DermayuMagz.com – BYD M6 DM secara resmi diperkenalkan di Indonesia. Model mobil keluarga ini hadir dengan teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) terbaru dari BYD, yaitu DM 5.0, yang telah diluncurkan secara global pada tahun 2024.
Meskipun sudah diperkenalkan, BYD belum mengumumkan harga resmi untuk M6 DM. Hal ini dikarenakan BYD ingin memberikan waktu bagi masyarakat untuk memahami sistem hibrida yang dibawanya.
Eagle Zhao, Presiden Direktur BYD Motor Indonesia, menjelaskan bahwa karena ini adalah teknologi DM pertama dari BYD yang hadir di Indonesia, mereka ingin mendorong lebih banyak orang untuk mencoba dan merasakannya terlebih dahulu.
Lebih lanjut, Eagle menyatakan bahwa meskipun harga resmi belum diumumkan dan pemesanan belum dibuka, BYD telah menjanjikan pengiriman unit M6 DM akan segera dilakukan pada bulan depan.
“Secara keseluruhan, pengirimannya bisa saya katakan bisa dimulai Juni mendatang,” ujar Eagle.
Dari segi teknis, BYD M6 DM dibekali mesin berkapasitas 1.500 cc. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimum sebesar 72 kW dengan torsi 125 Nm.
Model ini dipadukan dengan motor EHS (Electric Hybrid System) 5.0 yang dapat berputar hingga 15.000 rpm. BYD mengklaim mobil ini memiliki efisiensi bahan bakar yang sangat baik, mencapai 65 km per liter.
Dengan efisiensi tersebut, M6 DM diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 1.800 km. Sementara itu, untuk jarak tempuh dalam mode mobil listrik murni, dikabarkan mencapai 300 km.
Baca juga : 10 Drama China Thriller dengan Ending Mengejutkan
Tiga Mode DM BYD
Teknologi DM pada BYD M6 DM menawarkan tiga mode penggerak yang berbeda. Mode pertama adalah EV, yang memberikan pengalaman berkendara senyap, nyaman, dan akselerasi responsif layaknya kendaraan listrik murni.
Dalam mode EV, roda sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik, sementara mesin berada dalam kondisi siaga.
Mode kedua adalah HEV Series. Mode ini aktif ketika daya baterai berada di bawah batas SOC yang telah ditentukan. Mesin akan otomatis menyala untuk memperpanjang jarak tempuh.
Pada mode ini, mesin berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya baterai, sementara roda tetap digerakkan oleh motor listrik. HEV Series diklaim menawarkan konsumsi bahan bakar yang rendah dan kenyamanan berkendara yang baik.
Mode ini ideal digunakan pada kondisi kecepatan rendah hingga menengah, dengan NVH (Noise, Vibration, Harshness) yang optimal.
Mode ketiga adalah HEV Parallel. Mode ini menggunakan kombinasi motor listrik dan mesin secara bersamaan untuk menggerakkan roda. Hal ini menghasilkan akselerasi yang responsif, terutama saat manuver menyalip di jalan tol, berkat performa tenaga yang tinggi.
Pada kecepatan tinggi dengan kondisi baterai rendah, roda dapat sepenuhnya digerakkan oleh mesin untuk menjaga efisiensi bahan bakar. Mode ini menawarkan keseimbangan antara performa tinggi dan efisiensi energi.






