DermayuMagz.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Bahlil Lahadalia, menyatakan keinginannya untuk bertemu dengan pencipta lagu yang sedang viral berjudul “Mas Bahlil Ganteng”. Keinginan ini muncul sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas yang ditunjukkan oleh masyarakat, khususnya para pembuat konten di media sosial.
Informasi mengenai niat Bahlil ini terungkap melalui sebuah video yang diunggah oleh Raffi Ahmad, yang kini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Dalam video tersebut, Bahlil secara langsung menyampaikan keinginannya untuk mengundang pencipta lagu tersebut.
“Saya minta tolong untuk saya mengundang kalau yang bersangkutan berkenan. Saya akan mengundang untuk berbincang-bincang sekaligus makan karena penasaran juga saya,” ujar Bahlil dalam kutipan video yang beredar, Sabtu (30/5/2026).
Bahlil menambahkan bahwa ia sangat menghargai kreativitas yang muncul dari kalangan netizen, terutama generasi muda. Ia melihat kemunculan lagu “Mas Bahlil Ganteng” sebagai sebuah fenomena yang terjadi secara alami dan menarik perhatiannya.
Ia mengaku penasaran dengan sosok di balik lagu tersebut. Oleh karena itu, jika Raffi Ahmad dapat membantunya menemukan penciptanya, Bahlil menyatakan akan dengan senang hati bertemu dan berdiskusi.
Bahlil juga menekankan pentingnya menjaga kreativitas agar tetap berada dalam koridor yang positif dan tidak melanggar batasan, terutama terkait isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).
“Cuma satu saja saran saya, di era demokrasi, socmed ini penting, namun kalau boleh juga dipergunakan dengan terukur. Contoh jangan sampai masuk di SARA, SARA tidak boleh, karena apa, itu akan memicu soliditas kita sesama anak bangsa,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kreativitas harus tetap dihargai selama masih dalam kerangka yang baik dan benar. Menjadi seorang pejabat publik berarti siap menerima berbagai bentuk masukan dan kritik, termasuk yang disampaikan melalui karya seni seperti lagu.
“Jadi kreativitas itu harus dihargai selama dalam kerangka yang baik dan benar,” tegas Bahlil.
Sebagai seorang figur publik, Bahlil menyadari bahwa dirinya akan menjadi sorotan dan menerima berbagai respons dari masyarakat. Ia menyatakan kesiapannya untuk menerima segala bentuk masukan, termasuk yang disampaikan melalui lagu yang bersifat menghibur atau bahkan kritis.
Baca juga : Akun TikTok Dian Rana Dapat Verifikasi Setelah Raih Penghargaan ANRI
Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” ini menunjukkan bagaimana media sosial dapat menjadi platform yang kuat untuk ekspresi kreatif dan interaksi antara publik dengan tokoh publik. Kemunculan lagu ini juga menjadi bukti bahwa karya-karya sederhana bisa menjadi viral dan menarik perhatian banyak orang, termasuk para pembuat kebijakan.
Raffi Ahmad sendiri, sebagai Utusan Khusus Presiden, memiliki peran penting dalam menjembatani komunikasi antara generasi muda dan pemerintah. Upaya Bahlil untuk bertemu pencipta lagu ini dapat dilihat sebagai langkah positif dalam membangun dialog yang lebih terbuka dan apresiatif terhadap aspirasi masyarakat.
Pentingnya menjaga harmonisasi di ruang digital juga menjadi catatan penting dari Bahlil. Meskipun kreativitas dihargai, ia mengingatkan agar tidak ada konten yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menciptakan ruang digital yang sehat dan produktif bagi seluruh masyarakat Indonesia. Melalui apresiasi terhadap kreativitas, pemerintah berharap dapat mendorong lebih banyak karya positif yang dapat memberikan manfaat bagi bangsa.
Pertemuan antara Bahlil dan pencipta lagu “Mas Bahlil Ganteng” ini diharapkan dapat menjadi momentum yang baik untuk mempererat hubungan antara pejabat publik dan masyarakat, serta memberikan contoh bagaimana perbedaan pendapat atau ekspresi dapat dikelola secara konstruktif.
Kejadian ini juga menyoroti kekuatan tren di media sosial yang dapat memengaruhi persepsi publik terhadap seorang tokoh. Lagu yang awalnya mungkin hanya hiburan belaka, kini mampu menarik perhatian seorang menteri.
Lebih lanjut, Bahlil juga menggarisbawahi bahwa sebagai pejabat publik, ia siap untuk dikritik atau diberi masukan dalam bentuk apapun. Hal ini menunjukkan sikap keterbukaan dan kemauan untuk terus belajar dari masyarakat.
Fenomena viralnya lagu “Mas Bahlil Ganteng” ini bisa menjadi studi kasus menarik tentang bagaimana budaya pop dan media sosial berinteraksi dengan ranah politik di Indonesia. Apresiasi dari Bahlil menunjukkan bahwa pemerintah juga turut memperhatikan apa yang sedang menjadi tren di kalangan masyarakat.
Diharapkan pertemuan tersebut dapat menghasilkan dialog yang bermanfaat, tidak hanya bagi Bahlil dan pencipta lagu, tetapi juga bagi masyarakat luas yang aktif di media sosial.






