Alasan Lamine Yamal Selalu Memakai Perban di Tangannya

bola2 Dilihat

DermayuMagz.com – Lamine Yamal, wonderkid Timnas Spanyol, menjadi salah satu figur paling mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. Performanya yang impresif bersama Barcelona dan tim nasional Spanyol di usia yang sangat muda telah mengukir berbagai prestasi luar biasa.

Namun, di balik gemilangnya penampilan Yamal di lapangan hijau, ada satu detail yang kerap menjadi pertanyaan publik: perban yang selalu menghiasi tangannya, bahkan ketika ia tidak sedang mengalami cedera.

Kebiasaan Yamal mengenakan perban ini menimbulkan spekulasi di kalangan penggemar sepak bola. Banyak yang menduga bahwa perban tersebut merupakan indikasi cedera yang belum sepenuhnya pulih, mengingat jadwal pertandingan yang padat bagi pemain seusianya.

Teka-teki mengenai perban di tangan Lamine Yamal akhirnya terjawab menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Dalam sebuah kesempatan, pemain muda tersebut menjelaskan alasan di balik kebiasaannya ini.

Yamal mengungkapkan, “Perban di tangan saya saat bermain? Karena suatu hari saya sedang bermain PlayStation lalu memukul televisi dan membuat jari-jari saya membengkak.” Penjelasannya ini sekaligus meluruskan berbagai asumsi yang selama ini beredar.

Lebih lanjut, Yamal mengakui bahwa ia merasa nyaman dan cocok dengan penampilan tersebut saat bertanding. Ia bahkan menyamakan gayanya dengan mantan bintang Real Madrid, Karim Benzema.

“Setelah itu, saya merasa perban tersebut cocok untuk saya, seperti Karim Benzema,” ujar Yamal. Pernyataan ini menegaskan bahwa penggunaan perban kini lebih merupakan bagian dari ciri khas dan gaya pribadinya, bukan karena alasan medis.

Kisah Karim Benzema dengan perban di tangannya memang sudah sangat dikenal. Benzema mulai mengenakan perban tersebut setelah mengalami cedera patah jari kelingking pada tahun 2019, dan sejak itu perban tersebut seolah menjadi identitasnya di lapangan.

Berbeda dengan Benzema yang memiliki latar belakang medis terkait penggunaan perban, kondisi Lamine Yamal saat ini dinyatakan baik. Perban yang dikenakannya tidak berkaitan dengan cedera yang dapat memengaruhi performanya.

Informasi ini tentu menjadi kabar baik bagi para pendukung Timnas Spanyol yang sangat berharap pada talenta muda ini. Mereka dapat menyaksikan aksi gemilang Yamal di Piala Dunia 2026 tanpa kekhawatiran akan kondisi fisiknya.

Dengan demikian, jika Lamine Yamal tetap tampil dengan tangan diperban sepanjang turnamen, hal tersebut tidak menandakan adanya gangguan kesehatan. Perban tersebut kini lebih berperan sebagai elemen gaya yang semakin memperkuat citra salah satu bintang sepak bola paling bersinar saat ini.

Di sisi lain, kompetisi olahraga lainnya terus menyajikan drama menarik. Di ajang bola basket, Pelita Jaya Jakarta berhasil membalas kekalahan mereka dari Dewa United Banten dalam game kedua semifinal IBL 2026. Pertandingan yang berlangsung di PJ Arena pada Senin (8/6/2026) malam WIB ini berakhir dengan skor 93-79 untuk kemenangan Pelita Jaya.

Kemenangan ini menyamakan kedudukan kedua tim menjadi 1-1 dalam format semifinal best of five. Keberhasilan Pelita Jaya tidak lepas dari penampilan impresif pemain asing mereka, Perrin Buford, yang sukses mencetak triple double dengan torehan 28 poin, 12 rebound, dan 12 assist.

Pelita Jaya memulai pertandingan dengan determinasi tinggi, menunjukkan pertahanan yang solid dan serangan yang efektif sejak awal. Mereka bahkan sempat unggul jauh hingga 17 poin di kuarter pertama.

Namun, Dewa United tidak tinggal diam. Mereka berhasil bangkit di kuarter kedua, memanfaatkan celah di pertahanan Pelita Jaya dan bahkan sempat memimpin tujuh poin. Skor paruh pertama berakhir tipis dengan keunggulan Dewa United 44-41.

Memasuki kuarter ketiga, Pelita Jaya kembali menunjukkan dominasinya. Pertahanan mereka menjadi lebih rapat, memaksa Dewa United melakukan banyak kesalahan. Duet Perrin Buford dan Jeff Withey menjadi motor serangan Pelita Jaya, menghasilkan kombinasi 19 poin di kuarter ini.

Pelita Jaya berhasil membalikkan keadaan dan mengakhiri kuarter ketiga dengan keunggulan 13 poin, 71-58. Momentum ini terus dijaga hingga kuarter terakhir, di mana Pelita Jaya berhasil mempertahankan keunggulan mereka dan mengunci kemenangan.

Selain performa gemilang Buford, Jeff Withey juga berkontribusi signifikan dengan double-double 12 poin dan 10 rebound. Pemain lokal, Andkara Prastawa, turut menambah pundi-pundi poin dengan 14 angka.

Di kubu Dewa United, Troy Gillenwater menjadi pencetak skor terbanyak dengan 23 poin dan tujuh rebound. Namun, performa kurang maksimal dari pemain kunci lainnya seperti DJ Cooper yang hanya mencetak 12 poin, menjadi salah satu kendala timnya.

Pertandingan selanjutnya, game ketiga dan keempat, akan kembali digelar di kandang Dewa United. Persaingan di semifinal IBL 2026 diprediksi akan semakin memanas.