BYD Kewalahan Penuhi Permintaan Mobil Listrik

Otomotif3 Dilihat

DermayuMagz.com – BYD, produsen kendaraan listrik terkemuka asal Tiongkok, dilaporkan tengah menghadapi tantangan signifikan dalam memenuhi lonjakan pesanan mobil listrik mereka. Kendala utama yang dihadapi adalah kelangkaan pasokan baterai, yang semakin diperparah oleh tingginya permintaan mobil listrik dengan teknologi pengisian daya cepat atau flash charging.

Situasi ini memberikan tekanan besar pada kapasitas produksi BYD, terutama setelah beberapa model terbaru mereka memasuki tahap produksi massal. Hal ini diakui langsung oleh Ketua dan Presiden BYD, Wang Chuanfu, dalam sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh Yangwang Business Research Institute pada 15 Mei lalu.

Wang Chuanfu secara eksplisit menyatakan bahwa keterbatasan pasokan baterai kini menjadi tantangan paling krusial bagi perusahaan. Ia menambahkan bahwa permintaan yang melonjak datang dari berbagai lini produk BYD, mencakup seri Dynasty, Ocean, Denza, hingga merek premium Yangwang.

Meskipun demikian, Wang Chuanfu optimis bahwa penjualan bulanan BYD diproyeksikan akan terus mengalami peningkatan dalam beberapa bulan mendatang. Proyeksi ini didukung oleh upaya BYD dalam menambah kapasitas produksi baterai yang secara bertahap mulai dioperasikan.

BYD memang tercatat gencar melakukan ekspansi fasilitas produksinya. Langkah ini diambil untuk mengimbangi pertumbuhan pasar kendaraan listrik global yang terus meroket. Tekanan pada produksi baterai semakin meningkat seiring dengan agresivitas BYD dalam memperkenalkan teknologi flash charging terbarunya.

Teknologi pengisian daya cepat ini menawarkan kemampuan luar biasa, di mana mobil listrik dapat mengisi daya dari kapasitas 10 persen hingga 70 persen hanya dalam waktu sekitar lima menit. Bahkan, pengisian daya hingga mendekati penuh dapat dicapai dalam waktu sembilan menit.

Keunggulan ini dimungkinkan berkat penggunaan Blade Battery generasi kedua yang dikombinasikan dengan sistem pengisian ultra cepat yang mampu mencapai daya hingga 1.500 kW. Teknologi ini menjadi daya tarik utama bagi konsumen yang menginginkan efisiensi waktu dalam pengisian daya kendaraan listrik mereka.

Beberapa model terbaru BYD telah mengadopsi teknologi flash charging ini. Di antaranya adalah BYD Atto 3 versi terbaru, Sealion 08, dan Great Tang EV. Model Atto 3 generasi baru dikabarkan bahkan mampu menawarkan jarak tempuh hingga 630 km dalam pengujian CLTC, berkat pembaruan pada Blade Battery 2.0.

Baca juga : Kapan Waktu yang Tepat untuk Rotasi, Spooring, dan Balancing Ban

Selain berfokus pada pengembangan kendaraan, BYD juga aktif dalam membangun infrastruktur pengisian daya cepat. Hingga pertengahan Mei 2026, perusahaan telah berhasil mendirikan 5.979 stasiun flash charging yang tersebar di 312 kota di Tiongkok. Target ambisius BYD adalah membangun total 20 ribu stasiun pengisian cepat di Tiongkok sebelum akhir tahun 2026, serta menambah 6 ribu unit lagi di pasar internasional.