DermayuMagz.com – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan terkejut sekaligus berkelakar ketika menyadari kehadiran warga negara asing (WNA) yang mendengarkan pidatonya mengenai inovasi di sektor pangan dan energi.
Kejadian tersebut berlangsung saat Prabowo menghadiri acara Panen Raya Jagung dan Launching 166 SPPG Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026. Acara ini dihadiri oleh sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan Polri, serta para WNA.
“Wah ini banyak ada warga negara asing di sini juga nih, mereka tahu juga nanti kita punya rahasia-rahasia ini. Tapi dia tidak bisa bahasa Indonesia lah, belum bisa ini. Tidak apa-apa,” ujar Prabowo dalam sambutannya, disambut gelak tawa para tamu undangan.
Baca juga : Perak Hari Ini: Harga Global dan Domestik 17 Mei 2026
Prabowo kemudian meminta agar pidatonya tidak diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Ia bercanda bahwa para WNA tersebut mungkin akan mencatat pidatonya dan menerjemahkan inovasi briket arang dari tongkol jagung menggunakan ChatGPT.
“Jangan diterjemahkan ya. Biar dia meraba-raba saja itu. Dia berharap dia mengerti. Nanti dia catat-catat itu: ‘Briket arang, arang… apa itu arang?’ Nanti dia buka ChatGPT, waduh. Aku keliru juga undang-undang mereka, dia tahu nanti temuan-temuan kita ya,” tuturnya.
Meskipun demikian, Prabowo tetap mempersilakan negara lain untuk meniru dan mencontoh inovasi yang dibahas. Inovasi yang dimaksud adalah pengolahan tongkol jagung menjadi briket arang sebagai sumber energi alternatif untuk rumah tangga.
“Saya dikasih tahu, ‘Pak, tenang. Kita bisa bikin briket arang dari tongkol jagung’. Waduh, luar biasa ini. Tadinya tongkol itu dibuang ya? Sekarang bisa jadi sumber energi. Luar biasa ini,” ungkap Prabowo dengan antusias.
Selain inovasi briket arang, Prabowo juga menyoroti pengembangan pupuk yang berasal dari batu bara kalori rendah. Pengembangan ini dinilai mampu memperkuat kemandirian sektor pertanian nasional, sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk impor.
“Begitu kita lepas dari ketergantungan pupuk dari luar negeri, kita menjadi sangat kuat. Saya minta ini diimplementasi, konsep temuan bagus,” tegasnya.
Prabowo menjelaskan lebih lanjut bahwa produk-produk inovasi tersebut nantinya akan didistribusikan secara luas kepada masyarakat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menyediakan kebutuhan masyarakat dengan harga yang terjangkau.
“Kuncinya kita harus beri bahan yang penting untuk rakyat dengan harga semurah-murahnya. Semurah-murahnya supaya rakyat kita daya belinya meningkat, kehidupannya lebih baik, kualitas hidupnya lebih baik,” tutup Prabowo.






