DermayuMagz.com – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Rifqinizamy Karsayuda, telah menerima amanah baru sebagai Penasihat Khusus untuk Pembangunan dan Kerja Sama Pendidikan Tinggi Vokasi antara China dan Indonesia.
Penunjukan ini merupakan bentuk kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah China, sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi kedua negara. Fokus utama kerja sama ini mencakup pengembangan sumber daya manusia (SDM), transfer teknologi, serta hilirisasi industri.
Rifqinizamy menyatakan bahwa kepercayaan ini diterima setelah melakukan serangkaian kunjungan dan pertemuan dengan perwakilan Pemerintah China dalam beberapa hari terakhir.
Ia menyampaikan rasa hormatnya atas amanah yang diberikan. “Semalam, saya menerima kehormatan dipercaya sebagai Penasihat Khusus/Special Advisor bagi Pembangunan dan Kerja Sama Pendidikan Tinggi Vokasi China-Indonesia,” ujarnya dalam keterangan pers pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Menurutnya, posisi ini menjadi jembatan penting untuk kerja sama antara Pemerintah China dan Indonesia. Terutama, ini akan memberikan manfaat bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas SDM. Selain itu, kerja sama ini juga diharapkan dapat mendorong penguatan sektor industri yang berbasis teknologi dan hilirisasi.
Rifqinizamy melihat penunjukan ini sejalan dengan komitmen Komisi II DPR RI. Komisi tersebut berupaya mendorong kemandirian fiskal di tingkat daerah. Salah satu strateginya adalah dengan membuka berbagai alternatif pembiayaan.
Upaya lain yang dilakukan adalah memperkuat peran badan usaha milik daerah (BUMD). Tujuannya agar BUMD dapat menjadi lebih kompetitif di era global ini.
“Salah satunya dengan menghadirkan berbagai alternatif pembiayaan dan membangun BUMD yang kompetitif,” jelas Ketua DPP Partai NasDem ini.
Demi Pengembangan Daerah di Indonesia
Rifqinizamy menegaskan komitmennya untuk memanfaatkan amanah baru ini. Ia akan berperan menjembatani antara kebutuhan dan potensi yang dimiliki oleh berbagai daerah di Indonesia dengan peluang kerja sama yang ditawarkan oleh China.
Ia menekankan bahwa kerja sama antarnegara adalah sebuah keniscayaan. Hal ini penting dalam upaya mendorong pembangunan di berbagai daerah di Indonesia, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan global saat ini.
Namun demikian, Rifqinizamy memberikan catatan penting. Setiap kerja sama internasional harus tetap berlandaskan pada kepentingan nasional bangsa Indonesia.
Baca juga : Memilih Bahan Baku Berkualitas untuk Produk Kuliner Rumahan Agar Usaha Makin Berkembang
“Kerja sama antarnegara adalah keniscayaan dalam membangun daerah di Indonesia saat ini. Namun dengan satu catatan penting, kedaulatan dan kemandirian bangsa adalah harga mati bagi kita,” tegasnya.






