DermayuMagz.com – Dua petinju kebanggaan Indonesia, Sunan Agung Amoragam dan Noldi Mahakane, sukses meraih kemenangan meyakinkan atas lawannya dari Thailand dalam ajang Pattimura International BIG Fight 2026.
Pertandingan yang digelar di Studio LPP TVRI Senayan, Jakarta, pada Jumat (29/5/2026) malam itu, menjadi saksi bisu dominasi para petinju Tanah Air.
Sunan Agung Amoragam tampil memukau di kelas super bantam 55,3 kilogram. Ia berhadapan dengan Nathha Phong Nu, yang merupakan juara nasional Thailand.
Sejak awal pertarungan, Sunan menunjukkan gaya agresif yang luar biasa. Serangannya yang bertubi-tubi membuat lawannya kesulitan.
Kemenangan impresif diraih Sunan melalui technical knockout (TKO) di ronde ketiga. Padahal, pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga delapan ronde.
Petinju yang telah menjalani pemusatan latihan di HS Boxing Camp Ciseeng ini membuktikan kualitasnya di atas ring.
Berkat performa gemilangnya, Sunan berhak membawa pulang Piala Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos.
Sementara itu, Noldi Mahakane juga tak kalah tangguh. Ia bertarung di kelas bulu 57,1 kilogram melawan Phirawat Panthong, juara nasional Thailand lainnya.
Pertarungan Noldi berlangsung lebih sengit. Sebagai mantan juara PABA dan WBC Asia, ia dituntut mengeluarkan seluruh kemampuannya.
Noldi harus berjuang hingga ronde kedelapan sebelum akhirnya dewan juri memutuskan kemenangannya melalui angka mutlak.
Kemenangan Noldi semakin menegaskan bahwa petinju senior Indonesia masih memiliki kualitas dan mampu bersaing di kancah internasional.
Selain kedua nama tersebut, petinju Indonesia lainnya juga meraih hasil positif dalam kejuaraan ini.
Refly Manake berhasil mengalahkan Albert Mondome melalui TKO di ronde ketiga dalam duel empat ronde di kelas super bantam.
Iwan Kei Ngabalin juga sukses meraih kemenangan angka mutlak atas Kristian Malindo Rigiredjo di kelas ringan 61,2 kilogram.
Keberhasilan para petinju Indonesia ini tidak lepas dari persiapan matang yang telah mereka jalani.
Baca juga : Kronologi Versi Korban Sopir Taksi Online Ngamuk di Tol JORR
Sunan mengungkapkan bahwa persiapannya telah dimulai sejak Februari 2026. Ia berlatih intensif di HS Boxing Camp Ciseeng.
“Saya latihan di HS Boxing Ciseeng bersama pelatih Kamanit dari pelatnas. Saya juga bergabung dengan atlet-atlet pelatnas PERBATI untuk persiapan menghadapi Pattimura BIG Fight ini,” ujar Sunan.
Menurutnya, program latihan yang dijalani selama berbulan-bulan telah meningkatkan kepercayaan diri dan performanya.
Mengenai langkah selanjutnya dalam kariernya, Sunan menyerahkan sepenuhnya kepada tim manajerialnya.
“Nanti manajer saya yang mengarahkan akan bertanding di mana. Saya siap mengikuti,” katanya.
Promotor Pattimura International BIG Fight 2026, Nikolas Johan Kilikily, menyatakan rasa syukurnya atas kemenangan para petinju Indonesia.
Ia juga berterima kasih atas dukungan berbagai pihak, termasuk sponsor dan pemerintah.
Nikolas berencana untuk menggelar ajang serupa dengan skala yang lebih besar pada tahun mendatang.
“Tahun depan, sekitar Agustus, kami menargetkan bisa menggelar kejuaraan minimal level PABA atau IBO. Untuk event kali ini persiapannya sangat singkat, hanya sekitar dua bulan,” jelasnya.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, melihat Pattimura International BIG Fight 2026 sebagai momen penting untuk membangkitkan kembali kejayaan tinju Indonesia.
Ia teringat masa kejayaan Ellyas Pical sebagai juara dunia.
Hendrik berharap munculnya bibit-bibit petinju muda berbakat seperti Ellyas Pical baru dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kita berharap muncul Elly-Elly baru dari Maluku maupun daerah lainnya. Event seperti ini menjadi kesempatan bagi para petinju untuk mengukur kemampuan dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” katanya.
Ia juga berharap kejuaraan ini dapat diselenggarakan di Ambon di masa mendatang, mengingat potensi besar petinju dari wilayah tersebut.






