Aston Villa Angkat Trofi Liga Europa: Kisah Sukses Unai Emery Ubah Tim Degradasi Jadi Juara
Aston Villa sukses menjuarai Liga Europa setelah melibas SC Freiburg 3-0 di Istanbul, menegaskan kejeniusan Unai Emery sebagai spesialis kompetisi Eropa.
OlehRichard Andreas LuturmasDiterbitkan 21 Mei 2026, 11:59 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarEmiliano Martinez menggendong Unai Emery setelah Aston Villa memastikan gelar juara Liga Europa. (YASIN AKGUL / AFP)
Liputan6.com, Jakarta – Aston Villa akhirnya kembali mencicipi kepuasan merengkuh trofi juara usai menumbangkan SC Freiburg dengan skor telak 3-0 pada laga final Liga Europa, Kamis (21/5/2026) dini hari di Besiktas Park, Istanbul. Keberhasilan ini menuntaskan dahaga gelar selama tiga puluh tahun, sekaligus mengukuhkan nama Unai Emery di jajaran pelatih papan atas kompetisi benua biru.
Tiga gol kemenangan Aston Villa di laga final Europa League tersebut masing-masing disumbangkan oleh Youri Tielemans, Emi Buendia, dan Morgan Rogers. Prestasi ini menyempurnakan catatan luar biasa mereka musim ini, setelah sebelumnya sukses mengamankan tempat di Liga Champions berkat keberhasilan finis di peringkat empat besar Premier League. Penampilan yang konsisten di sepanjang musim membuat momen kebangkitan Aston Villa ini terasa kian istimewa untuk dirayakan.
Lompatan besar Aston Villa tentu tidak lepas dari andil vital Unai Emery yang mulai memimpin tim sejak November 2022. Pada awal kedatangannya, Aston Villa terpuruk di papan bawah dan hanya berjarak satu angka dari zona merah. Namun dalam periode yang relatif pendek, Emery mampu membalikkan situasi klub secara total.
Juru taktik berkebangsaan Spanyol tersebut berhasil menanamkan mentalitas pemenang dan membawa Aston Villa kembali bersaing di level teratas. Sekarang, mereka tidak sekadar menjadi penantang serius di Premier League, melainkan juga sukses merebut mahkota juara di kompetisi Eropa.
“Kami perlu mencoba lagi untuk bersaing memperebutkan trofi, terutama di Eropa, ini adalah kesempatan yang sangat bagus. Namun tentu saja, Premier League adalah sesuatu yang fantastis, bagaimana kami tampil selama empat tahun, berada di posisi tujuh besar, lima besar, sekarang kami berada di urutan keempat lagi melawan tim-tim terbaik di dunia,” ujar Emery.
Ketangguhan di kompetisi domestik menjadi landasan utama bagi perjalanan berharga Aston Villa sepanjang musim ini. Rasa percaya diri skuad besutan Emery terus menebal seiring kemampuan mereka mengimbangi kekuatan tim-tim raksasa Inggris. Modal positif tersebut yang kemudian berhasil mereka tularkan saat mentas di panggung Eropa.
Kebangkitan Aston Villa di IstanbulPerbesarPara pemain Aston Villa FC berpose dengan trofi juara setelah memenangkan final UEFA Europa League Final melawan SC Freiburg di Istanbul, Turki, Kamis (21/5/2026) – (AP Photo)
Pertandingan final awalnya berjalan dengan tempo lambat dan penuh kehati-hatian. Kubu Freiburg berupaya mengendalikan ritme laga, sedangkan Aston Villa lebih memilih bersabar membongkar pertahanan lawan lewat dominasi penguasaan bola serta pressing yang terukur.
Lanjut Baca:
Kebuntuan akhirnya pecah setelah Aston Villa berhasil mencetak gol pembuka memanfaatkan situasi bola mati. Gol pertama tersebut membuat alur permainan mereka menjadi lebih lepas dan kian sulit diredam oleh barisan pertahanan Freiburg.
“30 menit pertama, kami menguji pertandingan, kedua tim, kami mencoba mengatur bagaimana kami mengelola 30 menit pertama. Namun kemudian secara progresif kami merasa lebih baik, dan ketika kami mencetak gol melalui situasi bola mati, kami memanfaatkannya dengan mengambil banyak rasa percaya diri untuk pertandingan tersebut,” ungkap Emery setelah laga berakhir.
Aston Villa terus menggempur dan mempertahankan intensitas serangan mereka hingga sanggup menyarangkan dua gol tambahan sebelum peluit panjang berbunyi. Di sisi lain, Freiburg tampak frustrasi keluar dari tekanan dan gagal mengembangkan strategi permainan mereka di sepanjang paruh kedua.
“Kami menunjukkan gairah, seperti yang ditransmisikan oleh para pendukung kepada kami. Setiap tim yang saya latih bagaimana mereka memberi saya, menunjukkan jalan mereka menuju trofi sangat fantastis, dan di sini juga sama. Karena di sini, Aston Villa memenangkan Piala Champions, dan ini adalah klub yang juga memiliki sejarah ini, dan gelar juara,” lanjutnya.
Show AllRichard Andreas LuturmasTim RedaksiShareCopy LinkBatalkanAjang OlahragaLiga Europa adalah ajang kompetisi bergengsi kedua di daratan Eropa setelah Liga ChampionsLihat SelengkapnyaLiga Europa
Aston Villa Angkat Trofi Liga Europa: Kisah Sukses Unai Emery Ubah Tim Degradasi Jadi Juara
Aston Villa sukses menjuarai Liga Europa setelah melibas SC Freiburg 3-0 di Istanbul, menegaskan kejeniusan Unai Emery sebagai spesialis kompetisi Eropa.
OlehRichard Andreas LuturmasDiterbitkan 21 Mei 2026, 11:59 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarEmiliano Martinez menggendong Unai Emery setelah Aston Villa memastikan gelar juara Liga Europa. (YASIN AKGUL / AFP)
Kebuntuan akhirnya pecah setelah Aston Villa berhasil mencetak gol pembuka memanfaatkan situasi bola mati. Gol pertama tersebut membuat alur permainan mereka menjadi lebih lepas dan kian sulit diredam oleh barisan pertahanan Freiburg.
“30 menit pertama, kami menguji pertandingan, kedua tim, kami mencoba mengatur bagaimana kami mengelola 30 menit pertama. Namun kemudian secara progresif kami merasa lebih baik, dan ketika kami mencetak gol melalui situasi bola mati, kami memanfaatkannya dengan mengambil banyak rasa percaya diri untuk pertandingan tersebut,” ungkap Emery setelah laga berakhir.
Aston Villa terus menggempur dan mempertahankan intensitas serangan mereka hingga sanggup menyarangkan dua gol tambahan sebelum peluit panjang berbunyi. Di sisi lain, Freiburg tampak frustrasi keluar dari tekanan dan gagal mengembangkan strategi permainan mereka di sepanjang paruh kedua.
“Kami menunjukkan gairah, seperti yang ditransmisikan oleh para pendukung kepada kami. Setiap tim yang saya latih bagaimana mereka memberi saya, menunjukkan jalan mereka menuju trofi sangat fantastis, dan di sini juga sama. Karena di sini, Aston Villa memenangkan Piala Champions, dan ini adalah klub yang juga memiliki sejarah ini, dan gelar juara,” lanjutnya.
Rekor Fantastis Unai Emery sang Raja Liga EuropaPerbesarUnai Emery merupakan pelatih tersukses di ajang Liga Europa. Pelatih asal Spanyol itu telah mengoleksi 4 trofi Liga Europa, yaitu tiga kali bersama Sevilla dan satu kali bersama Villarreal pada musim 2020/2021. Emery sukses menyabet gelar juara usai anak asuhnya berhasil mengalahkan Manchester United di partai final. (AFP/Pool/Maja Hitij)
Pencapaian manis di Istanbul kian mempertegas predikat Unai Emery sebagai pakar turnamen antarklub Eropa. Pertandingan kontra Freiburg merupakan laga final Eropa keenam sepanjang karier kepelatihannya, dengan catatan impresif berupa lima kemenangan di antaranya.
Torehan tersebut mengantarkan Emery sebagai juru taktik dengan koleksi trofi Liga Europa terbanyak dalam sejarah sepak bola. Sebelum membawa Aston Villa naik podium, ia telah lebih dulu mengoleksi tiga gelar juara bersama Sevilla serta satu trofi saat menukangi Villarreal.
“Sangat fantastis. Saya sangat, sangat bangga,” kata Emery singkat kepada VillaTV.
Gelar juara ini sekaligus menjadi tonggak sejarah kembalinya Aston Villa sebagai salah satu kekuatan baru yang disegani di Eropa. Kombinasi dukungan penuh dari jajaran manajemen, sokongan suporter, serta keharmonisan tim membuat proyek olahraga yang dirancang Emery berjalan teramat cepat. Aston Villa kini menatap petualangan musim depan dengan motivasi berlipat ganda sebagai jawara baru Liga Europa.
Baca juga : Rupiah Tertekan, Minyak Mentah Memberatkan
Show AllRichard Andreas LuturmasTim RedaksiShareCopy LinkBatalkanAjang OlahragaLiga Europa adalah ajang kompetisi bergengsi kedua di daratan Eropa setelah Liga ChampionsLihat SelengkapnyaLiga Europa
Aston Villa Angkat Trofi Liga Europa: Kisah Sukses Unai Emery Ubah Tim Degradasi Jadi Juara
Aston Villa sukses menjuarai Liga Europa setelah melibas SC Freiburg 3-0 di Istanbul, menegaskan kejeniusan Unai Emery sebagai spesialis kompetisi Eropa.
OlehRichard Andreas LuturmasDiterbitkan 21 Mei 2026, 11:59 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarEmiliano Martinez menggendong Unai Emery setelah Aston Villa memastikan gelar juara Liga Europa. (YASIN AKGUL / AFP)
Liputan6.com, Jakarta – Aston Villa akhirnya kembali mencicipi kepuasan merengkuh trofi juara usai menumbangkan SC Freiburg dengan skor telak 3-0 pada laga final Liga Europa, Kamis (21/5/2026) dini hari di Besiktas Park, Istanbul. Keberhasilan ini menuntaskan dahaga gelar selama tiga puluh tahun, sekaligus mengukuhkan nama Unai Emery di jajaran pelatih papan atas kompetisi benua biru.
Tiga gol kemenangan Aston Villa di laga final Europa League tersebut masing-masing disumbangkan oleh Youri Tielemans, Emi Buendia, dan Morgan Rogers. Prestasi ini menyempurnakan catatan luar biasa mereka musim ini, setelah sebelumnya sukses mengamankan tempat di Liga Champions berkat keberhasilan finis di peringkat empat besar Premier League. Penampilan yang konsisten di sepanjang musim membuat momen kebangkitan Aston Villa ini terasa kian istimewa untuk dirayakan.
Lompatan besar Aston Villa tentu tidak lepas dari andil vital Unai Emery yang mulai memimpin tim sejak November 2022. Pada awal kedatangannya, Aston Villa terpuruk di papan bawah dan hanya berjarak satu angka dari zona merah. Namun dalam periode yang relatif pendek, Emery mampu membalikkan situasi klub secara total.
Juru taktik berkebangsaan Spanyol tersebut berhasil menanamkan mentalitas pemenang dan membawa Aston Villa kembali bersaing di level teratas. Sekarang, mereka tidak sekadar menjadi penantang serius di Premier League, melainkan juga sukses merebut mahkota juara di kompetisi Eropa.
“Kami perlu mencoba lagi untuk bersaing memperebutkan trofi, terutama di Eropa, ini adalah kesempatan yang sangat bagus. Namun tentu saja, Premier League adalah sesuatu yang fantastis, bagaimana kami tampil selama empat tahun, berada di posisi tujuh besar, lima besar, sekarang kami berada di urutan keempat lagi melawan tim-tim terbaik di dunia,” ujar Emery.
Ketangguhan di kompetisi domestik menjadi landasan utama bagi perjalanan berharga Aston Villa sepanjang musim ini. Rasa percaya diri skuad besutan Emery terus menebal seiring kemampuan mereka mengimbangi kekuatan tim-tim raksasa Inggris. Modal positif tersebut yang kemudian berhasil mereka tularkan saat mentas di panggung Eropa.
Kebangkitan Aston Villa di IstanbulPerbesarPara pemain Aston Villa FC berpose dengan trofi juara setelah memenangkan final UEFA Europa League Final melawan SC Freiburg di Istanbul, Turki, Kamis (21/5/2026) – (AP Photo)
Pertandingan final awalnya berjalan dengan tempo lambat dan penuh kehati-hatian. Kubu Freiburg berupaya mengendalikan ritme laga, sedangkan Aston Villa lebih memilih bersabar membongkar pertahanan lawan lewat dominasi penguasaan bola serta pressing yang terukur.
Kebuntuan akhirnya pecah setelah Aston Villa berhasil mencetak gol pembuka memanfaatkan situasi bola mati. Gol pertama tersebut membuat alur permainan mereka menjadi lebih lepas dan kian sulit diredam oleh barisan pertahanan Freiburg.
“30 menit pertama, kami menguji pertandingan, kedua tim, kami mencoba mengatur bagaimana kami mengelola 30 menit pertama. Namun kemudian secara progresif kami merasa lebih baik, dan ketika kami mencetak gol melalui situasi bola mati, kami memanfaatkannya dengan mengambil banyak rasa percaya diri untuk pertandingan tersebut,” ungkap Emery setelah laga berakhir.
Aston Villa terus menggempur dan mempertahankan intensitas serangan mereka hingga sanggup menyarangkan dua gol tambahan sebelum peluit panjang berbunyi. Di sisi lain, Freiburg tampak frustrasi keluar dari tekanan dan gagal mengembangkan strategi permainan mereka di sepanjang paruh kedua.
“Kami menunjukkan gairah, seperti yang ditransmisikan oleh para pendukung kepada kami. Setiap tim yang saya latih bagaimana mereka memberi saya, menunjukkan jalan mereka menuju trofi sangat fantastis, dan di sini juga sama. Karena di sini, Aston Villa memenangkan Piala Champions, dan ini adalah klub yang juga memiliki sejarah ini, dan gelar juara,” lanjutnya.
Rekor Fantastis Unai Emery sang Raja Liga EuropaPerbesarUnai Emery merupakan pelatih tersukses di ajang Liga Europa. Pelatih asal Spanyol itu telah mengoleksi 4 trofi Liga Europa, yaitu tiga kali bersama Sevilla dan satu kali bersama Villarreal pada musim 2020/2021. Emery sukses menyabet gelar juara usai anak asuhnya berhasil mengalahkan Manchester United di partai final. (AFP/Pool/Maja Hitij)
Pencapaian manis di Istanbul kian mempertegas predikat Unai Emery sebagai pakar turnamen antarklub Eropa. Pertandingan kontra Freiburg merupakan laga final Eropa keenam sepanjang karier kepelatihannya, dengan catatan impresif berupa lima kemenangan di antaranya.
Torehan tersebut mengantarkan Emery sebagai juru taktik dengan koleksi trofi Liga Europa terbanyak dalam sejarah sepak bola. Sebelum membawa Aston Villa naik podium, ia telah lebih dulu mengoleksi tiga gelar juara bersama Sevilla serta satu trofi saat menukangi Villarreal.
“Sangat fantastis. Saya sangat, sangat bangga,” kata Emery singkat kepada VillaTV.
Gelar juara ini sekaligus menjadi tonggak sejarah kembalinya Aston Villa sebagai salah satu kekuatan baru yang disegani di Eropa. Kombinasi dukungan penuh dari jajaran manajemen, sokongan suporter, serta keharmonisan tim membuat proyek olahraga yang dirancang Emery berjalan teramat cepat. Aston Villa kini menatap petualangan musim depan dengan motivasi berlipat ganda sebagai jawara baru Liga Europa.
Show AllRichard Andreas LuturmasTim RedaksiShareCopy LinkBatalkanAjang OlahragaLiga Europa adalah ajang kompetisi bergengsi kedua di daratan Eropa setelah Liga ChampionsLihat SelengkapnyaLiga Europa






