Jeff Bezos Jelaskan Keputusannya Kembali Jadi CEO

Bisnis1 Dilihat

DermayuMagz.com – Jeff Bezos, nama yang identik dengan raksasa e-commerce Amazon, kembali mengambil peran sentral sebagai CEO. Keputusan ini diambil untuk memimpin sebuah startup kecerdasan buatan (AI) bernama Prometheus, di mana ia menjabat sebagai co-CEO bersama Vik Bajaj.

Keputusan Bezos untuk kembali memimpin sebuah perusahaan secara operasional ini cukup menarik perhatian. Terlebih lagi, ia telah mengundurkan diri dari posisi CEO Amazon pada tahun 2021.

Tujuh bulan setelah mengumumkan keterlibatannya dalam Prometheus, miliarder berusia 62 tahun ini mengungkapkan bahwa ia justru menikmati peran sebagai pemimpin perusahaan. Meskipun pekerjaan tersebut diakui penuh dengan tantangan, Bezos menemukan kepuasan tersendiri.

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC, Bezos menggambarkan peran seorang CEO sebagai sebuah pengalaman yang ia sebut sebagai “Type 2 fun”. Ini adalah jenis kesenangan yang baru benar-benar dirasakan setelah seseorang berhasil melewati berbagai rintangan dan tantangan berat.

“Itu adalah jenis kesenangan ketika setelah selesai mendaki gunung, Anda berkata, ‘Wah, ternyata mendaki gunung itu menyenangkan’,” ungkap Bezos, seperti dikutip dari CNBC pada Minggu, 14 Juni 2026.

Startup Prometheus sendiri merupakan perusahaan yang fokus pada pengembangan model kecerdasan buatan untuk berbagai tugas yang berkaitan dengan dunia fisik. Salah satu proyek yang sedang digarap oleh perusahaan ini adalah untuk membantu para insinyur dalam proses perancangan dan produksi produk fisik.

Tujuannya adalah agar proses tersebut dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien. Peran di Prometheus ini menandai jabatan operasional formal pertama Bezos sejak ia melepaskan jabatannya sebagai CEO Amazon pada tahun 2021.

Meskipun tidak lagi memimpin Amazon secara langsung, Bezos menegaskan bahwa ia tetap aktif terlibat dalam berbagai kegiatan di Amazon. Selain itu, ia juga aktif di perusahaan antariksa miliknya, Blue Origin, serta di startup AI, Prometheus.

Sebagian Besar Waktu Bezos Kini Dihabiskan untuk AI

Bezos mengungkapkan bahwa sebagian besar waktunya saat ini memang tercurah pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan.

“Itu memang pekerjaan yang berat, tetapi pekerjaan yang menyenangkan,” ujar Bezos, menekankan kembali kepuasan yang ia rasakan.

“Prometheus mengambil sebagian besar waktu saya. Saya juga menghabiskan banyak waktu untuk Blue Origin. Saya juga menghabiskan banyak waktu untuk AI di Amazon. Jadi benang merah dari semua aktivitas saya saat ini adalah AI,” lanjutnya, menjelaskan fokus utamanya.

Prometheus sendiri memulai operasinya dengan mendapatkan pendanaan awal sebesar US$ 6,2 miliar. Pada hari Kamis waktu setempat, perusahaan tersebut mengumumkan bahwa mereka berhasil mengumpulkan putaran pendanaan baru senilai US$ 12 miliar.

Pendanaan ini membuat valuasi perusahaan melonjak drastis menjadi sekitar US$ 41 miliar. Bezos menjelaskan bahwa ia dan Vik Bajaj tidak membagi tanggung jawab perusahaan secara kaku, meskipun keduanya menjabat sebagai co-CEO.

“Kami berbicara satu sama lain beberapa kali setiap hari. Kami berdua terlibat dalam hampir semua keputusan,” kata Bezos, menggambarkan kolaborasi mereka.

Menurut Bezos, tidak ada pembagian tugas yang spesifik berdasarkan wilayah kerja tertentu di antara mereka.

“Bukan seperti, ‘Anda mengurus setengah perusahaan ini dan saya mengurus setengah lainnya.’ Kami sangat terhubung dan sama-sama mengerjakan banyak hal,” tegasnya.

Berbeda dengan Tren CEO yang Mundur karena Era AI

Keputusan Bezos untuk kembali menjadi CEO ini tampak berbeda dengan tren yang terjadi belakangan ini di dunia korporat. Dalam setahun terakhir, sejumlah pemimpin perusahaan besar justru memilih untuk mundur dari jabatan mereka.

Alasan utama mereka adalah karena menilai bahwa era kecerdasan buatan membutuhkan tipe kepemimpinan yang baru dan berbeda. Salah satu contohnya adalah mantan CEO Walmart, Doug McMillon.

McMillon sebelumnya menyatakan bahwa transformasi besar yang berbasis AI memerlukan seorang pemimpin yang mampu mendampingi perusahaan dalam jangka waktu yang panjang.

Namun, Bezos memiliki pandangan yang berlawanan. Ia justru melihat perkembangan pesat AI sebagai sebuah peluang besar yang ingin ia jalani secara langsung dan aktif terlibat di dalamnya.

Menurutnya, keterlibatannya di Prometheus awalnya bermula dari statusnya sebagai seorang investor pada akhir tahun 2024. Namun, seiring berjalannya waktu, ia semakin terkesan dengan perkembangan teknologi AI dan potensi bisnis yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut.

“Saya memulai pada akhir 2024 bersama Vik sebagai investor di Prometheus. Ketika saya melihat apa yang kami lakukan, saya menjadi sangat terkesan dengan apa yang sedang terjadi dan potensinya,” ujar Bezos.

Ia mengakui bahwa dirinya tidak ingin hanya menjadi seorang pengamat dari luar saja.

“Saya memutuskan tidak bisa hanya duduk di pinggir lapangan. Saya harus terjun sepenuhnya. Jadi, di sinilah saya sekarang,” tutupnya, menjelaskan komitmennya terhadap Prometheus.