Buku Cermin Diri Mien Uno Diluncurkan di Usia 85, Sandiaga Uno Akui Ibunda Inspirator

showbiz4 Dilihat

DermayuMagz.com – Di usianya yang ke-85 tahun, Mien Uno kembali menunjukkan produktivitasnya dengan meluncurkan sebuah buku baru berjudul “Cermin Diri: 85 Perjalanan Hidup”. Peluncuran buku ini tidak hanya menjadi sorotan karena usia sang penulis, tetapi juga karena dukungan penuh dari putranya, Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ibundanya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia menyatakan bahwa di usia 85 tahun, ibundanya masih diberikan kesehatan dan berkah untuk terus berkarya dan menginspirasi banyak orang.

Buku “Cermin Diri” ini, menurut Sandiaga Uno, mengajak pembaca untuk mensyukuri setiap proses kehidupan dan memetik hikmah dari setiap tantangan yang dihadapi. Ia pun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada sang ibunda atas teladan dan pelajaran hidup yang tak pernah berhenti diberikan.

Unggahan Sandiaga Uno tersebut disambut hangat oleh para pengikutnya di Instagram. Banyak yang memberikan ucapan selamat ulang tahun dan doa untuk kesehatan serta kecantikan Mien Uno. Pesohor seperti Yenny Wahid dan Mustafa personel Debu juga turut memberikan ucapan.

Dalam acara peluncuran buku yang berlangsung hangat, Sandiaga Uno juga menyampaikan sambutan dan berbicara mengenai kekuatan seorang ibu. Ia menekankan bahwa kekuatan seorang ibu tidak selalu terlihat dari perkataan, melainkan dari ketulusan dalam menjalani hidup.

Sandiaga Uno berharap doa-doa baik yang diberikan kepadanya dan ibundanya akan berbalik kepada mereka yang mendoakan. Ia juga berterima kasih atas kehadiran dan doa tulus dari para sahabat dan kerabat yang hadir.

Lebih lanjut, Sandiaga Uno menyatakan bahwa buku ini bukan tentang siapa yang paling pintar, melainkan tentang keberanian untuk jujur pada perjalanan hidup. Ia mendoakan ibundanya senantiasa diberikan kesehatan.

Buku karya Mien Uno ini berfokus pada pengembangan diri atau self-help dan motivasi. Buku ini juga menyoroti realitas sosial mengenai sifat manusia, di mana terkadang manusia meninggalkan teman saat kesulitan melanda.

Namun, Mien Uno percaya bahwa akan selalu ada satu atau dua orang yang tetap lekat di hati dan mendengarkan keluhan kita. Ia pun mengajak generasi muda untuk memahami potensi diri dan menyalakan harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Mien Uno berpesan kepada generasi muda untuk belajar menerima diri sendiri dan segala apa yang mereka miliki saat ini. Pesan ini menjadi salah satu inti dari buku “Cermin Diri” yang diluncurkan di usianya yang ke-85 tahun.

Sementara itu, dalam berita terpisah, muncul informasi mengenai rumah yang ditempati Sarwendah. Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, mengungkapkan bahwa rumah tersebut kini dalam kondisi kritis secara finansial. Hal ini dikarenakan tunggakan cicilan yang tidak dibayarkan sejak Juni 2024.

Chris Sam Siwu menyatakan bahwa pihak bank telah mengirimkan surat peringatan berkali-kali kepada pemilik aset. Ia memegang bukti-bukti peringatan tersebut sebagai dasar pernyataannya.

Menurutnya, ada aset yang menjadi bagian milik kliennya namun statusnya masih belum jelas dan membutuhkan tanggung jawab dari pihak mantan suami, Ruben Onsu, sebagaimana yang telah disepakati. Meskipun ada komitmen tertulis, Ruben Onsu diduga tidak memenuhi janjinya untuk melunasi cicilan rumah tersebut.

Kondisi ini membuat Sarwendah berada dalam posisi sulit karena kepemilikan aset masih menggantung. Chris Sam Siwu juga menunjukkan bukti percakapan (chat) yang menunjukkan kesepakatan sebelum akta dibuat, di mana pihak Ruben Onsu berjanji untuk mencicil hingga lunas.

“Ada bukti chat kok sebelum akta kesepakatan sudah disepakati bahwa pihak RO yang mau mencicil sampai lunas, sampai beres, tidak dibebankan kepada klien kami sebagai seorang ayah yang baik, mantan suami yang baik dan bertanggung jawab. Namun praktiknya tak dilakukan sampai saat ini,” ujar Chris Sam Siwu.

Ia menambahkan bahwa kliennya mendapatkan aset yang masih “nyangkut” di bank dengan nilai yang fantastis. Kondisi ini semakin memburuk karena rumah tersebut terancam dilelang oleh pihak bank.

Status kredit rumah tersebut saat ini sudah masuk kategori paling buruk dalam sistem perbankan, yaitu Kolektibilitas 5 (Kol 5). Chris Sam Siwu menjelaskan bahwa Kol 5 adalah tahap akhir sebelum aset masuk ke proses lelang.

Chris Sam Siwu juga mengungkapkan bahwa Sarwendah telah mencoba mencari jalan tengah dengan menawarkan untuk membagi dua beban pembayaran cicilan demi menyelamatkan rumah tersebut. Namun, tawaran ini tidak mendapat respons positif dari pihak mantan suami.

“Klien kami dengan kesabaran bilang ya sudahlah kita bagi dua saja. Itu iktikad baik dari seorang Sarwendah untuk menyelamatkan rumah. Pada akhirnya dalam komunikasi mereka bilang enggak mau, itu harus Sarwendah semua karena yang nempatin,” jelas Chris Sam Siwu.

Ia menekankan bahwa Sarwendah telah menunjukkan kesabarannya dalam menghadapi situasi ini. Terlebih lagi, aset rumah tersebut ternyata juga terkait dengan hutang perusahaan Ruben Onsu.

Baca juga : Kolaborasi Berbagi Le Minerale dan Masjid Istiqlal Lanjut di Idul Adha

“Jadi ini klien kami ini kurang sabar apa lagi gitu lo. Sudah tinggal satu rumah, tahu-tahu dijaminkan lalu hutangnya besar banget, itu bercampur juga dengan hutang perusahaannya RO juga,” pungkasnya.