UMJ Perkenalkan I-CHIP untuk Menangkal Kebijakan Kesehatan Berbasis Pasar

News5 Dilihat

DermayuMagz.com – Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) secara resmi meluncurkan Indonesian Center for Health Evidence-Informed Policy (I-CHIP). Lembaga studi transdisiplin ini didirikan untuk mengawal kebijakan kesehatan nasional agar senantiasa berbasis pada bukti ilmiah dan tidak terpengaruh oleh kepentingan pasar atau politik sesaat.

Pendirian I-CHIP bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional. Hal ini menunjukkan komitmen UMJ untuk meningkatkan kualitas intelektual kampus dan berkontribusi dalam penyediaan solusi nyata bagi permasalahan kesehatan di masyarakat.

Rektor UMJ, Ma’mun Murod Al Barbasy, menyatakan bahwa I-CHIP lahir dari semangat kebangkitan intelektual. Ia menekankan bahwa kemajuan bangsa sangat bergantung pada ilmu pengetahuan, integritas, dan keberpihakan kepada rakyat.

Ma’mun menambahkan, I-CHIP dirancang sebagai pusat kolaborasi yang melibatkan berbagai disiplin ilmu dan mitra strategis nasional. Lembaga ini akan berfokus pada isu-isu krusial seperti transformasi layanan primer, keadilan pembiayaan kesehatan, ketahanan medis terhadap perubahan iklim, dan kemandirian sektor farmasi dalam negeri.

Baca juga : Luhut Bertemu Investor Global, Sampaikan Permohonan Maaf

UMJ ingin memastikan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjadi menara gading akademis, tetapi juga berperan aktif sebagai penyedia solusi bagi berbagai persoalan bangsa.

Direktur I-CHIP UMJ, Arief Rosyid Hasan, mengungkapkan bahwa pendirian pusat studi ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap arah kebijakan kesehatan di Indonesia yang dinilai rentan terhadap kapitalisasi.

Menurut Arief, kebijakan kesehatan seharusnya tidak didorong oleh kepentingan pasar atau politik jangka pendek. Kebijakan tersebut harus didasarkan pada bukti ilmiah yang kuat dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat luas, terutama kelompok rentan.

I-CHIP diharapkan dapat menjadi jembatan penghubung antara sains, negara, dan kepentingan publik.

Arief menjelaskan lebih lanjut bahwa I-CHIP membawa semangat gerakan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang memandang sains sebagai alat untuk membela kaum lemah atau mustadh’afin.

Jika dahulu Kyai Ahmad Dahlan menerjemahkan Surah Al-Ma’un melalui aksi sosial, maka kini I-CHIP menerjemahkannya melalui data, riset, dan kebijakan publik. I-CHIP merupakan perwujudan dari nilai-nilai Al-Ma’un dalam bentuk sains kebijakan.

Ke depannya, I-CHIP akan memproduksi berbagai keluaran ilmiah, termasuk policy brief, policy modelling, riset spasial, dan survei nasional. Lembaga ini juga akan mendorong transformasi layanan kesehatan masa depan yang berbasis kecerdasan buatan (AI) dan big data.

Upaya ini dilakukan demi menyongsong target Indonesia Emas 2045. Agenda peluncuran I-CHIP dihadiri oleh perwakilan Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes, Guru Besar Kesehatan Masyarakat, serta para peneliti muda dan profesional di bidang kesehatan publik.

Pendirian I-CHIP menjadi langkah strategis UMJ dalam memperkuat fondasi kebijakan kesehatan nasional yang berbasis bukti ilmiah dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.