DermayuMagz.com – Dunia perfilman Indonesia bersiap menyambut kehadiran sebuah karya musikal yang unik dan sarat makna, “Iyus Jenius”. Film yang digarap oleh sutradara Achmad Romie dan diproduseri oleh Gandhi Fernando ini tidak sekadar menawarkan hiburan, tetapi juga mengusung misi edukasi karakter yang mendalam bagi anak-anak Indonesia.
Kisah “Iyus Jenius” dirancang sebagai sebuah petualangan imajinatif yang dikemas dalam format drama musikal. Melalui film ini, para pembuatnya ingin menciptakan sebuah ruang belajar yang menyenangkan, di mana anak-anak dapat menyerap nilai-nilai positif tanpa merasa terbebani. Perpaduan antara cerita yang hangat, pesan moral yang kuat, dan sentuhan musikal dari lagu-lagu legendaris karya Papa T. Bob menjadi daya tarik utama yang ditawarkan.
Achmad Romie, sang sutradara, menekankan pentingnya peran film dalam membentuk pola pikir generasi muda. Ia percaya bahwa media visual, terutama film, memiliki kekuatan luar biasa untuk menanamkan pesan-pesan positif dan menginspirasi anak-anak agar berani bermimpi dan percaya pada diri sendiri. Dukungan dari lingkungan sekitar juga menjadi elemen krusial yang ingin ditonjolkan dalam film ini.
Senada dengan Romie, produser Gandhi Fernando menambahkan bahwa proyek “Iyus Jenius” ini sangat spesial baginya. Ia melihat potensi besar dalam memadukan unsur musikal yang menghibur dengan pesan moral yang mendalam. Gandhi berharap film ini tidak hanya menjadi tontonan yang berkesan bagi anak-anak, tetapi juga memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, Gandhi Fernando mengungkapkan harapannya agar “Iyus Jenius” dapat meninggalkan kesan yang mendalam di hati penonton, bahkan setelah mereka keluar dari bioskop. Film ini secara spesifik ingin menanamkan nilai-nilai seperti keberanian, kepercayaan diri, semangat belajar, dan empati terhadap sesama melalui perjalanan karakter utamanya.
Gandhi Gaet Aktor Cilik Berbakat
Untuk menghidupkan karakter Iyus, tim produksi telah mempercayakan peran utama kepada aktor cilik berbakat, Kevin Abadio. Kehadiran Kevin diharapkan mampu membawa nuansa otentik dan emosional yang kuat dalam memerankan sosok Iyus.
Saat ini, “Iyus Jenius” telah merilis poster resmi dan teaser perdana yang memberikan gambaran awal tentang dunia imajinatif yang akan disajikan. Poster film menampilkan momen hangat antara Iyus dan Babah T. Bob, duduk di tengah hamparan sawah yang hijau. Visual ini merepresentasikan suasana penuh harapan dan menjadi gambaran awal dari perjalanan emosional yang akan dilalui sang tokoh utama.
Mengatasi Trauma Melalui Imajinasi dan Musik
Dalam teaser film, penonton diajak untuk melihat awal mula kisah Iyus, seorang bocah berusia 10 tahun yang tengah berjuang menghadapi kehilangan ayahnya. Peristiwa tragis tersebut berdampak besar pada prestasi akademisnya yang menurun drastis. Kehidupan Iyus semakin bergejolak setelah mengalami kecelakaan yang membuatnya jatuh koma.
Namun, takdir berkata lain. Saat terbangun dari koma, Iyus mendapati dirinya ditemani oleh Babah T. Bob, sosok sahabat imajiner yang menjadi penuntunnya. Bersama Babah T. Bob, Iyus belajar untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk perundungan, mengatasi rasa takut yang menghantuinya, serta menemukan kembali kepercayaan diri yang sempat hilang.
Lagu Legendaris Papa T. Bob Menjadi Jiwa Musikalitas Film
Salah satu aspek yang paling menonjol dari “Iyus Jenius” adalah penggunaan lagu-lagu legendaris karya Papa T. Bob. Lagu-lagu yang telah akrab di telinga masyarakat Indonesia ini akan diaransemen ulang dengan sentuhan musik modern, memberikan nuansa segar namun tetap mempertahankan keasliannya.
Lagu-lagu ini tidak hanya berfungsi sebagai pengisi latar, tetapi juga akan menjadi elemen integral dalam perjalanan fantasi Iyus, memperkuat nuansa musikal yang menjadi ciri khas film ini. Penggunaan karya Papa T. Bob diharapkan dapat membangkitkan nostalgia bagi penonton dewasa sekaligus memperkenalkan karya-karya indah tersebut kepada generasi muda.
Film “Iyus Jenius” diproduksi oleh Creator Media, bekerja sama dengan Maxstream TV Studios, Serujuga Film Studio, dan Frontline Pictures. Film ini dijadwalkan untuk tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai tanggal 10 September 2026, siap menghibur dan menginspirasi keluarga Indonesia.
DermayuMagz.com – Di tengah hiruk pikuk industri hiburan yang terus berkembang, sebuah gugatan hak asuh anak yang diajukan oleh publik figur ternama, Ruben Onsu, terhadap mantan istrinya, Sarwendah, telah menarik perhatian publik. Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, terungkap bahwa gugatan ini tidak hanya berkaitan dengan urusan hak asuh semata, tetapi juga menyentuh isu sensitif mengenai dugaan eksploitasi anak.
Pihak Ruben Onsu secara tegas menyampaikan kekhawatiran mereka terkait lingkungan tempat anak-anak berada. Menurut kuasa hukumnya, ada indikasi bahwa anak-anak tersebut mungkin berada dalam kondisi yang kurang aman, yang menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pengajuan gugatan hak asuh.
Minola Sebayang membeberkan bahwa salah satu poin krusial yang dimasukkan dalam materi gugatan adalah dugaan keterlibatan anak-anak dalam aktivitas siaran langsung di platform TikTok, yang dilakukan pada larut malam. Hal ini dipandang sebagai tindakan yang berpotensi mengeksploitasi anak di bawah umur.
“Adanya dugaan eksploitasi anak, anak dilibatkan dalam live TikTok di malam hari dan juga ada hal-hal lain yang tidak seharusnya itu dialami oleh anak yang masih di bawah umur. Itu yang menjadi materi gugatan kami,” jelas Minola dalam sebuah sesi wawancara virtual pada Jumat, 3 Juli 2026.
Pihak Ruben Onsu berpendapat bahwa aktivitas semacam itu dapat membahayakan tumbuh kembang anak dan melanggar hak-hak mereka sebagai anak-anak. Oleh karena itu, mereka merasa perlu menempuh jalur hukum untuk mendapatkan kepastian dan melindungi kepentingan terbaik anak-anak.
Perjuangan Demi Kepentingan Anak
Minola Sebayang menekankan bahwa keputusan Ruben Onsu untuk mengajukan gugatan hak asuh anak didorong oleh keinginan kuat untuk memastikan kesejahteraan dan keamanan buah hatinya. Gugatan ini diharapkan dapat memberikan landasan hukum yang jelas mengenai pengasuhan anak dan memastikan bahwa mereka tumbuh dalam lingkungan yang kondusif.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh proses hukum ini murni bertujuan untuk melindungi anak-anak. Fokus utama adalah pada hak-hak mereka dan memastikan mereka mendapatkan pengasuhan yang layak, terlepas dari dinamika hubungan antara orang tua mereka.
Tanggapan Mengenai Isu Pemboikotan Sarwendah
Dalam kesempatan yang sama, Minola Sebayang juga memberikan tanggapannya terkait isu pemboikotan terhadap Sarwendah yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Ia mengakui bahwa reaksi publik di dunia maya merupakan hal yang berada di luar kendali pihak Ruben Onsu.
“Artinya kan begini, kalau misalnya ada pemboikotan itu kan merupakan konsekuensi dari apa yang dia lakukan atau apa yang dia sampaikan yang mungkin itu mencederai rasa keadilan atau mungkin ya membuat para netizen itu tidak simpatik,” ujar Minola.
Namun, ia kembali menegaskan bahwa gugatan hak asuh yang diajukan oleh kliennya sama sekali tidak berkaitan dengan sentimen atau reaksi publik di media sosial. Fokus utama gugatan tetaplah pada perlindungan anak dan memastikan hak-hak mereka terpenuhi.
“Tapi kan ini yang kami bicarakan dalam gugatan kami kan ini hanya hal-hal yang berkaitan dengan masalah kepentingan anak saja,” tutup Minola.






