DermayuMagz.com – Empat warga negara Indonesia (WNI) berhasil lolos dari upaya penangkapan oleh tentara Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF). Salah satu WNI, Herman Budianto, memberikan keterangan terkini mengenai kondisi rombongan tersebut.
Menurut Herman, saat ini mereka yang berhasil lolos terpaksa menyebar dan menjaga jarak antar kapal. “Jauh-jauh kita memang ini menyebar. Jadi semua antar kapal sekarang jauh-jauh, tersisa 10 kapal yang terus berlayar ini,” ujarnya.
Meski terpisah, komunikasi antar kapal tetap terjalin erat melalui radio. Pemantauan ketat dari drone juga masih terus dilakukan oleh pihak Israel.
“Kami masih, masih dalam proses pengejaran, kami baru saja siang tadi melihat drone yang mengawasi kami dan kami terus pantau adanya kapal-kapal yang lain,” jelas Herman.
Situasi yang dihadapi saat ini masih sangat menegangkan. Namun, nakhoda kapal yang ditumpangi Herman berhasil melakukan manuver cerdik, termasuk menghilangkan jejak data kapal.
Upaya pembebasan segera dilakukan setelah empat WNI tersebut dilaporkan ditangkap oleh tentara Israel. Koordinasi intensif antara kedutaan besar terkait dan tim pusat terus digencarkan.
“Jadi masing-masing langsung menghubungi ke kedutaan-kedutaan yang terdekat untuk melakukan negosiasi,” tambah Herman.
Sebelumnya, empat WNI yang mengikuti misi kemanusiaan ini dipastikan selamat dari penangkapan dan melanjutkan pelayaran menuju Gaza. Mereka terbagi dalam dua kapal berbeda.
Baca juga : Peluang Bisnis Desa Saat Pasar Ramai, Raih Keuntungan Besar di Hari Spesial
Herman dan Ronggo berada di kapal bernama Zephyro. Sementara itu, As’ad dan Hendro berada di kapal Kastri Sadabad. “Ya yang saya dengan Ronggo itu ada di kapal Zephyro, Zephyro, kemudian yang As’ad sama Indro itu ada di kapal Kastri Sadabad,” ungkapnya.






