IHSG Turun Tajam Pasca Pembentukan Badan Ekspor, Purbaya Menjelaskan

Bisnis5 Dilihat

DermayuMagz.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penjelasan terkait anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pasca pembentukan Badan Ekspor. Menurut Purbaya, pelaku pasar saham belum sepenuhnya memahami tujuan dan dampak positif dari pembentukan badan usaha tersebut.

Ia menduga bahwa kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian menjadi penyebab utama pelemahan pasar saham. Purbaya meyakini bahwa seiring pemahaman pasar yang meningkat, IHSG akan kembali menguat secara signifikan.

Pembentukan Badan Ekspor ini merujuk pada PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) yang baru saja didirikan. Tujuan utamanya adalah untuk memberantas praktik under-invoicing dalam ekspor komoditas unggulan Indonesia.

Purbaya mengakui bahwa praktik penjualan komoditas di bawah harga pasar memang sering terjadi. Melalui DSI, praktik ini diharapkan dapat dieliminasi.

“Karena gini, nanti under-invoicing kan akan tertutup dengan adanya Badan Ekspor itu. Jadi tadinya yang biasanya uangnya dimainkan oleh pemilik, karena perusahaan yang di luar negeri punya pemilik kan, sekarang bisa harusnya terefleksi langsung di penjualan mereka yang murni,” jelasnya.

Dengan adanya skema melalui Badan Ekspor, Purbaya melihat potensi peningkatan keuntungan bagi perusahaan pemilik komoditas. Keuntungan tambahan ini diperkirakan akan disambut positif oleh pasar saham.

Ia menambahkan, “Jadi perusahaannya juga akan untung. Jadi harusnya bisa double untungnya yang listed di bursa yang dilaporkan. Jadi harusnya ini akan meningkatkan valuasi dari perusahaan-perusahaan itu di bursa, jadi pasti pelan-pelan akan naik secara signifikan malah kalau menurut saya ya.”

Danantara Bentuk DSI

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) secara resmi telah membentuk sebuah badan usaha khusus yang bergerak di bidang ekspor-impor komoditas strategis. Badan usaha baru ini direncanakan akan mulai beroperasi efektif pada tanggal 1 Juni 2026.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa badan usaha yang dibentuk tersebut bernama PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Pembentukan DSI merupakan mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Danantara Indonesia ditunjuk oleh Bapak Presiden untuk memperkuat sistem perdagangan ekspor-impor dengan mendirikan PT Danantara Sumber Daya Indonesia, yang akan beroperasi dalam kerangka BUMN efektif per 1 Juni 2026,” ujar Pandu dalam sebuah media briefing yang diadakan di Wisma Danantara, Jakarta, pada Rabu (10/5/2026).

Jaga Transparansi Ekspor Komoditas

DSI diharapkan dapat memperkuat transparansi dan sistem pelaporan dalam perdagangan ekspor-impor komoditas strategis. Komoditas seperti minyak sawit dan batu bara termasuk dalam daftar yang akan dikelola oleh DSI.

Pandu menegaskan bahwa DSI akan beroperasi untuk memastikan setiap transaksi dilakukan secara akuntabel dan sesuai dengan acuan harga pasar. Langkah ini juga merupakan respons terhadap temuan praktik under-invoicing dalam kegiatan ekspor yang sebelumnya telah menjadi perhatian serius dari Kepala Negara.

“DSI mendukung pengelolaan devisa negara secara lebih optimal, serta melakukan konsolidasi data dan tata kelola guna meningkatkan efisiensi sektor,” jelas Pandu.

Kawal Transaksi Ekspor

Sebelumnya, CEO Danantara, Rosan Roeslani, telah menekankan bahwa pembentukan Danantara Sumber Daya Indonesia bertujuan untuk memastikan dana hasil ekspor tidak keluar tanpa pengawasan yang memadai dan nilai transaksi sesuai dengan faktur yang tercatat.

Menurut Rosan, tujuan utama pembentukan DSI adalah untuk memperbaiki tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA). Hal ini terutama ditujukan untuk menekan praktik under-invoicing dan overpricing yang selama ini dinilai merugikan negara.

Baca juga : Menlu Sugiono Jelaskan Nasib 9 WNI yang Berlayar ke Gaza

“Yang ingin kami tekankan ini lebih kepada transparansi transaksi,” ujar Rosan saat ditemui di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026).