DermayuMagz.com – Kabar duka menyelimuti dunia hiburan Tanah Air. Aktris senior Deliana Siahaan meninggal dunia pada Kamis, 21 Mei 2026, di usianya yang ke-71 tahun. Berita ini menyebar cepat di media sosial, mengundang ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan.
Deliana Siahaan dikenal luas berkat peran-peran ikoniknya di layar kaca. Ia berhasil mencuri perhatian pemirsa melalui karakternya sebagai Mak Juki dalam sinetron religi Para Pencari Tuhan. Tak hanya itu, perannya sebagai Mak Suha dalam sinetron populer Dunia Terbalik juga sangat membekas di hati penonton.
Kariernya di dunia seni peran dimulai sejak lama. Deliana Siahaan lahir pada 13 Maret 1955. Sepanjang perjalanan kariernya, ia dikenal sebagai aktris yang totalitas dan mampu menghidupkan berbagai karakter. Ia kerap memerankan sosok ibu atau nenek dengan pembawaan yang khas, mulai dari yang tegas, berhati emas, hingga penuh kasih sayang.
Sosok Mak Suha dalam Dunia Terbalik menjadi salah satu peran yang paling diingat publik. Karakter ini digambarkan sebagai pribadi yang kuat, hangat, dan tahu kapan harus bersikap tegas atau bahkan sedikit galak, namun selalu dilandasi kasih sayang.
Jenazah Deliana Siahaan disemayamkan dan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rangon, Jakarta. Beliau meninggalkan seorang suami tercinta, empat orang anak, serta sebelas cucu yang menjadi saksi perjalanan hidupnya.
Berita duka ini sontak mengundang rasa kehilangan dari para selebritas Tanah Air. Salah satu yang turut menyampaikan dukacita adalah Sutan Simatupang, yang memerankan karakter Aceng Suraceng dalam sinetron Dunia Terbalik. Ia mengunggah foto kenangan bersama Deliana Siahaan di akun media sosialnya.
Dalam unggahannya, Sutan Simatupang mengungkapkan kesedihannya. “This is like a dream for me, RIP Opung Deliana Siahaan,” tulis Sutan Simatupang, yang berarti “Bagiku, rasanya seperti mimpi. Istirahat dalam damai opung Deliana Siahaan.” Unggahan tersebut dipenuhi oleh komentar-komentar ucapan duka dari para penggemar dan rekan sesama artis.
Aktris Ayushita juga turut menyampaikan belasungkawa di kolom komentar unggahan Sutan Simatupang. Ia menuliskan, “Turut berduka cita,” sebagai ungkapan rasa kehilangan. Aktris lain, Rosnita Putri, menyematkan emotikon wajah menangis, menunjukkan kesedihannya atas kepergian Deliana Siahaan.
Aktris Ike Muti pun tak ketinggalan, ia menuliskan, “Innalillahiwainailaihi rojiun,” menandai rasa dukanya yang mendalam. Kepergian Deliana Siahaan meninggalkan warisan berharga tidak hanya melalui karya-karyanya di layar kaca, tetapi juga melalui dedikasi dan profesionalismenya selama berkarier di industri hiburan.
Meskipun tidak terlalu aktif di media sosial, jejak digital Deliana Siahaan masih bisa ditemukan. Unggahan terakhirnya di akun Instagram pribadi terlihat sebelum pandemi COVID-19 melanda Indonesia, tepatnya pada November 2018. Saat itu, ia mengunggah foto kebersamaan dengan teman-temannya dengan caption, “Kumpul bareng warga ciraos.”
Unggahan terakhir tersebut kini dibanjiri oleh ucapan duka dari para warganet. “Innalilahi wainnailaihi rojiun selamat jalan mak suha jasa2mu akan kami kenang. Semoga husnul khotimah,” tulis salah satu akun bernama Zan****. Komentar serupa datang dari akun @adi****, yang menulis, “Mak suha selamat jalan mak.”
Kepergian Deliana Siahaan menjadi pengingat akan kontribusinya dalam dunia seni peran Indonesia. Karakter-karakter yang ia perankan akan selalu dikenang oleh masyarakat.
Liputan6.com, Jakarta – Di momen Idul Adha yang penuh berkah, aktris dan YouTuber ternama, Ria Ricis, merayakan hari raya ini dengan penuh makna. Ia turut serta dalam perayaan Idul Adha di Masjid Nurul Huda, yang berlokasi di dekat kediamannya di Kebagusan, Jakarta Selatan, pada Rabu, 27 Mei 2026.
Kehadiran Ria Ricis di lokasi acara sontak menarik perhatian banyak orang. Sejak pagi, kerumunan jemaah dan masyarakat setempat telah berkumpul untuk menyaksikan proses penyembelihan hewan kurban. Sapaan hangat dan teriakan nama “Ricis” menggema ketika ia melangkah menuju area utama masjid, menunjukkan antusiasme publik terhadap sosoknya.
Tujuan utama Ria Ricis hadir di masjid tersebut adalah untuk menyaksikan langsung proses penyembelihan hewan kurban yang ia sumbangkan. Dengan mengenakan kerudung merah marun, penampilannya yang sederhana namun tetap memikat berhasil menarik perhatian warga yang hadir. Banyak dari mereka yang berusaha mendekat untuk sekadar mengabadikan momen bersama sang idola.
Setibanya di lokasi, Ria Ricis menuju area khusus yang telah disiapkan untuk penyembelihan hewan kurban, yang terletak di luar bangunan utama masjid. Namun, langkahnya sempat tertahan oleh antusiasme warga yang ingin menyapa dan mengambil foto bersamanya.
Suasana haru mulai terasa ketika petugas bersiap untuk menyembelih sapi berukuran jumbo yang merupakan hewan kurban dari Ria Ricis. Dalam momen tersebut, Ria Ricis tidak dapat menahan air matanya dan terlihat menangis saat proses pemotongan hewan kurban dimulai. Ia terlihat tegar sambil menggendong putri kecilnya, Moana, seolah ingin mengajarkan makna penting Idul Adha.
Melalui momen ini, Ria Ricis berharap dapat memberikan edukasi kepada Moana mengenai esensi Idul Adha, yaitu semangat keikhlasan dalam berkorban. Ia ingin putrinya memahami nilai-nilai pengorbanan yang diajarkan dalam ajaran Islam.
Keriuhan warga di sekitar Masjid Nurul Huda semakin tak terbendung sejak kedatangan Ria Ricis. Masyarakat, yang sebagian besar terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak, memanggil namanya dengan penuh semangat demi mendapatkan perhatian dari sang YouTuber favorit mereka.
Meskipun cuaca saat itu cukup terik, Ria Ricis memilih untuk tetap berada di lokasi. Ia dengan sabar menyaksikan seluruh proses pemotongan sapi miliknya hingga selesai dilakukan oleh para petugas. Sikapnya ini menunjukkan apresiasi dan rasa hormatnya terhadap proses ibadah kurban.
Baca juga : TNI Gagalkan Penyelundupan Mineral Radioaktif Bernilai Triliunan di Batam
Sebelum pisau menyentuh hewan kurbannya, Ria Ricis tertangkap kamera sedang memanjatkan doa. Wajahnya menunjukkan ekspresi kesedihan dan kekhusyukan, yang semakin menambah suasana emosional di tengah keramaian warga yang terus memanggil namanya.






