Nadia Mulya Ungkap Alasan Geluti Lari, Demi Anak dan Mental

showbiz5 Dilihat

DermayuMagz.com – Aktris dan presenter Nadia Mulya kini tengah menikmati rutinitas baru dalam hidupnya, yaitu olahraga lari. Aktivitas ini tidak hanya membawanya mengenal tren olahraga Hyrox di kalangan selebritas, tetapi yang lebih penting, memberikan kebahagiaan tersendiri baginya.

Ada beberapa alasan kuat mengapa Nadia Mulya begitu tekun menekuni olahraga lari. Pertama, lari adalah cara yang sangat efektif dan sederhana untuk menjaga kesehatan fisik. Olahraga ini tidak memerlukan peralatan khusus yang rumit, cukup dengan semangat dan sepasang sepatu, seseorang sudah bisa memulai.

Lebih dari sekadar mengeluarkan keringat, lari bagi Nadia Mulya adalah sarana untuk melepaskan stres. Melalui aktivitas ini, tubuhnya memproduksi hormon bahagia, yang berdampak positif pada suasana hatinya.

Alasan kedua yang tak kalah penting adalah perannya sebagai seorang ibu. Nadia Mulya menyadari bahwa sebagai orang tua, ia tidak hanya bertanggung jawab atas dirinya sendiri, tetapi juga harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya. Ia ingin menunjukkan bahwa meskipun memiliki kesibukan yang padat, penting untuk selalu menyempatkan waktu berolahraga.

“Saya ingin mendidik generasi berikutnya agar menganggap gaya hidup sehat itu bagian dari norma,” ungkapnya, menekankan pentingnya menanamkan kebiasaan positif sejak dini.

Nadia Mulya percaya bahwa dengan menjadi panutan dalam gaya hidup sehat, ia dapat menginspirasi anak-anaknya untuk tumbuh menjadi individu yang sadar akan pentingnya kesehatan.

Alasan ketiga yang membuat lari begitu berarti baginya adalah pengalaman yang didapat saat berlari. Bagi Nadia, lari bukan sekadar tentang persaingan kecepatan untuk mencapai garis finis. Ia lebih menikmati prosesnya, menjadikannya sebagai momen untuk mengamati dan merenung.

“Yang aku suka dari lari itu bukan hanya secara fisik manfaatnya tapi secara mental. Kalau lagi lari sendiri aku tipe watcher, observer,” jelas Nadia Mulya.

Dalam pandangannya, lari memberikan kesempatan untuk mengamati orang-orang di sekitarnya dan lingkungan yang dilaluinya. Pengamatan ini memberikan efek positif, melepaskan endorfin yang membuat perasaannya lebih baik.

Momen sederhana seperti menikmati langit biru atau memperhatikan pepohonan saat jeda lari dapat menyegarkan mata dan pikiran. Hal ini secara langsung meningkatkan suasana hatinya, membuktikan bahwa kebahagiaan seringkali dapat ditemukan dalam hal-hal yang paling sederhana.

Kehidupan di kota besar seperti Jakarta, dengan segala kesibukannya, seringkali menimbulkan tingkat stres yang tinggi. Nadia Mulya merasakan hal ini secara langsung dalam aktivitas sehari-harinya yang padat, berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

“Karena kita hidup dengan kecepatan seperti ini dan rotasi tinggi (di perkotaan). Itu kan, hormon stres sangat tinggi. Dengan lari, saya benar-benar mendapat endorphin rush-nya,” kata Nadia Mulya.

Ia menambahkan bahwa banyak orang percaya bahwa sumber dari berbagai penyakit berasal dari pikiran. Oleh karena itu, olahraga dianggap sebagai salah satu cara paling ampuh untuk menangkal hal tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Nadia Mulya menyatakan dukungannya terhadap acara Great Eastern Women’s Run 2026. Ajang lari yang akan diselenggarakan pada Minggu, 16 Agustus 2026 di Senayan Park, Jakarta ini mengusung konsep keberlanjutan.

Konsep ini diwujudkan melalui penggunaan reusable cup di setiap stasiun air minum, sebagai upaya nyata untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai. Pengelolaan sampah selama acara ini juga akan dilakukan bekerja sama dengan Rekosistem.

Roy Hendrata Gozalie, Direktur Pemasaran Great Eastern Life Indonesia, menyampaikan bahwa Great Eastern Women’s Run telah menjadi gerakan yang kuat di Singapura selama hampir dua dekade. Semangat inilah yang kini dibawa ke Indonesia untuk pertama kalinya.

Baca juga : Andrew Susanto Bagikan 55 Hewan Kurban, Maknai Idul Adha Lewat Kebahagiaan Berbagi

“Melalui ajang lari ini, kami mengajak perempuan Indonesia melangkah lebih jauh, lebih sehat, berani, saling menguatkan, dan membawa dampak, baik bagi sesama maupun lingkungan,” ujar Roy Hendrata, menggarisbawahi visi besar di balik acara tersebut.

Perintah penangkapan terhadap YouTuber Kim Se Eui dari Hoverlab, yang juga dikenal sebagai bagian dari Garosero Research Institute, telah dikeluarkan oleh Pengadilan Seoul. Langkah ini diambil atas tuduhan penyebaran informasi palsu mengenai aktor Kim Soo Hyun.

Surat perintah penangkapan diajukan karena adanya kekhawatiran terhadap risiko Kim Se Eui melarikan diri atau menghancurkan bukti-bukti yang relevan. Pengadilan mengabulkan permohonan tersebut, menunjukkan keseriusan dalam menangani kasus pencemaran nama baik.

Sebelumnya, Kim Se Eui dituduh telah mencemarkan nama baik Kim Soo Hyun dengan menyebarkan berita bohong. Salah satu tuduhan paling serius adalah klaim mengenai hubungan Kim Soo Hyun dengan mendiang Kim Sae Ron, yang disebut terjadi ketika sang aktris masih di bawah umur.

Lebih lanjut, Kim Soo Hyun juga dituduh telah menekan mendiang Kim Sae Ron untuk membayar utang, yang kemudian dikaitkan dengan penyebab kematiannya. Ironisnya, peristiwa tersebut terjadi pada hari yang sama dengan ulang tahun Kim Soo Hyun.

Menanggapi tuduhan ini, agensi Kim Soo Hyun, GoldMedalist, telah mengeluarkan pernyataan resmi. Pihak agensi menegaskan bahwa berbagai tuduhan dan bukti yang diajukan oleh HoverLab terhadap Kim Soo Hyun telah dinyatakan tidak benar setelah melalui proses penyelidikan.

Dalam konferensi pers yang diadakan setahun lalu, Kim Soo Hyun sendiri telah menyatakan komitmennya untuk membuktikan ketidakbersalahannya. Ia berjanji tidak akan meminta kepercayaan begitu saja, melainkan akan berupaya keras untuk membuktikan fakta yang sebenarnya.

GoldMedalist mengungkapkan bahwa selama setahun terakhir, Kim Soo Hyun fokus penuh untuk menepati janji tersebut. Melalui prosedur hukum yang sah dan penyelidikan yang komprehensif, kebenaran akhirnya terungkap.

Pihak agensi juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah memberikan kepercayaan dan kesabaran kepada Kim Soo Hyun selama masa sulit ini. Dukungan dari para penggemar dan publik dinilai sangat berarti.

Dalam pernyataannya, GoldMedalist menyoroti bahwa percakapan KakaoTalk yang sebelumnya diungkap oleh HoverLab ternyata palsu. Percakapan tersebut telah dimanipulasi dari percakapan yang melibatkan pihak ketiga yang tidak ada kaitannya dengan Kim Soo Hyun.

Selain itu, rekaman suara mendiang Kim Sae Ron juga dipastikan sebagai hasil manipulasi menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI). Hal ini semakin memperkuat dugaan adanya upaya sistematis untuk menjatuhkan nama baik Kim Soo Hyun.

Kim Se Eui sendiri telah melanggar beberapa pasal hukum. Di antaranya adalah Undang-Undang tentang Promosi Pemanfaatan Jaringan Informasi dan Komunikasi serta Perlindungan Informasi, Undang-Undang tentang Kejahatan Penguntitan, dan Undang-Undang tentang Kasus Khusus Hukuman Kejahatan Seksual.

Agensi juga mengapresiasi kerja keras pihak berwenang dalam mengungkap kasus ini, dengan mengandalkan bukti-bukti yang obyektif. Mereka menekankan bahwa proses hukum yang dijalani telah terbukti efektif dalam mengungkap kebenaran.

Sementara itu, Kim Se Eui membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Saat diwawancarai oleh wartawan di luar ruang sidang, ia menyatakan ketidaksetujuannya terhadap surat perintah penangkapan yang dianggapnya tidak masuk akal dan tidak menyertakan fakta dasar yang memadai.