DermayuMagz.com – Pertarungan akbar di final Liga Champions akan mempertemukan Paris Saint-Germain (PSG) melawan Arsenal pada Sabtu, 30 Mei 2026. Selain gengsi sebagai juara Eropa, ada hadiah uang yang menggiurkan bagi tim yang berhasil mengangkat trofi Si Kuping Besar.
PSG memiliki ambisi besar untuk mengukir sejarah dengan menjadi tim yang mampu memenangkan Liga Champions dua kali berturut-turut. Di sisi lain, Arsenal bertekad untuk meraih gelar paling prestisius di Eropa ini untuk pertama kalinya, setelah sebelumnya mereka berhasil menjuarai Liga Premier.
Pertandingan yang akan digelar di Hungaria ini tentu saja bukan hanya soal trofi dan kehormatan, tetapi juga melibatkan pertaruhan finansial yang signifikan bagi kedua klub.
Menurut laporan dari TNT Sport pada Sabtu, 30 Mei 2026, kemenangan bagi Arsenal akan menjadi puncak kejayaan bagi tim asuhan Mikel Arteta. Gelar ganda yang mengesankan, memenangkan Liga Premier dan Liga Champions dalam satu musim, tentu akan menjadi prestasi yang luar biasa.
Sementara itu, bagi PSG, kemenangan ini akan semakin mengukuhkan status mereka sebagai salah satu kekuatan dominan di Eropa. Mereka berpotensi menunjukkan periode keemasan yang serupa dengan yang pernah dicapai oleh Real Madrid di bawah kepelatihan Zinedine Zidane.
Namun, di balik kemegahan dan gengsi, tersimpan nilai finansial yang menjadi incaran kedua tim. Lantas, berapa sebenarnya hadiah uang yang disiapkan oleh UEFA bagi para kontestan Liga Champions, terutama bagi sang juara?
Tim yang berhasil keluar sebagai juara Liga Champions akan menerima hadiah sebesar 25 juta euro. Jika dikonversikan ke dalam poundsterling, jumlahnya mencapai 21,7 juta. Dengan asumsi nilai tukar 1 euro setara dengan Rp 20.780, maka pemenang berhak atas sekitar Rp 519,57 miliar.
Baca juga : Ahmad Mursidi, Kini Staf Ahli Usai Kasus Tabrakan dengan Selang Oksigen di Hidung
Perlu dicatat, angka ini adalah hadiah untuk sang juara. Tim-tim yang melaju ke babak-babak sebelumnya juga telah mengumpulkan pundi-pundi uang yang tidak sedikit. Ini termasuk insentif dari setiap kemenangan dan hasil imbang yang diraih di fase grup, serta bonus berdasarkan posisi akhir di klasemen grup.
Misalnya, tim yang berhasil menembus babak semifinal akan mendapatkan hadiah sebesar 15 juta euro, atau sekitar 13 juta poundsterling. Nilai ini setara dengan Rp 311,74 miliar. Bagi tim yang mencapai perempat final, hadiahnya adalah 12,5 juta euro, atau sekitar 10,8 juta poundsterling, yang berarti Rp 259,78 miliar.
Bahkan, untuk sekadar lolos ke babak 16 besar, tim-tim sudah berhak menerima 11 juta euro, atau sekitar 9,5 juta poundsterling, yang setara dengan Rp 228,61 miliar.
Lalu, bagaimana dengan tim yang harus puas menjadi runner-up di partai final?
Tim yang kalah di final Liga Champions tetap akan membawa pulang hadiah yang cukup besar, yaitu 18,5 juta euro, atau sekitar 16 juta poundsterling. Jumlah ini setara dengan Rp 384,48 miliar. Meskipun tidak meraih gelar juara, menjadi finalis saja sudah memberikan keuntungan finansial yang signifikan.
Hadiah yang Diterima Final Liga Champions
Berapa banyak hadiah uang yang berhasil dikumpulkan oleh PSG dari kemenangan mereka di Liga Champions musim 2024/2025?
PSG, yang dikenal memiliki kekuatan finansial yang solid, tentu saja semakin memperkaya kas mereka berkat kesuksesan meraih gelar Liga Champions tahun lalu. Setelah mengalahkan Inter Milan dengan skor telak 5-0 di Munich, klub asal Prancis ini berhasil mengumpulkan total hadiah uang sebesar 83,1 juta euro, atau sekitar 72 juta poundsterling. Dalam rupiah, jumlah ini mencapai sekitar Rp 1,72 triliun.
Namun, pendapatan PSG bisa saja lebih besar jika mereka mampu meraih kemenangan di setiap pertandingan fase grup mereka.
Berapa banyak yang akan diperoleh Arsenal jika mereka memenangkan Liga Champions?
Apabila Arsenal berhasil mengalahkan PSG dalam partai final, mereka diprediksi akan mengumpulkan total hadiah uang yang mendekati 90 juta poundsterling. Angka ini setara dengan 78 juta euro, atau sekitar Rp 1,87 triliun. Perolehan ini sebagian besar berasal dari pencapaian delapan kemenangan beruntun di fase grup Liga Champions.
Di sisi lain, PSG, yang hanya mampu memenangkan empat dari delapan pertandingan di fase grup, berpotensi mendapatkan pendapatan yang lebih kecil dibandingkan Arsenal, meskipun mereka berhasil mempertahankan gelar juara di Hungaria.
Meskipun demikian, motivasi utama bagi kedua tim bukanlah semata-mata soal uang. Status sebagai juara Eropa adalah pencapaian tertinggi dalam sepak bola klub di benua biru. Uang yang didapat hanyalah sebuah bonus tambahan yang sangat berharga.






