D’Masiv Pilih Jalur Independen, Rian Ungkap Kisah Garap Label Sendiri

showbiz4 Dilihat

D’Masiv Kini Tempuh Jalur Indi, Rian Bocorkan Romantika Kelola Label Sendiri

Rian Ekky Pradipta mengakui ada banyak hal yang berubah secara teknis maupun kreatif sejak D’Masiv berpisah dari Musica Studio’s dan jadi band indi.

OlehM Altaf JauharDiterbitkan 21 Mei 2026, 09:00 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarRian Ekky Pradipta mengakui ada banyak hal yang berubah secara teknis maupun kreatif sejak D’Masiv berpisah dari Musica Studio’s dan jadi band indi.

Liputan6.com, Jakarta – D’Masiv membawa kabar mengejutkan terkait perjalanan karier musik mereka yang kini beralih ke jalur independen. Sang vokalis, Rian Ekky Pradipta, membagikan pengalaman barunya mengelola segala kebutuhan band tanpa campur tangan label besar.

Rian mengakui ada banyak hal yang berubah secara teknis maupun kreatif sejak mereka memutuskan untuk berdiri di atas kaki sendiri. Ia pun membeberkan tantangan serta kebebasan yang ia rasakan setelah resmi menempuh jalur independen.

“Bedanya apa ya, bedanya mungkin semuanya akhirnya kita mengurus sendiri. Kita jadi tahu segala pengeluaran, ternyata nggak gampang jadi independen karena apa ya, ternyata nggak mudah tapi kita menikmati prosesnya,” aku Rian di Kawasan Tosari, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026).

“Bedanya mungkin justru malah setelah independen kita jadi bisa lebih eksplor sih, bahkan mungkin dari secara aksi panggung nanti, mungkin dari visual, dari lighting, nanti akan ada banyak perubahanlah gitu dari yang biasanya, lebih terkonsep,” Rian menambahkan.

Keputusan untuk keluar dari zona nyaman ini memang tidak main-main karena D’MASIV harus mengatur segala sesuatunya secara mandiri. Vokalis kelahiran 1986 ini juga menjelaskan rencana besar mereka untuk mempromosikan karya terbaru melalui rangkaian tur di kawasan Asia.

“Oke, jadi setelah kita rilis singel ini rencananya kita akan bikin yang tur Asia dulu, masih nggak terlalu jauh sih di Malaysia, Singapura, di Taiwan, dan Hongkong. Lalu balik lagi ke Indonesia yaitu di Ciledug. Jadi memang untuksaat ini masih itu dulu, mungkin tahun depan yang akan kita banyak main di luar setelah rilis album. Mungkin kita akan banyak main di luar gitu di festival-festival di luar,” ungkapnya.

Pakai Uang SendiriPerbesarD’Masiv.

Langkah berani ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan demi mendapatkan hak atas karya-karya yang mereka ciptakan. Rian menegaskan bahwa memiliki master lagu sendiri memberikan kepuasan yang tidak ternilai harganya.

“Nah kali ini kan kita yang memiliki masternya, kita yang punya kita yang keluar uang sendiri, kita bikin video musik pakai uang kita sendiri. Jadi kayak ya ternyata nggak gampang jadi apa punya record label sendiri ya, tapi seru gitu maksudnya kita menikmati banget,” tuturnya.

Lanjut Baca:

Dalam menjalankan operasional label barunya, D’MASIV mulai membangun kerja sama dengan pihak lain untuk urusan pertunjukan. Ria  menceritakan awal mula kembali menjalin kolaborasi dengan promotor Antara Suara.
“D’MASIV sempat kolaborasi dengan Antara Suara tahun lalu, kita ada tur di Jepang di 3 kota saat itu. Menurut kita Antara Suara pas untuk kita ajak kolaborasi lagi. Banyak ide-ide yang bisa kita obrolin bareng,” terangnya.
 

Show AllM Altaf Jauhar, Wayan DianantoTim RedaksiShareCopy LinkBatalkan

D’Masiv Kini Tempuh Jalur Indi, Rian Bocorkan Romantika Kelola Label Sendiri

Rian Ekky Pradipta mengakui ada banyak hal yang berubah secara teknis maupun kreatif sejak D’Masiv berpisah dari Musica Studio’s dan jadi band indi.

OlehM Altaf JauharDiterbitkan 21 Mei 2026, 09:00 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarRian Ekky Pradipta mengakui ada banyak hal yang berubah secara teknis maupun kreatif sejak D’Masiv berpisah dari Musica Studio’s dan jadi band indi.Kenangan Tur di JepangPerbesarD’Masiv.

Dalam menjalankan operasional label barunya, D’MASIV mulai membangun kerja sama dengan pihak lain untuk urusan pertunjukan. Ria  menceritakan awal mula kembali menjalin kolaborasi dengan promotor Antara Suara.

“D’MASIV sempat kolaborasi dengan Antara Suara tahun lalu, kita ada tur di Jepang di 3 kota saat itu. Menurut kita Antara Suara pas untuk kita ajak kolaborasi lagi. Banyak ide-ide yang bisa kita obrolin bareng,” terangnya.

 

Bocah Ciledug

Meski sudah merambah panggung internasional, grup band ini tetap memiliki ikatan emosional yang kuat dengan tempat asal mereka. Rian menegaskan bahwa perjalanantur mereka akan selalu berpijak pada identitas asli sebagai anak daerah.

“Karena kita selalu bilang bahwa mau di mana pun kita tuh enggak pernah malu atau enggak pernah kayak gimana gitu nyebut Ciledug. Bahkan di negara mana pun kita selalubilang kita tuh ‘Bocah Ciledug’ gitu. Maksudnya kita nggak pernah apa ya malu untuk menyebut itu walaupun kita tahu Ciledug Raya adalah jalanan yang sangat macet ya setiap hari sampai hari ini,” pungkas Rian.

Baca juga : Para Gooners Rayakan Akhir Puasa Gelar Arsenal 22 Tahun dengan Suar dan Kembang Api

Show AllM Altaf Jauhar, Wayan DianantoTim RedaksiShareCopy LinkBatalkan

D’Masiv Kini Tempuh Jalur Indi, Rian Bocorkan Romantika Kelola Label Sendiri

Rian Ekky Pradipta mengakui ada banyak hal yang berubah secara teknis maupun kreatif sejak D’Masiv berpisah dari Musica Studio’s dan jadi band indi.

OlehM Altaf JauharDiterbitkan 21 Mei 2026, 09:00 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarRian Ekky Pradipta mengakui ada banyak hal yang berubah secara teknis maupun kreatif sejak D’Masiv berpisah dari Musica Studio’s dan jadi band indi.

Liputan6.com, Jakarta – D’Masiv membawa kabar mengejutkan terkait perjalanan karier musik mereka yang kini beralih ke jalur independen. Sang vokalis, Rian Ekky Pradipta, membagikan pengalaman barunya mengelola segala kebutuhan band tanpa campur tangan label besar.

Rian mengakui ada banyak hal yang berubah secara teknis maupun kreatif sejak mereka memutuskan untuk berdiri di atas kaki sendiri. Ia pun membeberkan tantangan serta kebebasan yang ia rasakan setelah resmi menempuh jalur independen.

“Bedanya apa ya, bedanya mungkin semuanya akhirnya kita mengurus sendiri. Kita jadi tahu segala pengeluaran, ternyata nggak gampang jadi independen karena apa ya, ternyata nggak mudah tapi kita menikmati prosesnya,” aku Rian di Kawasan Tosari, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026).

“Bedanya mungkin justru malah setelah independen kita jadi bisa lebih eksplor sih, bahkan mungkin dari secara aksi panggung nanti, mungkin dari visual, dari lighting, nanti akan ada banyak perubahanlah gitu dari yang biasanya, lebih terkonsep,” Rian menambahkan.

Keputusan untuk keluar dari zona nyaman ini memang tidak main-main karena D’MASIV harus mengatur segala sesuatunya secara mandiri. Vokalis kelahiran 1986 ini juga menjelaskan rencana besar mereka untuk mempromosikan karya terbaru melalui rangkaian tur di kawasan Asia.

“Oke, jadi setelah kita rilis singel ini rencananya kita akan bikin yang tur Asia dulu, masih nggak terlalu jauh sih di Malaysia, Singapura, di Taiwan, dan Hongkong. Lalu balik lagi ke Indonesia yaitu di Ciledug. Jadi memang untuksaat ini masih itu dulu, mungkin tahun depan yang akan kita banyak main di luar setelah rilis album. Mungkin kita akan banyak main di luar gitu di festival-festival di luar,” ungkapnya.

Pakai Uang SendiriPerbesarD’Masiv.

Langkah berani ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan demi mendapatkan hak atas karya-karya yang mereka ciptakan. Rian menegaskan bahwa memiliki master lagu sendiri memberikan kepuasan yang tidak ternilai harganya.

“Nah kali ini kan kita yang memiliki masternya, kita yang punya kita yang keluar uang sendiri, kita bikin video musik pakai uang kita sendiri. Jadi kayak ya ternyata nggak gampang jadi apa punya record label sendiri ya, tapi seru gitu maksudnya kita menikmati banget,” tuturnya.

Kenangan Tur di JepangPerbesarD’Masiv.

Dalam menjalankan operasional label barunya, D’MASIV mulai membangun kerja sama dengan pihak lain untuk urusan pertunjukan. Ria  menceritakan awal mula kembali menjalin kolaborasi dengan promotor Antara Suara.

“D’MASIV sempat kolaborasi dengan Antara Suara tahun lalu, kita ada tur di Jepang di 3 kota saat itu. Menurut kita Antara Suara pas untuk kita ajak kolaborasi lagi. Banyak ide-ide yang bisa kita obrolin bareng,” terangnya.

 

Bocah Ciledug

Meski sudah merambah panggung internasional, grup band ini tetap memiliki ikatan emosional yang kuat dengan tempat asal mereka. Rian menegaskan bahwa perjalanantur mereka akan selalu berpijak pada identitas asli sebagai anak daerah.

“Karena kita selalu bilang bahwa mau di mana pun kita tuh enggak pernah malu atau enggak pernah kayak gimana gitu nyebut Ciledug. Bahkan di negara mana pun kita selalubilang kita tuh ‘Bocah Ciledug’ gitu. Maksudnya kita nggak pernah apa ya malu untuk menyebut itu walaupun kita tahu Ciledug Raya adalah jalanan yang sangat macet ya setiap hari sampai hari ini,” pungkas Rian.

Show AllM Altaf Jauhar, Wayan DianantoTim RedaksiShareCopy LinkBatalkan