Elon Musk Akan Jadi Triliuner Usai SpaceX IPO

Bisnis2 Dilihat

DermayuMagz.com – Miliarder Elon Musk bersiap untuk melihat kekayaannya melonjak drastis. Rencana penawaran umum perdana (IPO) SpaceX pada tahun 2026 diprediksi akan menjadikan Musk sebagai triliuner.

Menurut laporan CNBC, saham SpaceX yang dimiliki Musk diperkirakan bernilai US$ 866,5 miliar. Nilai ini didasarkan pada prospektus IPO terbaru yang dirilis pada Rabu, 3 Juni 2026.

SpaceX telah menetapkan harga saham IPO pada US$ 135 per lembar. Dengan jumlah saham yang beredar, valuasi perusahaan diperkirakan mencapai US$ 1,77 triliun.

IPO SpaceX ini akan menjadi momen penting bagi Musk, menandai 16 tahun setelah perusahaannya yang lain, Tesla, melakukan penawaran saham perdana. Kepemilikan saham Musk di Tesla saat ini bernilai US$ 355 miliar.

Jika ditambahkan dengan potensi saham dari SpaceX, total kekayaan Musk dari kedua perusahaan tersebut dapat melampaui US$ 1 triliun.

Berdasarkan pengajuan IPO, Elon Musk akan mempertahankan kontrol suara lebih dari 82% di SpaceX setelah perusahaan tersebut menjadi perusahaan publik. Namun, ia diwajibkan untuk mempertahankan seluruh sahamnya selama satu tahun penuh.

SpaceX menyatakan dalam prospektusnya bahwa kepemilikan saham yang signifikan dari Musk menjadi insentif baginya untuk mendorong kesuksesan perusahaan.

Namun, setelah periode penguncian saham selama 366 hari, Musk tidak lagi terikat kewajiban untuk mempertahankan kepemilikannya. Ia berhak menjual sebagian atau seluruh sahamnya kapan pun ia inginkan.

Perjalanan kekayaan bersih Elon Musk telah mengalami pertumbuhan signifikan selama lebih dari satu dekade terakhir. Saham Tesla mulai meroket pada tahun 2013, membawa Musk ke puncak daftar orang terkaya dunia pada tahun 2021.

Meskipun sempat mengalami penurunan pada tahun 2022, saham Tesla kembali menunjukkan performa yang kuat di tahun-tahun berikutnya. Forbes saat ini menempatkan kekayaan bersih Musk di angka US$ 826 miliar, jauh di atas pendiri Google, Larry Page.

Jika SpaceX berhasil melantai di bursa dengan valuasi yang diharapkan, Musk akan memiliki pengaruh besar pada dua dari delapan perusahaan paling bernilai di Amerika Serikat. SpaceX diproyeksikan akan berada di atas Tesla dan Meta dalam daftar perusahaan dengan valuasi triliunan dolar.

Meskipun memiliki valuasi yang sangat tinggi, pendapatan SpaceX masih tergolong lebih kecil dibandingkan perusahaan teknologi raksasa lainnya. Tahun lalu, SpaceX melaporkan penjualan sebesar US$ 18,67 miliar.

Sebagai perbandingan, Meta mencatatkan pendapatan lebih dari US$ 200 miliar, sementara Tesla membukukan penjualan hampir US$ 95 miliar.

Spekulasi di kalangan investor menyebutkan kemungkinan Musk untuk menggabungkan SpaceX dan Tesla. Tujuannya adalah untuk mengkonsolidasikan sumber daya kecerdasan buatan dan mempermudah penggalangan dana di masa depan.

Musk memiliki insentif ekonomi yang kuat di kedua perusahaan. Ia dikaitkan dengan pencapaian target yang sangat ambisius.

Bagi SpaceX, imbalan kompensasi Musk terkait dengan dua tonggak penting: mencapai kapitalisasi pasar US$ 7,5 triliun dan berhasil mengkolonisasi Mars dengan setidaknya satu juta penduduk.

Sementara itu, pemegang saham Tesla telah menyetujui rencana pembayaran yang terdiri dari 12 tahap. Setiap pembayaran terikat pada peningkatan kapitalisasi pasar dan pencapaian operasional.