Generasi Muda Indonesia Buktikan Peran Lewat Serial The Scene di Vidio

showbiz1 Dilihat

DermayuMagz.com – Serial terbaru Vidio, “The Scene – Living and Lifestyle in Southeast Asia”, telah menjadi wadah bagi sejumlah talenta muda Indonesia untuk menunjukkan kontribusi mereka dalam membawa perubahan. Duo Twineester, Bottlesmoker, dan desainer interior Yuni Jie, menjadi sorotan dalam serial ini, berbagi pandangan dan pengalaman tentang bagaimana generasi muda dapat menjadi motor penggerak perubahan positif.

Para kreator konten ini sepakat bahwa perubahan besar seringkali dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Yuni Jie, misalnya, telah lama menjalankan program sosial yang memanfaatkan keahlian desainnya untuk membantu anak-anak di pelosok Indonesia.

“Ini gerakan sosial yang digagas dari tahun 2017. Kita menjual desain yang hasilnya didonasikan untuk seragam anak-anak sekolah dari mulai Sumatra sampai Papua,” ujar Yuni Jie dalam sebuah kesempatan di SCBD Jakarta pada Selasa, 2 Juni 2026. Baginya, kontribusi nyata terhadap pendidikan tidak selalu harus rumit atau berskala besar.

Yuni Jie melihat dampak psikologis yang signifikan dari seragam sekolah bagi siswa di daerah terpencil. Seragam tersebut mampu meningkatkan rasa percaya diri mereka. Ia menambahkan, “Kontribusi yang bisa diberikan adalah bidang pemerataan dalam pendidikan. Buat kita seragam sekolah mungkin enggak ada artinya, tapi bagi anak-anak di daerah sangat berarti. Ternyata seragam sekolah di sana mahal sekali. Kelihatannya simple tapi tidak, mereka jadi percaya diri ke sekolah.”

Sementara itu, Alysa dari Duo Twineester menyoroti pentingnya penerimaan masyarakat terhadap ekspresi seni modern, khususnya di daerah yang masih memegang teguh adat. Ia berharap seni hiphop dapat lebih diterima jika diekspresikan dengan cara yang tepat.

“Pandangan dari masyarakat saja kali ya. Kayak kita dance hiphop. Kita pun pakai musik hiphop lihat musiknya, enggak semua musik yang kita gunakan. Inginnya mereka bisa lebih menerima hiphop di Aceh. Tapi sekarang sudah ada, dan sudah mulai mereka mengundang kita. Jadi mereka kasih space buat kita untuk tampil,” jelas Alysa.

Duo musisi Bottlesmoker turut memberikan pandangan mengenai peran generasi muda dalam membawa perubahan. Agung dari Bottlesmoker berpendapat bahwa anak muda saat ini memiliki ruang bereksperimen yang sangat luas tanpa banyak batasan.

“Secara space bereksperimen sangat luas. Potensi untuk memberikan sesuatu lebih ada di anak muda. Banyak pertimbangan yang me-reduce itu. Saya setuju anak muda sangat besar untuk berikan perubahan,” kata Agung.

Menutup diskusi, Aliya menekankan pentingnya optimisme dalam setiap gerakan yang dilakukan oleh generasi muda untuk masa depan Indonesia. Ia meyakini bahwa setiap kontribusi, sekecil apapun, akan memberikan dampak yang signifikan bagi bangsa.

“Dengan membawa perubahan tentu Indonesia jadi jauh lebih baik. Dari gerakan kecil bisa lahir perubahan besar,” pungkas Aliya.

Dalam konteks yang berbeda namun tetap relevan dengan semangat perubahan dan dampak yang ditimbulkan, kasus dugaan penipuan yang melibatkan Sukhdev Singh, suami dari aktris Bunga Zainal, turut menyoroti dampak personal dan relasional. Bunga Zainal mengungkapkan rasa bersalahnya karena ia lah yang pertama kali memperkenalkan DH, terduga pelaku penipuan, kepada suaminya.

“Artinya dari pihak kami tuh enggak merasa takut ya Bang, ya. Karena memang kita posisinya merasa benar,” ujar Bunga Zainal saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta, pada Selasa, 2 Juni 2026. Ia mengaku berteman dengan DH selama 10 tahun dan tidak menyangka bahwa temannya tersebut memiliki niat buruk terhadap keluarganya. Melalui berbagai bujukan, DH berhasil meminta Bunga Zainal untuk mempertemukannya dengan Sukhdev Singh dengan dalih makan malam bersama.

“Teman saya. Memang saya yang memperkenalkan saudari DH ke suami saya, dengan bujuk rayu karena sebenarnya saya temanan sudah 10 tahun. Tapi dalam 10 tahun itu saya enggak pernah sekalipun memperkenalkan DH ini ke suami saya,” ungkap Bunga Zainal.

Rasa bersalah Bunga semakin besar ketika menyadari bahwa Sukhdev Singh harus mengorbankan banyak waktu, tenaga, dan biaya untuk mengurus proses hukum. Kasus ini telah mengganggu fokus pekerjaan Sukhdev Singh selama dua tahun terakhir.

“Karena itu teman saya gitu lo, karena itu teman saya jadi saya merasa bahwa wah saya merasa bersalah juga. Jujur suami saya jadi terbuang waktu, tenaga, apalagi ngurus-ngurus begini juga pakai biaya. Jadi bukan lagi bukan hanya soal waktu dan tenaga tapi jadi enggak bisa kerja,” akunya.

Konflik yang timbul akibat kasus penipuan ini bahkan sempat menimbulkan ketegangan dalam rumah tangga pasangan tersebut. Sukhdev Singh mengakui bahwa mereka sempat terlibat dalam perdebatan yang panjang karena masalah ini.

“Ya kita sih ribut yang berkepanjangan itu saja ya,” Sukhdev Singh membeberkan.

Sukhdev Singh menambahkan bahwa DH mengetahui dengan baik kondisi rumah tangga Bunga Zainal yang sempat memanas akibat perbuatannya. Gangguan pada hubungan suami istri menjadi salah satu kerugian non-materiil yang paling dirasakan.

“Beliau juga tahu kita pernah terjadi keributan di depan beliau, di depan DH itu. Dia tahu tahu persis, di situ waktu itu. Nah yang paling terganggu, hubungan suami istri pasti terganggu,” aku Sukhdev Singh.

Kini, Bunga Zainal berkomitmen penuh untuk mendampingi suaminya dalam setiap tahapan proses hukum terkait kasus ini. Ia ingin memberikan dukungan moral yang kuat agar Sukhdev Singh dapat menghadapi cobaan ini dengan tegar.

“Makanya hari ini Bunga punya beban moral yang sangat tinggi, ini dia cuma hadir sebagai saksi waktu itu diminta keterangan. Tapi, hari ini dia untuk menemani saya kemari, untuk memberikan support buat saya sebagai suaminya,” terang Sukhdev Singh.

“Pokoknya aku sebagai istri ya support, support system gitu,” timpal Bunga Zainal.