DermayuMagz.com – Mahfud Md, sosok politikus yang kerap menjadi sorotan publik, ternyata juga kerap menjadi sasaran empuk penyebaran hoaks. Berbagai isu dan narasi palsu seringkali dikaitkan dengan namanya, tersebar luas di platform media sosial.
Hoaks yang beredar tersebut memiliki beragam tema, mulai dari isu bantuan sosial hingga isu politik yang sensitif. Hal ini tentu saja dapat menimbulkan keresahan dan kebingungan di tengah masyarakat jika tidak segera diklarifikasi.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu kritis dan memverifikasi setiap informasi yang diterima, terutama yang berkaitan dengan tokoh publik seperti Mahfud Md.
Berikut adalah beberapa contoh hoaks yang pernah menyeret nama Mahfud Md, beserta fakta yang sebenarnya:
1. Cek Fakta: Klaim Bantuan Modal Usaha dari Rampasan Aset Koruptor
Sebuah klaim beredar di media sosial, khususnya Facebook, yang menyebutkan bahwa Mahfud Md mengumumkan adanya bantuan modal usaha yang dananya berasal dari rampasan aset para koruptor. Informasi ini mulai menyebar sekitar awal Mei 2026.
Dalam klaim tersebut, disertakan sebuah video yang menampilkan Mahfud Md memberikan pernyataan. Isi pernyataannya cukup menggiurkan, yaitu adanya dana sebesar 10 miliar rupiah yang akan dibagikan kepada masyarakat yang belum memiliki usaha. Setiap penerima diklaim akan mendapatkan bantuan modal sebesar Rp 100 juta.
Narasi dalam video tersebut bahkan menyebutkan bahwa bantuan ini adalah “riil dan juga amanah, bukan settingan atau hoaks, pasti cair”. Bahkan, ada ajakan untuk segera menghubungi nomor WhatsApp pribadi Mahfud Md untuk mendaftar, karena kuota terbatas. Klaim ini juga menekankan bahwa program ini berbeda dengan acara lain dan dijamin keamanannya.
Tentu saja, klaim semacam ini sangat menarik perhatian publik. Namun, penting untuk selalu waspada terhadap tawaran bantuan yang terkesan terlalu mudah dan tidak melalui jalur resmi.
Untuk mengetahui kebenaran dari klaim ini, perlu dilakukan verifikasi lebih lanjut. Apakah benar Mahfud Md pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu? Dan apakah benar ada program bantuan modal usaha sebesar itu yang bersumber dari rampasan aset koruptor?
Baca juga : Budidaya Udang dalam Ember untuk Lahan Sempit: 7 Langkah Praktis
Dalam artikel terkait, Liputan6.com telah melakukan penelusuran mendalam untuk mengungkap fakta di balik klaim ini. Pembaca diajak untuk menyimak artikel lengkapnya agar tidak terjebak dalam informasi palsu.
2. Hoaks Video Mahfud MD Bagikan Bantuan Modal Usaha dari Uang Sitaan Korupsi
Tidak jauh berbeda dengan klaim sebelumnya, beredar pula hoaks yang mengklaim bahwa Mahfud Md akan membagikan bantuan modal usaha. Kali ini, sumber dananya disebut berasal dari uang sitaan korupsi.
Hoaks ini menyebar di media sosial, salah satunya melalui unggahan di Facebook pada awal Januari 2025. Postingan tersebut menyertakan video yang menampilkan Mahfud Md berbicara mengenai pembagian bantuan modal usaha.
Video tersebut disertai narasi yang menggugah, seperti “BANTUAN SOSIAL DARI PEMERINTAH UNTUK MEMBUKA USAHA BARU”. Bahkan, disebutkan nominal bantuan yang bisa mencapai hingga Rp 100 juta.
Narasi yang menyertai video ini seolah menegaskan bahwa program ini adalah inisiatif resmi pemerintah yang diprakarsai oleh Mahfud Md. Hal ini tentu saja sangat berpotensi menipu masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan modal usaha.
Penting untuk diingat bahwa program bantuan sosial dari pemerintah biasanya memiliki prosedur pendaftaran yang jelas dan disalurkan melalui lembaga resmi. Tawaran yang bersifat personal atau meminta data pribadi melalui pesan instan patut dicurigai.
Untuk memastikan kebenaran informasi ini, Liputan6.com juga telah melakukan verifikasi dan merinci faktanya dalam artikel yang terpisah. Masyarakat diimbau untuk membaca artikel tersebut agar tidak mudah percaya pada klaim semacam ini.
3. Hoaks Mahfud Md Diangkat Prabowo Menjadi Jaksa Agung
Isu politik juga menjadi salah satu sasaran empuk bagi penyebar hoaks. Salah satu kabar bohong yang sempat beredar adalah mengenai pengangkatan Mahfud Md sebagai Jaksa Agung oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Kabar ini mulai menyebar melalui platform TikTok pada akhir Desember 2024. Sebuah akun TikTok mengunggah foto yang menampilkan Mahfud Md mengenakan seragam kejaksaan, seolah-olah sedang dalam proses pelantikan.
Foto tersebut diperkuat dengan narasi yang provokatif, seperti “PRABOWO LANTIK JAKSA AGUNG! ATURAN MEMISKINKAN & HUKUMAN MATI KORUPTOR LANGSUNG DI-SAHKAN!” dan “Mahfud MD Diangkat Prabowo Jadi Jaksa Agung!”. Narasi ini dirancang untuk menimbulkan kegaduhan dan spekulasi politik.
Konten hoaks ini mendapatkan respons yang cukup signifikan dari warganet, dengan ribuan kali interaksi dan ratusan komentar. Hal ini menunjukkan betapa mudahnya informasi yang salah menyebar dan menarik perhatian publik, terutama terkait isu politik.
Untuk mengklarifikasi kebenaran kabar ini, Liputan6.com juga telah melakukan pengecekan fakta. Masyarakat perlu mengetahui bahwa informasi mengenai pengangkatan pejabat negara biasanya diumumkan secara resmi melalui jalur komunikasi pemerintah yang terpercaya.
Pentingnya Literasi Digital dan Cek Fakta
Kasus-kasus hoaks yang menimpa Mahfud Md ini menunjukkan betapa pentingnya literasi digital di era informasi saat ini. Masyarakat perlu dibekali kemampuan untuk memilah informasi yang benar dari yang salah.
Kanal Cek Fakta Liputan6.com hadir untuk membantu masyarakat dalam melawan arus hoaks. Sejak didirikan pada tahun 2018 dan bergabung dengan International Fact Checking Network (IFCN), Cek Fakta Liputan6.com berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat dan terverifikasi.
Melawan hoaks bukan hanya sekadar memberantas informasi palsu, tetapi juga merupakan upaya melawan pembodohan publik. Dengan informasi yang benar, masyarakat dapat membuat keputusan yang tepat dan terhindar dari kerugian.
Jika Anda menemukan informasi yang meragukan atau ingin melaporkan dugaan hoaks, jangan ragu untuk menghubungi Cek Fakta Liputan6.com melalui email [email protected] atau melalui Chatbot WhatsApp di nomor 0811-9787-670.




