dairy Manufacturing Director PT Cisarua Mountain Dairy, Bayu Triprasetyo, menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan regulasi dari pemerintah. Ia mengakui bahwa dukungan tersebut sangat krusial dalam menjaga konsistensi mutu produk yang dihasilkan oleh perusahaan.

Bayu Triprasetyo juga mengungkapkan rasa terima kasih atas peran aktif Kementerian Pertanian, khususnya melalui pengawasan kesehatan masyarakat veteriner (kesmavet). Selain itu, Kementerian Perdagangan juga dinilai berperan penting dalam memfasilitasi kelancaran proses ekspor.

Baca juga: Dirut Bulog Jamin Kualitas Stok Beras Nasional Lewat SOP Ketat

“Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha ini semakin memperkuat komitmen kami untuk terus menghadirkan produk berkualitas tinggi. Kami juga optimis dapat berkontribusi lebih besar lagi dalam peningkatan kinerja ekspor nasional,” pungkas Bayu Triprasetyo.