DermayuMagz.com – Juventus dinilai belum memiliki skuad yang memadai untuk memenuhi standar permainan yang diinginkan pelatih Luciano Spalletti. Hal ini diungkapkan oleh mantan gelandang Juventus, Alessio Tacchinardi, menyusul kegagalan tim untuk lolos ke Liga Champions.
Meskipun demikian, Spalletti sendiri masih mendapatkan dukungan penuh dari manajemen klub. Sejak kedatangannya, ia dianggap berhasil membawa perubahan positif dalam performa tim, memberikan identitas permainan yang lebih jelas di tengah musim yang penuh tantangan.
Absennya Juventus dari kompetisi elite Eropa tentu menjadi pukulan telak. Namun, klub tetap optimis bahwa Spalletti dapat membawa tim kembali bersaing di papan atas, asalkan ia mendapatkan komposisi pemain yang sesuai dengan kebutuhannya di bursa transfer mendatang.
Juventus Masih Percaya pada Spalletti
Luciano Spalletti memiliki reputasi yang sangat baik sebagai salah satu pelatih top Italia dalam beberapa tahun terakhir. Reputasinya semakin terangkat setelah berhasil membawa Napoli meraih gelar Serie A pada tahun 2023.
Pengalaman Spalletti ini menjadi alasan utama Juventus tetap yakin dengan proyek yang sedang mereka jalankan. Klub merasa bahwa pelatih berusia 67 tahun tersebut memiliki kapasitas untuk mempersembahkan trofi, terutama jika ia mendapatkan dukungan finansial yang memadai dalam jendela transfer berikutnya.
Oleh karena itu, Juventus diprediksi akan sangat aktif di pasar pemain pada musim panas mendatang. Prioritas utama mereka adalah meningkatkan kualitas skuad secara keseluruhan agar mampu menampilkan performa yang konsisten sepanjang musim kompetisi.
Performa beberapa pemain Juventus saat ini dianggap belum stabil. Kualitas mereka belum sepenuhnya mumpuni untuk menjalankan taktik intens yang diinginkan oleh Spalletti. Ketidakstabilan ini terlihat jelas dalam beberapa pertandingan krusial yang akhirnya gagal dimenangkan oleh tim.
Tacchinardi Kritik Mentalitas dan Kualitas Tim
Alessio Tacchinardi secara terbuka menyuarakan keraguan terhadap kualitas skuad Juventus yang ada saat ini. Ia merasa bahwa tim gagal menunjukkan performa terbaiknya pada momen-momen penentuan di akhir musim.
“Pelatih mengatakan itu terjadi karena satu insiden. Saya tidak sepenuhnya setuju, karena Juve memiliki dua pertandingan penting untuk lolos ke Liga Champions, melawan Verona dan Fiorentina, dan mereka gagal di keduanya,” ujar Tacchinardi kepada TuttoJuve.
Lebih lanjut, Tacchinardi berpendapat bahwa tuntutan taktis Spalletti terlalu tinggi untuk kapasitas pemain yang ada di Juventus saat ini. Menurut pandangannya, Juventus belum memiliki pemain dengan kualitas individu yang cukup untuk mengimbangi intensitas permainan yang diinginkan oleh sang pelatih.
“Jadi, bagi saya, dia adalah pelatih yang ingin mendorong timnya memberikan lebih banyak, dan tim ini tidak mampu mengimbanginya karena kualitas mereka belum cukup baik,” lanjut Tacchinardi.
Kritik dari Tacchinardi ini menyoroti tantangan besar yang dihadapi Juventus menjelang dimulainya musim baru. Klub asal Turin ini kini berada di bawah tekanan untuk melakukan perombakan tim yang signifikan demi membangun skuad yang lebih kompetitif dan mampu kembali bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa.
Pau Cubarsi: Batu Karang dari La Masia
Liputan6.com, Jakarta – Seiring mendekatnya Piala Dunia 2026, perhatian mulai tertuju pada talenta-talenta muda yang berpotensi bersinar. Salah satu nama yang paling sering disebut adalah Pau Cubarsi, bek tengah asal Spanyol yang kini bermain untuk Barcelona. Lahir pada 22 Januari 2007, Cubarsi telah menunjukkan kedewasaan luar biasa di usianya yang masih sangat muda.
Sebagai bek tengah modern, Cubarsi tidak hanya tangguh dalam bertahan, tetapi juga piawai dalam membangun serangan dari lini pertahanan. Ketenangan dan kemampuannya dalam mengolah bola menjadikannya pemain krusial baik di klub maupun di tim nasional, sebuah peran yang jarang diemban pemain seusianya.
Dengan rekam jejak yang mengesankan, termasuk debut di tim utama Barcelona pada usia 16 tahun dan timnas Spanyol di usia 17 tahun, Cubarsi diproyeksikan menjadi salah satu bintang muda yang paling dinantikan di Piala Dunia 2026.
Karier Gemilang Sejak Dini
Perjalanan karier Pau Cubarsi terbilang sangat pesat. Ia mendapatkan debut di tim utama Barcelona pada 18 Januari 2024, saat usianya baru menginjak 16 tahun. Momen tersebut terjadi dalam pertandingan Copa del Rey melawan Unionistas de Salamanca.
Meskipun baru berusia 19 tahun, pemain muda Spanyol ini telah mengoleksi lebih dari 135 penampilan untuk Barcelona. Ia juga telah meraih beberapa gelar domestik, menunjukkan kontribusinya yang signifikan di usia belia.
Cubarsi juga tampil gemilang di kancah Eropa, bahkan sempat bermain penuh dalam dua leg semifinal Liga Champions musim lalu. Debut internasionalnya bersama timnas senior Spanyol terjadi pada 22 Maret 2024, saat ia berusia 17 tahun, dalam laga persahabatan melawan Kolombia. Ia juga turut membawa Spanyol meraih medali emas di Olimpiade Paris 2024.
Dengan 11 caps bersama tim nasional senior, Cubarsi telah bermain penuh dalam tiga dari empat pertandingan kualifikasi terakhir Spanyol untuk Piala Dunia 2026. Hal ini menegaskan posisinya sebagai pemain penting dalam skuad La Roja.
Bakat La Masia: Penerus Legenda
Pau Cubarsi adalah produk asli dari akademi La Masia, tempat yang telah melahirkan banyak talenta sepak bola kelas dunia. Kemunculannya menjadi bukti bahwa La Masia tidak hanya menghasilkan gelandang dan penyerang hebat, tetapi juga bek tengah yang tangguh.
Saat ini, ia mengemban peran penting yang sebelumnya diisi oleh bek legendaris seperti Gerard Pique dan Carles Puyol. Kemampuan Cubarsi dalam membaca permainan dan ketenangannya di bawah tekanan sangat mengingatkan pada para pendahulunya.
Baca juga : Pohon Buah Peneduh Rumah yang Bebas Hama dan Aman di Halaman
Bek tengah berkaki kanan ini merupakan bagian dari generasi muda Barcelona yang sangat menjanjikan. Bersama Lamine Yamal, yang juga lahir pada tahun 2007, mereka membentuk duo muda yang diprediksi akan menjadi masa depan klub dan tim nasional Spanyol.






