DermayuMagz.com – Kekecewaan mendalam tak mampu disembunyikan dari wajah gelandang andalan Arsenal, Declan Rice, usai gagal mengangkat trofi Liga Champions. Namun, ia tetap tegar dan memberikan pesan tegas kepada seluruh penggemar atas kegagalan yang terjadi.
Impian besar Arsenal untuk menjadi raja Eropa pada musim 2025/2026 harus kandas secara tragis. The Gunners menelan kekalahan dari Paris Saint-Germain (PSG) melalui adu penalti 3-4, setelah bermain imbang 1-1 dalam 120 menit pada partai puncak Liga Champions.
Kekalahan menyakitkan di laga krusial ini diakui Rice sebagai pukulan yang sangat telak bagi seluruh skuad. Baginya, kalah dalam babak adu penalti selalu menyisakan rasa sesal karena hasil akhirnya sering kali ditentukan oleh keberuntungan, layaknya sebuah lotre.
“Ini sangat menyakitkan. Sangat mengecewakan kalah di final Liga Champions melalui adu penalti,” ujar Declan Rice dengan nada emosional setelah pertandingan kepada TNT Sport, dipetik dari BBC.
Meski diselimuti rasa patah hati, mantan pemain West Ham United ini mencoba tegar. Ia enggan larut dalam kesedihan dan memilih untuk melihat pencapaian Arsenal dari sudut pandang yang lebih luas. Berhasil menembus final kompetisi tertinggi antarklub Eropa merupakan bukti sahih dari perkembangan pesat armada Mikel Arteta musim ini.
“Saya mencoba melihat dari perspektif yang lebih luas tentang seberapa jauh kami telah melangkah sebagai sebuah tim. Ini tetap musim yang luar biasa. Kami memberikan segalanya dan membawa pertandingan hingga adu penalti. Ini seperti lotre, ini sepak bola,” tambahnya.
Menurut Rice, Arsenal sebenarnya telah menunjukkan penampilan bagus sepanjang 120 menit. The Gunners disebutnya menjaga fokus mental tingkat tinggi demi meredam agresivitas lini serang PSG.
“Anda harus fokus secara mental untuk menghadapi PSG sepanjang pertandingan. Mereka ingin kami bermain seperti Bayern bermain melawan mereka [di semifinal], tetapi begitulah cara mereka mencetak lima atau olih enam gol melawan lawan. Anda harus benar-benar tangguh dan waspada,” ungkap Rice membeberkan strategi timnya.
Kedisiplinan itu terbukti ampuh. Perlahan tapi pasti, Arsenal mampu menahan gempuran dan menetralisir ancaman PSG hingga minim peluang berbahaya yang tercipta di waktu normal. Bahkan gol Les Parisiens tercipta dari titik putih.
Kekalahan di babak tos-tosan ini memang merenggut trofi yang sudah di depan mata. Namun, Declan Rice merasa malam kelabu di final ini bukanlah akhir dari segalanya. Ia justru melemparkan pesan tegas bernada optimistis bahwa The Gunners tidak akan menyerah dan siap meledak lagi di musim depan.
“Beberapa tim terbaik sepanjang masa pernah kalah melalui adu penalti dan kami menjadi korbannya malam ini. Kita menang bersama, kita kalah bersama, dan saya sangat bangga dengan para pemain ini. Saya tidak bisa cukup memuji semua orang,” tegas gelandang Timnas Inggris tersebut.
“Saya jelas sangat kecewa, tetapi saya mencoba melihat dari perspektif yang lebih luas. Ini adalah perjalanan yang luar biasa musim ini. Kami akan kembali,” pungkasnya.
Liputan6.com, Jakarta – UEFA resmi mengumumkan penghargaan individu untuk Liga Champions musim 2025/2026. Bintang PSG, Khvicha Kvaratskhelia, dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Musim Ini.
Baca juga : Pemkot Jaksel Siapkan Dana Rp 380 Juta untuk Perbaikan Saluran Amblas Lenteng Agung
Sementara itu, gelandang muda Real Madrid, Arda Guler, meraih penghargaan sebagai pendatang baru terbaik atau Breakthrough Player of the Season.
Kedua pemain tersebut tampil impresif sepanjang kompetisi dan menjadi sosok penting bagi klub masing-masing. Musim ini sendiri ditutup dengan keberhasilan PSG mempertahankan gelar Liga Champions setelah kembali menjadi juara Eropa untuk kedua kalinya secara beruntun.
Penghargaan pemain terbaik jatuh kepada Kvaratskhelia berkat kontribusi luar biasanya sepanjang turnamen. Winger asal Georgia itu tampil konsisten sejak fase awal hingga partai final dan menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam perjalanan PSG menuju tangga juara.
Sepanjang kompetisi, Kvaratskhelia mencatatkan torehan 10 gol dan enam assist. Statistik tersebut menjadikannya salah satu pemain dengan kontribusi gol tertinggi di Liga Champions musim ini.
Perannya juga sangat terasa pada laga final melawan Arsenal. Dalam pertandingan yang berlangsung ketat itu, Kvaratskhelia berhasil memenangkan penalti yang kemudian dikonversi menjadi gol penyeimbang oleh Ousmane Dembele untuk tim asuhan Luis Enrique.
Salah satu penampilan terbaiknya terjadi pada semifinal leg pertama menghadapi Bayern Munich. Saat itu, Kvaratskhelia mencetak dua gol dan membantu PSG meraih kemenangan dramatis 5-4 dalam pertandingan yang menjadi salah satu laga paling menarik musim ini.
Di sisi lain, UEFA memberikan penghargaan Breakthrough Player of the Year kepada Arda Guler. Penghargaan baru tersebut dibuat untuk mengapresiasi pemain muda yang menunjukkan perkembangan signifikan selama satu musim kompetisi Liga Champions.
Kelompok Pengamat Teknis UEFA menilai perkembangan Guler sepanjang musim sangat menonjol. Pemain internasional Turki itu berhasil mengubah statusnya dari pelapis menjadi salah satu pemain utama di lini tengah Real Madrid.
Jika pada musim 2024/2025 ia hanya sekali menjadi starter di Liga Champions, musim ini situasinya berubah drastis. Guler tampil dalam 14 pertandingan dan dipercaya sebagai starter dalam 13 laga, menunjukkan peningkatan kepercayaan dari tim pelatih.
Gelandang berusia 21 tahun tersebut mengakhiri kompetisi dengan catatan dua gol dan empat assist. Kedua gol pertamanya di Liga Champions lahir saat menghadapi Bayern Munich pada babak perempat final.
Selain kontribusi angka, Guler juga beberapa kali menjadi pembeda lewat kreativitas dan kemampuannya mengontrol permainan. Salah satu penampilan terbaiknya terjadi saat Real Madrid menghadapi Juventus di fase liga.
Pada pertandingan tersebut, Guler tampil dominan di lini tengah dan berhasil membawa timnya meraih kemenangan. Penampilan impresifnya pun diganjar penghargaan Pemain Terbaik Pertandingan.






