DermayuMagz.com – Chemistry yang kuat antara dua pemeran seringkali menjadi kunci keberhasilan sebuah serial televisi. Dalam Vidio Original Series terbaru, Manis di Bibir, chemistry antara Lazuardy Nasution yang memerankan karakter Niko dan Callista Arum sebagai Alma menjadi sorotan utama.
Ini merupakan kali pertama bagi Lazuardy dan Callista beradu akting. Namun, keduanya berhasil membangun koneksi yang erat, bahkan diakui oleh Callista bahwa Lazuardy memiliki kemiripan dengan adiknya, yang membuatnya merasa nyaman dan aman saat berinteraksi di depan kamera.
Lazuardy Nasution, yang kembali menghiasi layar kaca sebagai Niko dalam serial Manis di Bibir, mengungkapkan kesan positifnya terhadap sosok Callista Arum. Ia menilai Callista sebagai pribadi yang terbuka dalam diskusi terkait proyek ini. “Dia orangnya open discuss banget tentang proyek ini,” ujar Lazuardy saat konferensi pers di Jakarta pada Kamis (2/7/2026).
Lebih lanjut, Lazuardy menjelaskan bahwa proses membangun chemistry dengan Callista berjalan mulus. Ia mengapresiasi keterbukaan Callista dalam mendiskusikan setiap adegan, terutama yang dianggap menantang. “Dia suka banget ngajarin adegan-adegan yang mungkin susah dilakuin. Gampang banget lah pokoknya jalin chemistry sama dia,” tambahnya.
Callista Arum pun membalas pujian tersebut dengan membeberkan fakta unik yang membuat chemistry mereka terasa begitu alami. Ia merasa nyaman beradu akting dengan Lazuardy karena kemiripan sang aktor dengan adiknya. “Satu yang buat aku paling klik dan nyaman main bareng Izhal karena ternyata dia tuh mirip banget sama adek aku, so I feel safe setiap adegan apa pun atau ngobrol sama Izhal,” ungkap Callista.
Di tengah proses syuting, Callista dan Lazuardy mengaku kerap mengamati adegan yang diperankan oleh Oka dan Adinia Wirasti. Momen ini menjadi pembelajaran bagi mereka berdua. “Kita berdua kalau scene Kak Oka sama Kak Asti pasti ada di pojok terus ngeliatin,” ujar Callista.
Lazuardy menambahkan bahwa mengamati adegan para senior adalah bagian dari proses belajar. “Ya kita kan harus lihat ya scene-scene yang ada di script, buat belajar juga,” jelasnya, membela diri atas kebiasaan mereka.
Peran Niko dalam serial Manis di Bibir menempatkannya dalam situasi dilematis, terjebak di antara kekasihnya, Alma, dan ibunya. Situasi ini pun berimbas pada Lazuardy, yang ditanyai mengenai pilihannya dalam kehidupan nyata. Dengan tegas, Lazuardy menyatakan preferensinya terhadap sang ibu. “Kalo sebagai Lazuardy sendiri aku lebih pilih mami,” jawabnya.
Namun, ia menekankan bahwa pilihan tersebut berlaku untuk kehidupan pribadinya, bukan berarti di dalam serial ia akan melakukan hal yang sama. Pesona Alma, karakter yang diperankan Callista, mungkin saja akan mengubah keputusannya dalam cerita.
Serial Manis di Bibir sendiri mengisahkan tentang perjuangan seorang gadis sederhana bernama Alma. Ia rela memalsukan identitas demi memikat hati calon mertuanya agar bisa diterima dalam keluarga kaya raya. Alma bertekad melakukan segala cara demi memperbaiki kualitas hidupnya dan mempertahankan orang yang dicintainya.
Konflik semakin memuncak ketika kebohongan Alma mulai terbongkar. Di tengah tekanan tersebut, Alma semakin bertekad untuk membalaskan dendam atas peristiwa kelam di masa lalunya. Pertanyaan besar pun muncul: akankah Alma berhasil membalaskan dendamnya, atau justru terperangkap dalam jurang kebohongan yang telah ia ciptakan sendiri?
Penonton dapat menyaksikan Manis di Bibir melalui Vidio Express. Sementara itu, penayangan reguler serial ini akan dimulai pada 9 Juli mendatang dan dapat diakses melalui tautan yang disediakan.
Di sisi lain, ajang pencarian bakat dangdut, Dangdut Academy 8, baru saja menyelesaikan babak Final Audition Grup 4. Sebanyak enam peserta berhasil lolos dan berhak melanjutkan perjuangan mereka di kompetisi ini.
Para peserta menampilkan performa terbaik mereka, memukau dewan juri dengan vokal, karakter, dan potensi yang mereka miliki. Keunikan setiap penampilan menjadi daya tarik tersendiri, mulai dari Bintang dengan gaya menghibur hingga Shafiq yang lihai memainkan gitar.
Salah satu peserta yang paling bersinar adalah Sahwan Sampang. Penampilannya mendapatkan apresiasi luar biasa dari dewan juri, bahkan berhasil meraih dua kali standing ovation. Pujian membanjiri Sahwan, menandakan kualitasnya yang menonjol.
Peserta lainnya, Bintang asal Bangka Belitung, juga berhasil mencuri perhatian dengan penampilannya yang menghibur. Meskipun suaranya dilaporkan mulai mengalami perubahan karena memasuki masa pubertas, dewan juri melihat Bintang memiliki modal yang kuat untuk dikembangkan di bawah bimbingan para pelatih.
Shafiq dari Nunukan menampilkan konsep yang berbeda dengan mengombinasikan kemampuan bernyanyi, bermain gitar, dan meniup seruling. Penampilan uniknya ini, bahkan saat berduet dengan Valen yang memainkan keytar, mendapat apresiasi dari dewan juri.
Mela asal Bandung juga berhasil lolos ke babak selanjutnya. Kualitas vokalnya dinilai baik, meskipun masih ada catatan mengenai teknik memegang mikrofon dan pengaturan dinamika bernyanyi. Ia juga sempat mendapat perhatian dari Valen dan Arbil.
Anisa dari Ogan Komering Ilir memikat juri dengan senyum manis dan lesung pipinya. Terungkap bahwa ia pernah berduet dengan Melly Lee di sebuah acara, dan kini takdir mempertemukan mereka kembali di panggung Dangdut Academy.
Melani dari Sidrap menunjukkan perkembangan yang signifikan, tampil lebih rileks dan menikmati setiap lagu. Kepercayaan dirinya yang meningkat membuat penampilannya terasa lebih natural, membawanya melaju ke tahap berikutnya.






