Harga Emas Antam Hari Ini Naik Pesat, Cek Rinciannya

Bisnis5 Dilihat

DermayuMagz.com – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menunjukkan tren kenaikan yang signifikan pada perdagangan Sabtu, 30 Mei 2026. Kenaikan ini melanjutkan tren positif emas Antam dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data dari laman resmi Logammulia.com, harga emas Antam pada hari Sabtu, 30 Mei 2026, tercatat sebesar Rp 2.799.000 per gram. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar Rp 25.000 dibandingkan dengan harga pada perdagangan sebelumnya, yaitu Rp 2.774.000 per gram.

Perlu dicatat bahwa kenaikan ini menjadikan total penambahan harga emas Antam dalam dua hari terakhir mencapai Rp 45.000. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan permintaan atau faktor lain yang memengaruhi nilai aset berharga ini.

Tidak hanya harga jual, harga buyback atau pembelian kembali emas oleh Antam juga mengalami kenaikan. Pada hari yang sama, harga buyback emas Antam naik Rp 30.000 menjadi Rp 2.609.000 per gram. Angka ini merupakan harga yang akan ditetapkan Antam jika investor memutuskan untuk menjual kembali emas mereka.

Sebagai catatan, harga emas Antam sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarahnya pada Kamis, 29 Januari 2026. Saat itu, harga emas batangan mencapai Rp 3.168.000 per gram, dengan harga buyback di angka Rp 2.989.000 per gram. Data mengenai harga emas Antam ini bersumber langsung dari situs resmi Logam Mulia, yang merupakan unit bisnis dari PT Aneka Tambang Tbk. Oleh karena itu, informasi yang disajikan memiliki tingkat akurasi dan kredibilitas yang tinggi.

Berikut adalah rincian lengkap harga emas Antam pada Sabtu, 30 Mei 2026, berdasarkan berbagai ukuran berat:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 1.449.500
  • Harga emas 1 gram: Rp 2.799.000
  • Harga emas 2 gram: Rp 5.548.000
  • Harga emas 3 gram: Rp 8.304.000
  • Harga emas 5 gram: Rp 13.810.000
  • Harga emas 10 gram: Rp 27.540.000
  • Harga emas 25 gram: Rp 68.685.000
  • Harga emas 50 gram: Rp 137.205.000
  • Harga emas 100 gram: Rp 274.260.000
  • Harga emas 250 gram: Rp 685.340.000
  • Harga emas 500 gram: Rp 1.370.400.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 2.739.600.000

Pergerakan Harga Emas Dunia

Sementara itu, pergerakan harga emas dunia juga menunjukkan dinamika yang menarik. Pada Jumat, 29 Mei 2026, harga emas dunia tercatat menguat dalam dua sesi perdagangan berturut-turut. Penguatan ini dipicu oleh potensi kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Namun, secara keseluruhan, harga emas dunia masih berpotensi mengalami penurunan bulanan. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran inflasi yang terus membayangi dan ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih tinggi, yang secara umum membebani sentimen pasar terhadap aset aman seperti emas.

Mengutip laporan dari CNBC, harga emas spot pada Jumat, 29 Mei 2026, naik 0,6 persen menjadi US$ 4.519,64 per ounce. Meskipun sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan di US$ 4.356,76 pada Kamis, 28 Mei 2026, harga emas berhasil ditutup lebih tinggi pada akhir sesi.

Untuk kontrak berjangka emas Amerika Serikat dengan pengiriman Agustus, harganya mengalami kenaikan 0,4% menjadi US$ 4.550. Pergerakan ini menunjukkan adanya minat pasar terhadap emas sebagai instrumen investasi.

Di pasar komoditas lainnya, harga perak spot mengalami sedikit penurunan sebesar 0,2% menjadi US$ 75,51 per ounce, meskipun masih menuju kenaikan bulanan. Sementara itu, harga platinum cenderung stabil di US$ 1.923,55 per ounce. Palladium, di sisi lain, naik 0,6% menjadi US$ 1.375,57, namun secara keseluruhan mengalami penurunan lebih dari 9% selama bulan Mei.

Sumber yang memahami situasi tersebut mengungkapkan bahwa kesepakatan AS-Iran yang diusulkan mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari dan pencabutan pembatasan pengiriman melalui Selat Hormuz. Meskipun demikian, Presiden AS Trump belum memberikan persetujuan final terhadap perjanjian ini, dan media pemerintah Iran melaporkan bahwa perjanjian tersebut belum finalisasi.

Sentimen Lain yang Mempengaruhi Harga Emas

Chief Market Strategist Blue Line Futures, Philip Streible, mengemukakan bahwa emas berhasil memantul dari level support teknis kunci. Optimisme terkait perpanjangan gencatan senjata juga mendorong kenaikan harga minyak dan pelemahan dolar AS, yang keduanya memberikan dampak positif bagi harga emas batangan.

Indeks dolar AS sendiri dilaporkan sedang menuju penurunan mingguan. Hal ini membuat logam mulia yang dihargai dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi pembeli internasional. Harga minyak juga diprediksi akan mengalami penurunan mingguan.

Namun, Streible mengingatkan bahwa narasi mengenai suku bunga yang “lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama” masih menjadi perhatian utama. Gangguan pada rantai pasokan dan infrastruktur energi dapat menyebabkan harga minyak tetap tinggi, yang pada gilirannya akan membuat Federal Reserve (The Fed) tetap berhati-hati dalam kebijakan moneternya.

Data yang dirilis pada Kamis menunjukkan inflasi di Amerika Serikat mengalami kenaikan pada laju tercepat dalam tiga tahun pada bulan April. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh lonjakan harga energi yang terkait dengan konflik di Iran. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa The Fed kemungkinan akan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah hingga tahun depan.

Kenaikan suku bunga acuan secara umum meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset seperti emas yang tidak memberikan imbal hasil. Akibatnya, harga emas spot tercatat mengalami penurunan lebih dari 2% sepanjang bulan Mei.

Baca juga : Perkuat Ekonomi Daerah Sulawesi untuk Stabilitas dan Pemerataan

Di pasar internasional lainnya, permintaan emas di India dilaporkan masih lesu. Hal ini disebabkan oleh tingginya harga emas dan pemberlakuan bea masuk. Di Tiongkok, salah satu konsumen utama emas, premi emas juga mengalami penyempitan di tengah sentimen pasar yang cenderung berhati-hati.