Baskara Mahendra Alami Rasisme, SEAblings Bela

Gaya Hidup3 Dilihat

DermayuMagz.com – Sebuah insiden tidak menyenangkan terjadi di jagat maya, di mana netizen Korea atau yang akrab disapa K-Netz melontarkan komentar bernada rasisme, bahkan menyeret nama aktor Indonesia, Baskara Mahendra.

Tindakan ini sontak memicu reaksi balik dari netizen Indonesia, Malaysia, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya yang tergabung dalam komunitas SEAblings. Perang komentar pedas pun tak terhindarkan antara kedua belah pihak.

Akar permasalahan ini bermula saat beberapa fansite asal Korea Selatan yang hadir di konser Day6 di Malaysia. Mereka kedapatan menggunakan kamera profesional saat menonton konser, yang mana tindakan tersebut menghalangi pandangan para penggemar lokal.

Ketika ditegur oleh penggemar lokal karena melanggar aturan tempat acara, para fansite tersebut justru bereaksi negatif. Mereka merasa bahwa kontribusi merekalah yang paling signifikan dalam membesarkan nama idola melalui foto-foto yang mereka hasilkan.

Tidak berhenti di situ, penghinaan terus berlanjut di media sosial. Komentar bernada rasisme tidak hanya datang dari fansite yang hadir di konser Day6, tetapi juga dari banyak K-Netz lainnya. Unggahan-unggahan tersebut secara terang-terangan menghina fisik, menyebutkan warna kulit gelap sebagai ejekan, hingga merendahkan status ekonomi masyarakat Asia Tenggara.

Lebih parahnya lagi, ada komentar yang menyamakan perempuan Asia Tenggara dengan simpanse. Puncak dari ejekan tersebut adalah ketika K-Netz menjadikan aktor Indonesia, Baskara Mahendra, sebagai representasi wajah orang Asia Tenggara dalam komentar mereka.

Tak hanya Baskara Mahendra, grup idola pendatang baru asal Indonesia, No Na, juga tidak luput dari cibiran. K-Netz menuduh mereka melakukan plagiarisme dan tidak memiliki konsep yang orisinal dalam video musik mereka.

Menghadapi serangan rasisme tersebut, komunitas SEAblings menunjukkan solidaritas mereka. Mereka tidak tinggal diam dan memilih untuk membalas komentar-komentar pedas tersebut dengan cara yang kreatif melalui meme-meme lucu. Selain itu, SEAblings juga mengingatkan bahwa idola K-Pop tidak akan bisa mencapai popularitas sebesar sekarang tanpa dukungan dari penggemar di Asia Tenggara.

Penting untuk dicatat bahwa Asia Tenggara merupakan pasar K-Pop yang sangat besar. Berdasarkan data dari Goodstast, pada tahun 2024, Indonesia pernah menduduki peringkat sebagai pasar K-Pop terbesar di dunia dengan pangsa mencapai 18,47 persen. Mengutip dari The Korea Herald, pada tahun 2025, Indonesia kembali tercatat sebagai salah satu dari tiga pasar K-Pop terbesar di dunia.

Meskipun namanya sempat menjadi sasaran ejekan K-Netz, Baskara Mahendra tampak tetap tenang dan tidak terprovokasi untuk membalas. Ia justru menunjukkan apresiasinya terhadap negara-negara di Asia Tenggara yang aktif dalam mempromosikan grup musik lokal di media sosial.

Baskara Mahendra mengunggah komentarnya, “SEAblings assembling to promote our local boy/girlband. Love to see it!” Hal ini menunjukkan dukungannya terhadap upaya promosi talenta lokal di kawasan Asia Tenggara.

Baca juga di sini: Chelsea Raih Tiga Poin di Kandang Lawan Wolves

Sementara itu, mengenai tudingan plagiarisme terhadap No Na, grup tersebut memang diketahui membuat video musik dengan konsep alam. Tujuan mereka adalah untuk menampilkan keindahan alam Indonesia yang luar biasa.