DermayuMagz.com – Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan adanya informasi yang beredar di media sosial mengenai pendaftaran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank BRI. Postingan ini mulai menyebar pada pertengahan Mei 2026, salah satunya diunggah oleh sebuah akun Facebook pada tanggal 14 Mei 2026.
Dalam postingan tersebut, disebutkan bahwa pendaftaran KUR BRI kini lebih mudah dilakukan melalui media sosial, tanpa harus datang ke bank. Disebutkan pula bahwa proses pencairannya lebih cepat.
Postingan itu juga merinci persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu:
- Foto KTP
- Foto Kartu Keluarga (KK)
- Foto Buku Tabungan
Disebutkan lebih lanjut bahwa hanya dalam waktu 10-30 menit, pinjaman dapat cair ke rekening nasabah, hanya dengan melakukan pendaftaran dari rumah.
Postingan tersebut juga menyertakan instruksi untuk menghubungi nomor tertentu. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah benar pendaftaran KUR Bank BRI dapat dilakukan melalui media sosial?
Penelusuran Fakta
Tim Cek Fakta Liputan6.com melakukan penelusuran lebih lanjut terkait klaim tersebut. Hasil penelusuran menunjukkan adanya bantahan resmi dari Bank BRI.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, dalam sebuah artikel Liputan6.com yang tayang pada 7 Mei 2026, dengan judul “BRI Ingatkan Masyarakat Waspada Penipuan Berkedok KUR, Jangan Bagikan Data Pribadi”, secara tegas menyatakan bahwa informasi pendaftaran KUR melalui media sosial adalah tidak benar.
“Seluruh proses pengajuan KUR BRI dapat diakses masyarakat melalui Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, BRI Unit, Teras BRI serta BRILink Agen atau menghubungi tenaga pemasar BRI di seluruh Indonesia, dan tidak dipungut biaya apa pun di awal,” ujar Akhmad.
Beliau menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap tautan yang tidak resmi. Bank BRI tidak pernah meminta data rahasia nasabah, seperti PIN, kata sandi, atau kode OTP dalam situasi apapun.
Permintaan data-data rahasia tersebut, menurut Akhmad, dapat dipastikan sebagai indikasi adanya penipuan.
Baca juga : Cara Membuat Rambatan Pare dari Bambu dan Rafia untuk Panen Optimal
Lebih lanjut, Akhmad menjelaskan bahwa BRI secara berkelanjutan terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai literasi keuangan dan pentingnya waspada terhadap berbagai modus kejahatan digital.
BRI juga aktif bekerja sama dengan otoritas dan pihak terkait dalam upaya menindaklanjuti modus-modus penipuan yang mengatasnamakan perusahaan.
Sumber informasi ini merujuk pada artikel Liputan6.com berjudul “BRI Ingatkan Masyarakat Waspada Penipuan Berkedok KUR, Jangan Bagikan Data Pribadi” yang terbit pada 7 Mei 2026.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran fakta, postingan yang mengklaim adanya pendaftaran KUR Bank BRI melalui media sosial adalah sebuah hoaks.
Masyarakat dihimbau untuk selalu berhati-hati terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama yang berkaitan dengan transaksi keuangan. Pastikan untuk selalu merujuk pada sumber resmi dan saluran komunikasi yang sah dari Bank BRI untuk mendapatkan informasi yang akurat.
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Cek Fakta Liputan6.com hadir untuk melawan hoaks dan pembodohan publik. Sejak tahun 2018, kanal ini aktif memberikan literasi media kepada masyarakat luas.
Menjadi bagian dari International Fact Checking Network (IFCN) sejak 2 Juli 2018 dan menjadi mitra Facebook, Cek Fakta Liputan6.com berkomitmen menjaga independensinya dalam setiap kerja sama.
Jika Anda memiliki informasi mengenai hoaks yang perlu ditelusuri dan diverifikasi, silakan kirimkan ke alamat email [email protected].
Untuk mendapatkan jawaban lebih cepat, Anda juga dapat menghubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di nomor 0811-9787-670.





