Ustaz Solmed Angkat Bicara Terkait Dugaan Fitnah, Menanti Panggilan Polisi

showbiz5 Dilihat

DermayuMagz.com – Ustaz Solmed angkat bicara mengenai perkembangan kasus fitnah yang tengah menjerat namanya di Polda Metro Jaya. Ia menegaskan bahwa proses hukum sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian.

Hingga kini, Ustaz Solmed mengaku belum menerima panggilan resmi dari penyidik. Ia sedang menunggu jadwal pemanggilan untuk memberikan kesaksian sebagai pelapor.

“Oh, tanya pihak Poldalah. Mungkin masih proses, lebih baik langsung ke sana,” ujar Ustaz Solmed di Kawasan Jati Makmur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026).

“Belum (ada panggilan) ya, saya lagi nunggu justru,” tambahnya.

Meskipun demikian, Ustaz Solmed mengklaim telah mengetahui identitas oknum yang menyebarkan komentar miring terhadapnya. Ia menekankan pentingnya tidak bertindak gegabah dan menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada pihak berwajib.

“Ya kalau saya sudah tahu. Tapi kan enggak mungkin bergerak sendiri, harus polisi yang bergerak,” aku Ustaz Solmed.

Menurutnya, sampai saat ini belum ada itikad baik berupa permohonan maaf dari para penyebar fitnah. Ustaz Solmed menduga para pelaku baru akan menunjukkan reaksi setelah menerima surat panggilan dari polisi.

“Belum, belum. Mungkin dipanggil dulu kali baru menyampaikan permohonan maaf,” imbuhnya.

Kasus ini ternyata turut membuka kembali isu lama yang melibatkan sosok berinisial SAM. Ustaz Solmed menyebutkan bahwa SAM, yang sempat menghilang sejak tahun 2015, kini kembali mencuat dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Pihak Ustaz Solmed melihat sisi positif dari kejadian ini, di mana isu yang sebelumnya terpendam kini kembali terangkat ke permukaan.

“Tapi bagusnya, dari peristiwa ini akhirnya berita yang mendem jadi naik. SAM-nya jadi ketemu kan pelakunya siapa. Jadi satu sisi ketika mendompleng nama saya, ternyata beritanya viral, akhirnya sosok SAM itu semua sudah tahu dan sudah ditetapkan,” pungkas Ustaz Solmed.

Liputan6.com, Jakarta – Para penggemar BTS melontarkan kritik dan kekecewaan terhadap dugaan praktik kenaikan harga berlebihan oleh penginapan di Busan, Korea Selatan menjelang konser grup tersebut. Mereka mengungkapkan kekesalan di forum online terkait lonjakan tarif kamar yang dinilai tidak masuk akal.

Dikutip dari Korea Times, Sabtu (23/5/2026), salah satu kamar yang biasanya dibanderol sekitar 60.000 won (sekitar Rp700 ribu) per malam dilaporkan melonjak menjadi 760.000 won selama periode konser. Hal ini memicu kemarahan kalangan penggemar.

BTS dijadwalkan menggelar konser di Busan pada 12 dan 13 Juni sebagai bagian dari tur dunia ‘ARIRANG’. Jadwal tersebut bertepatan dengan hari debut grup pada 13 Juni, sehingga diperkirakan penggemar domestik maupun internasional akan memadati kota tersebut. Pemerintah Metropolitan Busan juga tengah menyiapkan berbagai acara pendukung.

Para penggemar menilai pihak penginapan sengaja menaikkan harga secara berlebihan demi memanfaatkan lonjakan permintaan akibat konser tersebut.

Komisi Perdagangan Adil Korea dan Badan Konsumen Korea menyatakan telah memeriksa 135 hotel dan motel di Busan dan menemukan bahwa tarif kamar selama pekan konser rata-rata meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding akhir pekan sebelum dan sesudah acara.

Tarif motel bahkan meningkat lebih dari tiga kali lipat dari harga normal, sementara tarif hotel hampir mencapai tiga kali lipat. Beberapa penginapan disebut menetapkan harga lebih dari lima kali lebih mahal, dengan kamar seharga 100.000 won melonjak menjadi 750.000 won, sementara kamar 300.000 won mencapai 1,8 juta won.

Kemarahan fans semakin memuncak setelah muncul laporan bahwa sejumlah penginapan membatalkan reservasi yang sudah dilakukan sebelum pengumuman konser. Para penggemar menuduh operator penginapan menggunakan alasan tertentu untuk menjual ulang kamar dengan harga lebih tinggi.

“Saya memesan kamar beberapa bulan lalu, tetapi mereka membatalkannya dengan alasan overbooking atau renovasi, lalu menjualnya lagi dengan harga lebih mahal,” ujar salah satu penggemar.

Di tengah keluhan yang terus bermunculan, sebagian fans mulai mempertimbangkan melakukan perjalanan pulang-pergi tanpa menginap atau bahkan memboikot pengeluaran di Busan sepenuhnya.

Komentar di media online antara lain berbunyi, “Saya tidak akan menghabiskan satu won pun di Busan,”

“Saya bahkan akan membeli air minum di Seoul lalu membawanya,” hingga “Nol pengeluaran di Busan!”

Untuk menekan praktik kenaikan harga berlebihan, pemerintah kota Busan meluncurkan inspeksi gabungan yang berfokus pada kemungkinan pelanggaran Undang-Undang Pengendalian Sanitasi Publik yang mengatur standar akomodasi.

Baca juga : Bocoran Terbaru Fasilitas BYD di Subang

Pejabat kota memperingatkan pelaku usaha agar tidak menaikkan tarif secara berlebihan dan berencana melakukan inspeksi khusus terhadap penginapan yang banyak menerima keluhan pengunjung.