DermayuMagz.com – Pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta rute Velodrome–Manggarai terus dikebut dan diproyeksikan siap melayani masyarakat pada Agustus 2026.
Tahap konstruksi untuk jalur sepanjang 3,6 kilometer ini dilaporkan telah mencapai lebih dari 90 persen penyelesaian.
Meskipun begitu, target operasional ini mengalami sedikit kemunduran dari perkiraan awal yang ditetapkan pada Juni 2026.
Penambahan rute ini akan memperkaya jaringan transportasi publik di Ibu Kota dengan menghadirkan lima stasiun baru. Stasiun-stasiun tersebut meliputi Rawamangun, Pramuka BPKP, Pasar Pramuka, Matraman, dan Manggarai.
Keberadaan stasiun-stasiun baru ini akan menciptakan konektivitas langsung dengan LRT Fase 1A yang telah beroperasi sebelumnya, menghubungkan Velodrome hingga Pegangsaan Dua.
Sebagai bagian dari persiapan operasional, tahap uji coba atau testing and commissioning telah dilaksanakan pada 29–30 April 2026. Pengujian difokuskan pada rute dari Velodrome hingga Pasar Pramuka.
Proses ini sangat krusial untuk memastikan seluruh sistem LRT berfungsi secara optimal dan aman. Aspek yang diuji mencakup jalur, sistem persinyalan, kelistrikan, hingga integrasi operasional antarbagian.
Dalam rangkaian uji coba tersebut, berbagai parameter teknis dievaluasi secara mendalam. Termasuk performa rangkaian kereta dan headway atau jeda waktu antar kereta.
Proyek yang dikerjakan oleh Waskita Karya ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas angkut penumpang secara signifikan, bahkan puluhan ribu per hari, sekaligus memperkuat konektivitas transportasi di wilayah Jakarta.
Di tengah perkembangan pembangunan, muncul perhatian dari anggota dewan terkait fasilitas pendukung bagi pengguna LRT.
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, menekankan pentingnya ketersediaan fasilitas parkir di sekitar stasiun LRT.
Nova mengemukakan bahwa masyarakat perlu mengetahui di mana mereka dapat memarkirkan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Baca juga: Perpisahan Haru SMKN 1 Lelea untuk Siswa-Siswi Kelas XII Angkatan XXVI
Ia memberikan contoh potensi kolaborasi di area sekitar Stasiun Pasar Pramuka, yang berdekatan dengan Pasar Pramuka.
Lebih lanjut, Nova berharap agar tarif parkir yang diterapkan dapat bersifat tetap atau flat, sehingga lebih terjangkau bagi para penumpang LRT.
Ia membandingkan dengan sistem parkir di MRT yang menurutnya sudah menerapkan tarif flat di Lebak Bulus.
Oleh karena itu, ia meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyediakan kantong-kantong parkir di setiap stasiun.
Penyediaan ini bisa dilakukan melalui pengelolaan langsung oleh Dinas Perhubungan atau melalui kerja sama dengan pihak ketiga.
Nova juga menyarankan agar lahan parkir dapat dibangun di bawah area stasiun atau memanfaatkan lahan-lahan yang tersedia di sekitarnya.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.
Baca:
-
QRIS Tap diperluas: Bayar MRT, LRT, KRL, Transjakarta kini cukup tap
-
LRT rute Velodrome-Manggarai ditargetkan tuntas Juni 2026






