Elon Musk: Mengintip Sumber Kekayaan Miliarder Terkaya Dunia

Bisnis5 Dilihat

DermayuMagz.com – Forbes secara resmi mengumumkan Elon Musk sebagai triliuner pertama di dunia. Pencapaian bersejarah ini diraih setelah saham perusahaan antariksa miliknya, SpaceX, resmi diperdagangkan di bursa Nasdaq dengan harga awal US$ 150 per saham.

Aksi penawaran umum perdana saham (IPO) ini memberikan SpaceX valuasi pasar yang mendekati US$ 2 triliun. Hal ini berdampak langsung pada kekayaan Elon Musk yang meroket hingga mencapai US$ 1,1 triliun pada Jumat waktu Amerika Serikat.

Angka tersebut setara dengan sekitar Rp 19.651,5 triliun, dengan asumsi kurs Rp 17.865 per dolar AS. Forbes mencatat bahwa kekayaan bersih Musk sebelumnya telah meningkat signifikan pada Kamis malam.

Kala itu, SpaceX menetapkan harga dasar IPO sebesar US$ 135 per saham, yang membuat kekayaan Musk bertambah US$ 188 miliar. Angka ini membawanya mendekati US$ 982 miliar, atau setara Rp 17.543,43 triliun.

Namun, begitu perdagangan saham SpaceX dibuka pada Jumat, nilai kekayaan Musk langsung melesat menembus batas US$ 1 triliun. Hal ini menunjukkan dinamika pasar saham yang cepat dan pengaruh besar perusahaan teknologi.

Jika ditelisik lebih dalam, portofolio kekayaan Musk saat ini didominasi oleh kepemilikan saham di SpaceX. Ia menggenggam 4,8 miliar lembar saham perusahaan roket tersebut.

Nilai kepemilikan sahamnya di SpaceX diperkirakan mencapai US$ 715 miliar. Selain itu, ia juga memegang 350 juta opsi saham dengan nilai sekitar US$ 50 miliar.

Secara keseluruhan, Elon Musk memiliki sekitar 38 persen kepemilikan di perusahaan antariksa yang ia dirikan. Kepemilikan saham yang besar ini menjadi pilar utama kekayaannya.

Perjalanan Kilat Menuju Puncak

Elon Musk pertama kali masuk dalam daftar Miliarder Dunia tahunan versi Forbes pada tahun 2012. Pada saat itu, kekayaannya tercatat sekitar US$ 2 miliar.

Jumlah tersebut menempatkannya di peringkat ke-634 orang terkaya di dunia. Perjalanannya dari posisi tersebut menuju puncak sungguh luar biasa.

Hanya dalam kurun waktu sembilan tahun, Musk berhasil menjadi orang terkaya nomor satu di dunia. Puncaknya terjadi pada Januari 2021.

Kenaikan pesat ini banyak dipicu oleh lonjakan harga saham Tesla, perusahaan mobil listrik yang juga dipimpinnya. Keberhasilan Tesla mengungguli valuasi perusahaan otomotif tradisional menjadi salah satu faktor utama.

Peristiwa ini bahkan berhasil menggeser posisi Jeff Bezos, pendiri Amazon, yang sebelumnya mendominasi peringkat orang terkaya dunia.

Matt Durot, Wakil Editor Divisi Kekayaan di Forbes, menyoroti signifikansi pencapaian Musk. Ia menyebut bahwa kenaikan menuju kekayaan US$ 1 triliun adalah tonggak sejarah yang dulunya dianggap sulit terbayangkan.

Durot menambahkan bahwa ini menunjukkan betapa cepatnya kekayaan dapat tercipta di era modern. Terutama di dunia yang semakin terhubung dan didorong oleh kemajuan teknologi.

Prediksi Masa Depan: AI dan Robotika

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Forbes, Elon Musk juga berbagi pandangannya mengenai arah perkembangan teknologi di masa depan. Ia memberikan prediksi mengenai kecerdasan buatan (AI) dan robotika.

Musk memperkirakan bahwa dalam lima tahun ke depan, kecerdasan digital akan melampaui total kecerdasan manusia. Ini merupakan lompatan teknologi yang signifikan.

Ia juga memprediksi akan ada peningkatan drastis dalam jumlah robot humanoid. Diperkirakan akan ada setidaknya 100 juta robot semacam itu di bumi dalam periode yang sama.

Bahkan, Musk tidak menutup kemungkinan angka tersebut bisa mencapai satu miliar robot humanoid. Ini akan mengubah lanskap interaksi manusia dengan mesin secara fundamental.

Dampak dari masifnya adopsi teknologi AI dan robotika ini diperkirakan akan merombak tatanan finansial global secara radikal. Perubahan besar dalam struktur ekonomi dunia sangat mungkin terjadi.

“Saya memperkirakan ekonomi dunia mungkin akan berlipat ganda dari ukuran saat ini dalam lima, mungkin enam tahun ke depan,” ungkap Musk.

Ia melanjutkan bahwa dalam rentang waktu lima hingga tujuh tahun, dunia akan memasuki periode penggandaan nilai ekonomi. Perubahan yang luar biasa besar diprediksi akan terjadi.

Prediksi ini menggarisbawahi visi Musk yang selalu berorientasi pada masa depan dan inovasi teknologi yang transformatif.