Jeep Akan Kembali Produksi di Tiongkok dengan Model Baru yang Unik

Otomotif3 Dilihat

DermayuMagz.com – Jeep kembali membuka lembaran baru dalam sejarah produksinya di Tiongkok. Langkah strategis ini diambil oleh Stellantis melalui kerja sama dengan Dongfeng Motor Group, yang diumumkan dengan nilai fantastis lebih dari 8 miliar yuan atau setara dengan USD 1,18 miliar atau sekitar Rp 19 triliun.

Kolaborasi ini bukan sekadar kembali ke jalur produksi, melainkan fokus pada pengembangan kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV). Pabrik di Wuhan, Tiongkok, akan menjadi pusat produksi untuk model-model NEV ini mulai tahun 2027.

Lebih dari sekadar pasar domestik Tiongkok, model-model baru dari Jeep dan Peugeot yang akan diproduksi di sana juga dipersiapkan untuk pasar ekspor global. Hal ini menunjukkan ambisi besar Stellantis untuk memperluas jangkauan produknya.

Secara spesifik, Dongfeng Peugeot Citroën Automobile (DPCA) akan bertanggung jawab untuk memproduksi dua model NEV Peugeot serta dua SUV off-road NEV dari lini Jeep. Khusus untuk Jeep, kendaraan elektrifikasi ini akan ditujukan untuk pasar internasional, termasuk kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Amerika Latin.

Kembalinya Jeep ke Tiongkok melalui produksi lokal ini merupakan momen yang sangat penting bagi Stellantis. Sebelumnya, merek legendaris asal Amerika Serikat ini menghentikan aktivitas manufaktur di Tiongkok setelah kerja sama joint venture dengan GAC berakhir pada tahun 2022.

Baca juga : BYD Kewalahan Penuhi Permintaan Mobil Listrik

Sejak saat itu, Jeep hanya mengandalkan jalur impor untuk memenuhi permintaan pasar di Tiongkok. Keputusan untuk kembali memproduksi secara lokal, terutama dengan fokus pada kendaraan elektrifikasi, menegaskan komitmen Stellantis terhadap pasar otomotif Tiongkok yang dinamis.

Pemilihan pabrik Wuhan sebagai basis produksi baru memiliki alasan kuat. Fasilitas ini telah lama menjadi pusat operasional utama bagi Stellantis dan Dongfeng selama beberapa dekade, menjadikannya lokasi yang strategis dan mapan.

Proses produksi kendaraan elektrifikasi ini dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2027. Jadwal ini bergantung pada selesainya seluruh proses perizinan dan persetujuan regulasi yang diperlukan.

Dalam mewujudkan proyek ambisius ini, Stellantis dikabarkan akan mengalokasikan investasi sebesar 130 juta euro dari total nilai kerja sama yang disepakati. Investasi ini menunjukkan keseriusan Stellantis dalam mendukung transisi elektrifikasi.

Selain fokus pada produksi kendaraan listrik dan hibrida, kedua perusahaan juga sepakat untuk memperluas kolaborasi. Nota kesepahaman yang ditandatangani mencakup bidang riset, pengembangan teknologi, serta manufaktur otomotif masa depan.

CEO Stellantis, Antonio Filosa, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian integral dari strategi jangka panjang perusahaan. Tujuannya adalah untuk memperkuat kembali posisi Stellantis di pasar otomotif Tiongkok, yang saat ini didominasi oleh kendaraan elektrifikasi.

Membuka Lembaran Baru

Langkah terbaru ini secara resmi menandai transformasi Jeep menuju era elektrifikasi global. Merek yang selama ini identik dengan kemampuan off-road tangguh ini akan menghadirkan serangkaian model baru yang didukung oleh teknologi listrik dan hibrida.

Model-model baru ini tidak hanya ditujukan untuk pasar internasional, tetapi juga dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen di berbagai belahan dunia.

Strategi ini dinilai sangat krusial mengingat lanskap industri otomotif Tiongkok yang semakin kompetitif. Dominasi merek lokal seperti BYD dan Leapmotor di segmen kendaraan listrik menjadi tantangan tersendiri.

Untuk menghadapi persaingan ini, Stellantis terus berupaya memperluas kolaborasinya dengan berbagai perusahaan otomotif di Tiongkok. Tujuannya adalah untuk mempercepat penguasaan dan pengembangan teknologi kendaraan listrik (EV) secara global.

Di samping Jeep, merek Peugeot juga akan mendapatkan manfaat dari kerja sama ini. Peugeot akan meluncurkan model NEV terbaru yang dikembangkan menggunakan teknologi dari Dongfeng. Model-model ini akan dipasarkan untuk konsumen domestik Tiongkok dan juga diekspor ke berbagai negara.

Sebagai pengingat, Jeep adalah salah satu merek SUV paling ikonik di dunia. Saat ini, Jeep berada di bawah naungan Stellantis, sebuah grup otomotif besar yang terbentuk dari penggabungan Fiat Chrysler Automobiles dan PSA Group.