Lirik Lagu Jejak Waktu Black Horses, Oase dari Album Jahanam

showbiz4 Dilihat

DermayuMagz.com – Black Horses, band rock asal Jakarta, baru saja merilis album ketiga mereka yang bertajuk “Jahanam”. Album ini menandai sebuah pencapaian penting bagi band yang digawangi oleh Oscario (vokal), Kevin Indriawan (gitar), Lucky Azhary (bas), dan Julian Aditya (drum), karena untuk pertama kalinya mereka merilis album dengan seluruh lirik lagu berbahasa Indonesia.

Album “Jahanam” memuat sembilan lagu dan diproduseri oleh John Paul Patton. Melalui album ini, Black Horses mengandalkan lagu andalannya yang berjudul “Jejak Waktu” sebagai ujung tombak promosi.

Sebelum resmi meluncurkan “Jahanam”, Black Horses telah memperkenalkan dua single yang mendapat sambutan baik, yaitu “Tirani Tua” dan “Distorsi Menggema”. Dalam sebuah kesempatan kepada awak media di Jakarta pada Rabu, 20 Mei 2026, Oscario menjelaskan bahwa lagu “Jejak Waktu” hadir sebagai sebuah oase, baik bagi Black Horses maupun para penggemar setia mereka.

Lagu “Jejak Waktu” digambarkan sebagai sebuah refleksi melankolis tentang perjalanan waktu yang terus berputar dan kenangan yang takkan pernah bisa diulang. Liriknya berhasil menangkap esensi kerinduan dan kesadaran akan momen-momen berharga yang telah berlalu. Hal ini menjadi pengingat bagi manusia untuk menyadari bahwa segala sesuatu, bahkan yang paling berharga sekalipun, tidak akan kembali.

Lebih lanjut, “Jejak Waktu” berfungsi sebagai pengingat bagi publik bahwa setiap detik yang terukir dalam ingatan adalah pelajaran berharga untuk menghargai momen saat ini. Album “Jahanam” secara keseluruhan menjadi bukti otentik dari kepekaan para personel Black Horses dalam merespons dinamika kehidupan di sekitar mereka, serta kemampuan mereka dalam menuangkan keresahan tersebut ke dalam karya seni.

“Album ini merupakan bentuk respons kami bagi para Kusir (sebutan untuk penggemar Black Horses) dan para pendengar kami. Kami berharap mereka bisa lebih relate dengan apa yang kami rasakan belakangan ini, terutama situasi yang terjadi di sekitar kita, apapun konteksnya,” ujar Oscario.

Penanda Zaman

Lucky Azhary menambahkan bahwa album “Jahanam” bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan sebuah penanda zaman dari Black Horses untuk seluruh masyarakat Indonesia. Album ini diharapkan dapat menjadi representasi dari semangat zaman yang sedang dihadapi.

Secara musikal, “Jahanam” sangat menekankan semangat live band. Hal ini memberikan kebebasan dalam memaknai setiap perasaan yang dialami oleh pendengar, terutama saat menyaksikan penampilan Black Horses secara langsung di atas panggung. Nuansa live ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih otentik.

Tantangan Memproduksi Album

Secara lirik, Black Horses tidak memiliki niat untuk menggurui para pendengarnya. Sebaliknya, mereka berupaya untuk berbagi rasa, pengalaman, dan seolah berbicara kepada publik bahwa kebebasan itu ada dan nyata. Pesan yang ingin disampaikan adalah keberanian untuk mengambil sikap secara jujur selama masih memiliki kehidupan.

Produser album, John Paul Patton, mengungkapkan bahwa proses produksi materi album ini memiliki tantangan tersendiri. Namun, berkat kedekatan dan pemahaman yang baik dengan seluruh personel Black Horses, tantangan tersebut lebih terfokus pada pencapaian hasil yang idealis namun tetap dapat diterima oleh audiens.

“Proses produksi materi album ini punya tantangan sendiri. Syukur, saya sudah kenal semua personel Black Horses dengan baik. Sehingga, tantangannya lebih ke output yang sama-sama kita inginkan secara idealis, tapi harus juga relate dengan audiens,” jelas John Paul Patton.

Lirik Lagu Jejak Waktu

Berikut adalah lirik lagu “Jejak Waktu” dari Black Horses:

Verse 1:

Di dalam kehidupan
Kisah-kisah yang terlewati
Terbekas di ingatan

Detik-detik berjalan
Masa lalu yang dilewati
Namun tak akan pernah terlupakan

Chorus:

Akankah bisa selamanya?
Segala kenangan bersama
Kini aku mulai sadari
Waktu tak kembali
Waktu tak kembali

Verse 2:

Seringku pertanyakan
Semua perasaan yang ada
Tak dapat ku ungkapkan?

Kini ku menyadari
Mungkin semua tak kan terulang
Tetap kan ku jalani
Semua ini dengan arti

Baca juga : Perenang Internasional Dominasi Oceanman Bali 2026

Chorus:

Tak akan bisa selamanya
Segala kenangan bersama
Kini aku telah sadari
Waktu tak kembali
Waktu tak kembali

Chorus:

Akankah bisa selamanya?
Segala kenangan bersama
Kini aku mulai sadari
Kaupun tak kembali
Kaupun tak kembali
Kaupun tak kembali
Kaupun tak kembali

Duka Fedi Nuril Setelah Ibunda Meninggal, Mohon Ampun Jika Selama Ini Kurang Lembut Pada Mama

Aktor Fedi Nuril mengungkapkan rasa duka mendalam atas wafatnya sang ibunda tercinta, Gusmawati Nuril. Ibunda Fedi Nuril menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa, 19 Mei 2026, sekitar pukul 15.53 WIB. Jenazah almarhumah kemudian dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026, sekitar pukul 11.00 WIB.

Bintang film layar lebar ternama ini membagikan sebuah unggahan menyentuh di akun Instagramnya. Ia mengunggah potret dirinya saat tengah sungkem kepada sang ibunda pada hari pernikahannya. Selain itu, Fedi juga menyertakan foto mendiang ayah dan ibunya, menunjukkan ikatan keluarga yang kuat.

Dalam keterangan unggahannya, Fedi Nuril menyampaikan rasa syukurnya yang mendalam atas kehadiran ibunda yang luar biasa hebat dan kuat dalam hidupnya. Gusmawati Nuril dikaruniai tiga orang putra. Sang ayah telah berpulang ke Rahmatullah 33 tahun silam, namun ibundanya tak pernah lelah berjuang membesarkan ketiga anaknya dengan penuh kasih sayang.

Ya Allah, terima kasih sudah menitipkan kami kepada seorang Mama yang hebat dan kuat. Mama yang tetap tersenyum di tengah lelah membesarkan tiga anak laki-laki yang kelakuannya suka gak jelas, yang diam-diam tetap menyimpan banyak doa untuk kami,” tulis Fedi Nuril.

Ia menambahkan, setelah kepergian sang ayah 33 tahun lalu, rasanya sang ibu akan selalu ada. Namun, waktu terus berjalan tanpa terasa. Kini, saat raga sang ibu tak lagi bersamanya, Fedi merasa ingin memeluknya lebih lama dan mengucapkan terima kasih atas kekuatan yang telah diberikan.

Setelah Papa meninggal 33 tahun yang lalu, kami merasa Mama akan selalu ada, padahal waktu terus berjalan diam-diam. Ketika raganya sudah tidak bersama kami, rasanya ingin memeluknya lebih lama dan berkata: terima kasih sudah sekuat itu untuk kami,” lanjutnya di akun Instagramnya yang telah terverifikasi, pada Sabtu, 23 Mei 2026. Ia juga memohon ampun kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala kekurangannya sebagai anak.

Ya Allah Ampuni Kami

Sebagai seorang anak, Fedi Nuril menyadari sepenuhnya bahwa dirinya masih memiliki banyak kekurangan. Ada kemungkinan perbuatan atau perkataan yang tak disengaja telah melukai hati ibundanya. Fedi juga mengungkapkan kerinduannya pada sang ayah yang telah lama berpulang.

Ya Allah, ampuni kami jika selama ini masih kurang lembut kepada Mama. Masih sering membantah, melukai hatinya atau belum mampu membalas semua kasih sayangnya. Mohon sampaikan rindu kami untuk Papa dan Mama yang sudah bersatu kembali,” demikian Fedi Nuril menutup ungkapan hatinya.

Sebelumnya, Fedi Nuril sempat menyatakan bahwa ia masih merasa syok dan berduka usai mengantarkan jenazah ibundanya ke tempat peristirahatan terakhir. Ia memilih untuk pulang dan menenangkan diri, sehingga belum dapat memberikan pernyataan resmi.

Mohon Peluk Papa dan Mama

Fedi Nuril memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar senantiasa memeluk kedua orang tuanya dengan kasih sayang yang paling hangat. Ia juga memohon agar kubur mereka diluaskan, tempat tinggal mereka di sisi Tuhan dimuliakan, dan setiap doa dari anak-anak mereka menjadi cahaya yang terus menemani kedua orang tuanya di alam baka.

Mohon peluk Papa dan Mama dengan kasih sayang-Mu yang paling hangat. Mohon lapangkan kuburnya, muliakan tempat tinggalnya di sisi-Mu, dan jadikan setiap doa anak-anaknya sebagai cahaya yang terus menemani Papa dan Mama di sana, amin,” tulisnya.

Doa Titi Kamal dan Raline Shah

Sejumlah rekan selebritas turut menyampaikan belasungkawa dan doa untuk Fedi Nuril serta keluarganya. Titi Kamal menuliskan ucapan duka cita dan harapan agar almarhumah husnul khotimah. Sementara itu, Raline Shah turut mendoakan agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan dan mengaminkan surat Al Fatihah.