Jumairah, Buruh Kebun, Kumpulkan Uang 20 Tahun di Ember untuk Ziarah ke Ka’bah

News4 Dilihat

DermayuMagz.com – Perjuangan panjang Jumairah, seorang buruh kebun asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, akhirnya terbayar lunas. Setelah menabung selama 20 tahun, ia akhirnya dapat berdiri di depan Ka’bah, sebuah pemandangan yang selama ini hanya bisa ia impikan melalui doa-doanya.

Jumairah, yang kini telah berusia lebih dari 70 tahun, mengungkapkan betapa harunya momen pertama kali melihat Ka’bah secara langsung. Air mata tak terbendung saat ia menceritakan perasaannya, sembari mengusap wajahnya dengan ujung kerudung hitam yang ia kenakan.

“Saya berdoa mudah-mudahan bisa kembali lagi,” ujarnya penuh harap.

Jumairah dikenal sebagai jemaah lansia yang menjadi ikon layanan Makkah Route. Ia menjalani hidup seorang diri setelah berpisah dengan almarhum suaminya. Rutinitas hariannya tak banyak berubah selama bertahun-tahun.

Setiap pagi, setelah salat Subuh, ia memberi makan ayam peliharaannya, membersihkan rumah, lalu memasak untuk dirinya sendiri. Setelah itu, ia bergegas menuju kebun dan sawah.

Di kebun milik tetangganya, ia merawat tanaman ubi. Kemudian, ia melanjutkan aktivitas di sawah miliknya yang tak jauh dari kediamannya. “Saya tanam sendiri, rawat sendiri, panen sendiri,” ungkapnya.

Keinginan untuk menunaikan ibadah haji mulai ia perjuangkan sekitar dua dekade lalu. Dari penghasilan yang tidak seberapa, Jumairah menyisihkan sebagian rezekinya sedikit demi sedikit. Uang tersebut ia kumpulkan di dalam sebuah ember.

“Saya kumpul uang sedikit-sedikit di ember,” katanya.

Pada tahun 2011, ketika tabungannya telah terkumpul sebesar Rp 25 juta, Jumairah mendaftarkan diri untuk menunaikan ibadah haji. Bantuan dari kerabat jauh memudahkannya dalam proses pendaftaran.

Meskipun ia tidak pernah mengenyam pendidikan formal dan tidak bisa membaca maupun menulis, keterbatasan tersebut tidak pernah menyurutkan semangatnya. Ia terus bekerja keras dan menabung demi melunasi biaya hajinya.

“Kalau saya dapat Rp 110 ribu, saya simpan Rp 50 ribu,” kenangnya.

Baca juga : Rincian Modal Awal Ternak Ayam Kampung: Dari Skala Kecil hingga Besar

Setelah penantian lebih dari sepuluh tahun, akhirnya pada tahun ini, Jumairah tiba di Makkah. Perjalanan panjang yang ia tempuh seorang diri terasa begitu berharga ketika ia dapat menyaksikan Ka’bah dengan mata kepalanya sendiri.