DermayuMagz.com – Elizabeth Tunggadewi, seorang penyanyi muda yang baru saja meraih penghargaan Indonesia’s Girls 2024, merilis sebuah mini album yang didedikasikan untuk kelestarian lingkungan. Album ini terinspirasi dari pengalamannya menjelajahi keindahan alam Indonesia, terutama Sungai Ciliwung.
Salah satu lagu andalan dalam mini album ini adalah “Langkah Kakiku”. Lagu ini menceritakan perjalanan Elizabeth saat menyusuri Sungai Ciliwung, di mana ia tak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga merefleksikan realitas kehidupan di sekitar bantaran sungai.
Mini album yang juga diberi judul “Langkah Kakiku” ini berisi total lima lagu yang sangat relevan dengan kegiatan dan kepedulian Elizabeth saat ini. Ia mengungkapkan bahwa setiap lagu dalam album tersebut memiliki makna mendalam yang terhubung dengan pengalaman pribadinya.
“Lagu ‘Langkah Kakiku’ bercerita tentang perjalanan aku menjelajahi alam dan sungai, sambil menikmati indahnya alam,” ujar Elizabeth Tunggadewi dalam keterangannya di Kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Minggu, 7 Juni 2026.
Bakat menyanyi Elizabeth mulai dilirik oleh produser musiknya, Edi Lukas, saat mereka melakukan kegiatan di luar ruangan bersama. Edi mengaku terkesan dengan keberanian dan kualitas vokal Elizabeth yang muncul secara spontan saat berpetualang di alam.
Edi Lukas melihat potensi besar dalam diri Elizabeth, tidak hanya dalam hal vokal tetapi juga kepedulian sosialnya yang tinggi. Hal ini mendorongnya untuk memproduseri mini album Elizabeth. Ia juga menambahkan bahwa Elizabeth memiliki kemampuan vokal yang fleksibel, bisa membawakan genre jazz maupun pop dengan baik.
Pengalaman menyusuri Sungai Ciliwung memberikan Elizabeth pelajaran berharga mengenai kondisi kehidupan di sekitar sungai. Ia merasa terpanggil untuk menyampaikan pesan penting kepada generasi muda mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang bijak demi menjaga kelestarian alam.
“Aku mempelajari banyak hal. Aku berkesan menyusuri sungai. Untuk isu lingkungannya jangan buang sampah sembarangan ya,” tegas Elizabeth.
Elizabeth tidak hanya berfokus pada musik, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan edukasi lingkungan. Ia mendirikan sebuah wadah bernama “Rumah Belajar Ciliwung Ceria”. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan pendidikan dan kesadaran lingkungan, terutama kepada anak-anak.
Kegiatan di Rumah Belajar Ciliwung Ceria ini juga menginspirasi terciptanya salah satu lagu dalam mini albumnya, yang berjudul sama. Lagu ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi anak-anak akan pengalaman belajar yang menyenangkan dan edukatif.
“Lagu itu menceritakan betapa serunya belajar di Rumah Belajar Ciliwung Ceria. Saya berharap lagu ini bisa menjadi kenangan bagi anak-anak, dan mengingatkan mereka pada pengalaman belajar yang menyenangkan,” jelas Elizabeth.
Peluncuran mini album “Langkah Kakiku” ini bertepatan dengan momen peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Elizabeth meyakini bahwa musik memiliki kekuatan besar sebagai media kreatif untuk menyebarkan pesan positif, mulai dari pendidikan, pelestarian lingkungan, hingga kepedulian sosial.
Ia berharap lagu-lagunya dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih sadar dan aktif dalam menjaga kelestarian alam. Lebih dari sekadar menikmati alunan musik pop, Elizabeth ingin karyanya juga membawa pesan moral yang kuat tentang pentingnya lingkungan.
“Saya harap lagu-lagu ini bisa mengajak generasi muda untuk membangun kesadaran menjaga alam. Tidak hanya menikmati musik pop, tapi juga lagu-lagu yang membawa pesan positif tentang lingkungan,” ungkapnya.
Ke depannya, Elizabeth berencana untuk terus melanjutkan upayanya dalam mengedukasi anak-anak mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Ia juga ingin mendokumentasikan keindahan sungai-sungai di Indonesia melalui karya-karyanya.
Melalui gerakan kecilnya dalam memberikan edukasi kepada anak usia dini, Elizabeth berharap dapat memberikan dampak yang signifikan bagi masa depan lingkungan. Upaya ini menjadi bukti komitmennya dalam berkontribusi positif bagi bumi.
“Aku masih bakal bergerak pada edukasi anak-anak di Rumah Belajar Ciliwung Ceria, dan membuat dokumenter untuk mengeksplorasi sungai-sungai Ciliwung,” pungkas Elizabeth.
DermayuMagz.com – Anggun C. Sasmi, seorang diva internasional asal Indonesia, baru-baru ini menjadi bintang tamu dalam konser tunggal Raisa yang bertajuk “Love and Let Go” pada 6 Juni 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Kehadirannya di panggung bersama Raisa membawakan lagu “Anganku Anganmu”, yang versi rekamannya merupakan kolaborasi Raisa dengan Isyana Sarasvati.
Penampilan Anggun memukau penonton dengan gaun hitam elegan rancangan desainer Handy Huang dan Stella Rissa. Ia juga mengenakan perhiasan berlian dari seniman Wanda Ponika, menambah kesan glamor pada penampilannya.
Beberapa hari setelah konser tersebut, Anggun menuliskan sebuah surat terbuka yang ia bagikan melalui media sosialnya. Dalam unggahannya, ia menyertakan beberapa foto momen kebersamaannya dengan Raisa di atas panggung.
Anggun menyampaikan apresiasinya terhadap Raisa, menyebutnya sebagai salah satu penyanyi perempuan yang sangat dicintai di Indonesia. Ia mengakui bahwa popularitas Raisa tidak hanya didorong oleh karya-karyanya, tetapi juga oleh kehidupan pribadinya yang kerap menjadi sorotan publik.
Di era media sosial yang serba cepat dan menuntut pengakuan, Anggun menekankan pentingnya nilai-nilai luhur dalam berkarya. Ia memuji Raisa karena telah menempatkan karya dan profesionalisme di atas sekadar popularitas atau jumlah pengikut.
“Raisa Salah satu penyanyi perempuan yang sangat dicintai di Indonesia. Suara dan kecantikannya dikagumi, lagu2nya diminati dan kehidupannya disoroti banyak orang,” tulis Anggun C. Sasmi di akun Instagramnya yang terverifikasi pada Selasa, 9 Juni 2026.
Ia melanjutkan, “Di era sosial media yang membuat kita haus validasi, di mana hampir semua aspek dalam hidup didokumentasikan dan ketenaran juga jumlah followers adalah komoditas, di sinilah kita membutuhkan para seniman untuk meletakkan kembali arti kata nilai dan rasa.”
Anggun kemudian mengulas lebih dalam mengenai posisi Raisa dalam industri musik Indonesia. Ia melihat Raisa tidak hanya sebagai penyanyi, tetapi juga sebagai seorang penulis lagu yang karyanya memiliki kedalaman makna. Anggun mengingatkan publik bahwa kelembutan yang terpancar dari Raisa justru merupakan sebuah kekuatan yang tak terbantahkan.
“Raisa lewat tulisan di lagu2nya, dengan suara dan tutur katanya yang selalu sopan dan elegan, memberi kembali nilai yang kadang kita lupakan. Bahwa kelembutan adalah satu kekuatan,” ungkap Anggun.
Ia menambahkan, “Dan dalam dua konser tunggalnya kemarin, semua yang hadir bisa merasakan ketegaran nan lembut dari seorang Raisa. Bangga sekali saya bisa jadi bagian di konser kemarin.”
Konser “Love and Let Go” Raisa ini menjadi momen yang sangat istimewa dan personal baginya. Konser tersebut diselenggarakan tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-36, yaitu 6 Juni 2026. Perayaan ulang tahunnya pun semakin meriah dengan kejutan tak terduga di atas panggung.
Vokalis legendaris Jamrud, Krisyanto, secara mengejutkan hadir di panggung konser untuk memberikan kejutan spesial dengan membawakan lagu “Selamat Ulang Tahun”. Raisa tampak terkejut dan bahagia atas kehadiran Krisyanto, serta bersyukur hari kelahirannya dirayakan bersama para ikon musik Indonesia.
Menanggapi surat terbuka yang ditulis oleh Anggun, Raisa memberikan respons hangat di kolom komentar. Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kata-kata indah yang diberikan oleh seniornya tersebut.
“Mba Anggun. Thank you for your beautiful words, it’s my honor to share the stage with you.. love you!” tulis Raisa, yang dikenal dengan album-album seperti Heart to Heart dan Handmade.





