Dolar AS Menguat, Nasib Harga J5 EV Terungkap

Otomotif5 Dilihat

DermayuMagz.com – Menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah menjadi perhatian serius bagi para pelaku industri otomotif di Indonesia. Namun, Jaecoo Indonesia memberikan sinyal positif dengan menyatakan bahwa harga produk mereka saat ini belum mengalami penyesuaian, meskipun kurs dolar AS telah menembus angka Rp 17.700.

Ilham Pratama, Head of Marketing Jaecoo Indonesia, menjelaskan bahwa manajemen perusahaan telah mengambil langkah antisipasi sejak awal. Hal ini dilakukan untuk menghadapi dinamika ekonomi global yang selalu berubah, termasuk fluktuasi nilai tukar mata uang asing.

“Tentunya dari manajemen kami, Jaecoo, sudah melakukan persiapan. Dan kita ada tim yang memang memantau pergerakan kondisi perekonomian ini,” ujar Ilham di kawasan Bogor, Jawa Barat, pada Kamis, 21 Mei 2026.

Meskipun rupiah terus mengalami pelemahan terhadap dolar AS, Jaecoo Indonesia untuk saat ini masih mempertahankan harga jual seluruh modelnya di pasar domestik. Salah satu contohnya adalah Jaecoo J5 EV, yang tetap dibanderol dengan harga Rp 309,9 juta.

“Jadi untuk saat ini harga masih tetap. Misalkan untuk J5 ini masih Rp 309,9 juta. Dan apakah nanti ada kenaikan atau tidak, kita masih terus memantau,” lanjut Ilham.

Ia menambahkan bahwa perusahaan terus melakukan evaluasi terhadap kondisi pasar sebelum membuat keputusan mengenai kemungkinan penyesuaian harga di masa mendatang. Hal ini dilakukan untuk memastikan strategi yang tepat sasaran.

Baca juga : Kuwu Santing H. Tarman: Idul Adha Ajarkan Keikhlasan & Cinta Tertinggi

“Untuk ke depannya seperti apa, tentunya dari manajemen pun sudah melihat dan memprediksi seperti apa. Untuk berapa lama bertahannya kita belum tahu,” tambahnya.

Menurut Ilham, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS merupakan salah satu faktor krusial yang terus dipantau oleh perusahaan. Pelemahan rupiah berpotensi memberikan dampak langsung pada biaya produksi serta impor kendaraan beserta komponen-komponennya.

“Nilai tukar rupiah terus lemah terhadap dolar Amerika, tentunya itu akan menjadi concern kita juga,” jelasnya.

Oleh karena itu, Jaecoo memilih untuk terus memantau perkembangan ekonomi secara cermat. Selain itu, evaluasi internal juga terus dilakukan agar perusahaan tetap mampu menjaga daya saing harga produknya di pasar otomotif nasional.

Tren Penjualan Positif

Di tengah tantangan ekonomi global dan penguatan dolar AS yang terjadi, penjualan Jaecoo Indonesia justru menunjukkan tren yang sangat positif. Hal ini tercatat sepanjang empat bulan pertama tahun 2026.

Ilham memaparkan bahwa tidak hanya Jaecoo J5 EV yang mencatatkan performa penjualan yang baik, bahkan menjadi salah satu SUV listrik terlaris pada periode Januari hingga April 2026. Model lain seperti Jaecoo J7 dan Jaecoo J8 juga mengalami peningkatan permintaan yang signifikan.

“Kalau untuk penjualan, secara total kita tumbuh. Dan untuk J7, J8 pun terdorong,” kata Ilham.

Jaecoo melihat bahwa kebutuhan konsumen di Indonesia semakin beragam. Oleh karena itu, pabrikan asal Tiongkok ini tidak hanya menawarkan kendaraan listrik murni atau electric vehicle (EV), tetapi juga teknologi New Energy Vehicle (NEV) yang berbasis plug-in hybrid.

Menurut Ilham, karakter konsumen dari setiap model kendaraan memiliki preferensi yang berbeda. Pengguna Jaecoo J7 dan Jaecoo J8 umumnya masih membutuhkan kendaraan yang dapat diandalkan untuk perjalanan jarak jauh, dengan fleksibilitas pengisian bahan bakar yang lebih mudah.

“Kalau untuk yang J7 dan J8 adalah mereka yang ada kebutuhan untuk jarak lebih jauh dan juga masih ada kebutuhan untuk mengisi bensin,” jelasnya.

Sementara itu, konsumen Jaecoo J5 EV cenderung memilih kendaraan yang sepenuhnya berbasis listrik. Pilihan ini didasari oleh keinginan untuk mobilitas harian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Berdasarkan data penjualan yang ada, Jaecoo J5 EV berhasil membukukan retail sales sebanyak 10.587 unit. Angka ini diikuti dengan wholesales yang mencapai 11.006 unit selama periode Januari hingga April 2026.