Ayah Cella Kotak Berpulang di Banyuwangi

showbiz1 Dilihat

DermayuMagz.com – Industri musik Indonesia kembali dirundung duka. Achmad Handoko, ayahanda dari gitaris band ternama Kotak, Cella Kotak, dikabarkan meninggal dunia pada Jumat, 26 Juni 2026. Berita duka ini pertama kali disampaikan oleh vokalis Kotak, Tantri Syalindri, melalui unggahan di akun Instagram Stories-nya.

Tantri memohon doa dan dukungan dari para penggemar serta masyarakat luas untuk almarhum ayahanda Cella. Ia juga menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam dan harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi masa sulit ini.

Dalam unggahannya, Tantri merinci bahwa almarhum Achmad Handoko menghembuskan napas terakhirnya di Banyuwangi, Jawa Timur, pada Jumat pagi, 26 Juni 2026, sekitar pukul 07.00 WIB. Pesan duka tersebut diiringi dengan ayat suci Al-Qur’an dan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Unggahan tersebut berlatar belakang hitam polos, sebuah simbol umum yang digunakan untuk menyampaikan berita duka dalam budaya digital. Tantri menuliskan, “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke rahmatullah, ayahanda tercinta dari Mario Marcella Handika Putra (Cella Kotak) pada hari Jumat 26 Juni 2026 pukul 07.00 WIB. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu. Ya Allah ampunilah beliau, rahmatilah beliau, berilah beliau keselamatan dan maafkanlah segala kesalahannya.”

Pesan tersebut tidak hanya ditujukan untuk almarhum, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga yang ditinggalkan. Tantri menambahkan doa agar keluarga diberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan dalam menerima cobaan ini.

Kepergian ayahanda Cella Kotak tentu menjadi pukulan berat bagi sang gitaris dan seluruh personel band Kotak. Band yang dikenal dengan lagu-lagu enerjik dan lirik yang menyentuh ini telah menjadi bagian dari lanskap musik Indonesia selama bertahun-tahun.

Cella Kotak, yang memiliki nama asli Mario Marcella Handika Putra, dikenal sebagai gitaris yang memiliki ciri khas permainan yang kuat dan dinamis. Ia bersama Tantri Syalindri (vokalis) dan Swasti Sabdastantri alias Chua (bassist) telah membentuk trio yang solid dalam band Kotak sejak era 2000-an.

Band Kotak sendiri lahir dari ajang pencarian bakat musik “The Dream Band” yang tayang di TV pada tahun 2004. Sejak saat itu, mereka telah merilis banyak album dan lagu hits yang populer di kalangan anak muda maupun pendengar musik secara umum. Beberapa lagu mereka yang ikonik antara lain “Pelan-Pelan Saja,” “Selalu Cinta,” “Haters,” dan “Beraksi.”

Kehilangan sosok orang tua merupakan momen yang sangat emosional bagi siapa pun, tak terkecuali bagi figur publik seperti Cella Kotak. Dalam suasana berduka ini, dukungan dari penggemar dan rekan-rekan di industri hiburan diharapkan dapat meringankan beban yang dirasakan oleh Cella dan keluarganya.

Kabar duka ini juga mengingatkan kembali akan kerapuhan hidup dan pentingnya menghargai setiap momen bersama orang-orang terkasih. Doa dan harapan terbaik terus mengalir untuk almarhum Achmad Handoko dan keluarga yang ditinggalkan.

Semoga almarhum dilapangkan kuburnya dan ditempatkan di sisi-Nya yang paling mulia. Bagi Cella dan keluarga, semoga diberikan kekuatan untuk melewati masa-masa sulit ini.

Kabar ini muncul selang beberapa waktu setelah Tantri Kotak sendiri dikabarkan menjadi korban dugaan penipuan senilai miliaran rupiah. Meskipun demikian, fokus utama saat ini adalah memberikan dukungan moril kepada Cella Kotak yang tengah berduka.

Band Kotak dikenal dengan penampilan panggung mereka yang energik dan memukau. Musik mereka seringkali menggabungkan elemen rock dengan nuansa pop yang membuatnya mudah diterima oleh berbagai kalangan pendengar. Kehadiran Cella sebagai gitaris menjadi salah satu pilar penting dalam identitas musik Kotak.

Kepergian ayahanda Cella Kotak menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu menjaga hubungan baik dengan keluarga dan menghargai setiap detik kebersamaan. Industri hiburan Tanah Air berduka atas berpulangnya ayahanda salah satu musisi berbakatnya.

Prosesi pemakaman dan pelepasan jenazah almarhum Achmad Handoko diperkirakan akan dilaksanakan di kampung halamannya di Banyuwangi. Kehadiran kerabat, sahabat, dan para penggemar diharapkan dapat memberikan penghormatan terakhir bagi almarhum.

Meskipun detail mengenai kronologi kejadian tidak dirinci lebih lanjut, fokus utama saat ini adalah pada ungkapan belasungkawa dan doa. Kehidupan seorang musisi seringkali diwarnai dengan berbagai peristiwa, baik suka maupun duka. Kali ini, duka menyelimuti keluarga besar Cella Kotak.

Band Kotak sendiri telah menorehkan jejak panjang dalam industri musik Indonesia. Dengan karya-karya yang terus relevan, mereka tetap menjadi salah satu grup musik yang dicintai masyarakat. Kehilangan anggota keluarga inti dari salah satu personelnya tentu menjadi momen yang sangat berat.

Kita berharap agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan. Berita duka ini menjadi pengingat akan pentingnya doa dan dukungan dalam menghadapi cobaan hidup. Semoga almarhum Achmad Handoko mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.